Wisata Sejarah di Kota Serang

1

Pusat kota di Kota Serang merupakan kota tua yang dibangun kolonial Belanda. Nina Lubis dalam bukunya berjudul Banten dalam Pergumulan Sejarah menyebutkan, pusat kota Serang dibangun setelah Kesultanan Banten dibumihanguskan penjajah Belanda dengan dibakarnya Keraton Surosowan oleh Gubernur Jendral Daendels pada 1808.

Serang ditetapkan menjadi kawasan landrosambt (semacam pengawas) yang mencakup tiga daerah setingkat Kabupaten, yakni Banten Hulu, Banten Hilir, dan Anyer. Konon, dalam pembangunan kota ini, para penjajah memanfaatkan sisa bahan bangunan kesultanan Banten, seperti dari sisa-sisa Keraton Surosowan dan Kaibon. Para penjajah ini mengangkuti sisa bahan bangunan untuk kantor pemerintahan mereka.

Penataan kota dan pembangunan gedung kolonial dimulai sejak Belanda menempatkan residen pertama J De Bruijn WD pada 1817. Hingga kini sisa-sia bangunan kolonial itu masih ada yang tersisa di sejumlah titik di Serang. Walaupun tak sedikit yang sudah diratakan dan berganti dengan bangunan baru.

Kantor Gubernur Banten

Kantor Gubernur Banten (https://news.metrotvnews.com)

Bangunan ini berada di dalam komplek pemerintahan Provinsi Banten di Jl. Brigjen KH. Syam’un No 5, Serang.

Gedung ini dibangun tahun 1814 dan digunakan sebagai kantor residen I oleh J de Bruijn (1817 – 1818). Bangunan utama merupakan tempat wakil pemerintahan Belanda di Banten atau Residen berkantor, mempunyai 14 ruangan terdiri dari kantor, kamar tidur, ruang sidang, ruang tamu, ruang dapur dan pendopo.

Kantor Gubernur Banten (https://bantenculturetourism.com)

Sekarang berfungsi sebagai Kantor Gubernur Banten, rencananya akan diubah menjadi Museum.

Kantor Bupati Serang

Kantor Bupati Serang (https://www.kotaserang.com)

Bangunan ini Berada di dalam komplek pemerintahan Kabupaten Serang di jalan Veteran, Serang.

Bangunan ini didirikan seiring dengan pemindahan kota dari Banten Lama ke Serang pada tahun 1800-an. Sejak awal dibangun sampai sekarang telah difungsikan sebagai kantor Bupati Serang.

Denah bangunan ini berbentuk empat persegi panjang dengan pondasi yang masif. Arah hadap bangunan ke selatan, dengan serambi muka ditopang oleh 32 buah pilar bergaya tuscan berwarna putih, kondisi bangunan ini masih sangat baik.

Kantor Bupati Serang (https://bantenculturetourism.com)

Atap bangunan berbentuk limasan dengan konstruksi kayu. Gentingnya terbuat dari tembikar berwarna coklat, yang kini sudah diganti dengan genting berglasir. Yang menarik dari atap bengunan ini adalah bentuk dak atapnya yang lebih lebar, fungsinya agar dapat mencegah curah hujan agar tidak tampias ke dinding. Bentuk atap seperti ini dipengaruhi oleh arsitektur venakular Jawa.

Bentuk-bentuk daun jendela dan daun pintu pada bangunan ini tampaknya sudah banyak yang berubah, sekarang daun jendela dan daun pintu memakai ukiran, dan terbuat dari kayu.

Gedung Juang 45

Gedung Juang 45 (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Gedung Juang 45 terletak di Jalan Ki Mas Jong, Serang. Pada masa pendudukan Jepang, bangunan ini merupakan markas Kempetai. Setelah kekalahan tentara Jepang, gedung ini diambil alih menjadi markas Badan Keamanan Rakyat. Sebuah peristiwa besar pernah terjadi di gedung markas Kempetai, yaitu penyerbuan yang dilakukan oleh pemuda Banten untuk merebut kekuasaan dan markas tersebut pada tanggal 10 Oktober 1945. Pada peristiwa itu, markas Kempetai berhasil diduduki oleh para pejuang Banten. Bangunan markas Kempetai terdiri dari tiga bangunan utama dan kini yang masih memperlihatkan keasliannya tinggal satu bangunan, yang mempunyai seni arsitektur bergaya Indis.

Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pemerintah Kabupaten Serang

Gedung Dispenda (https://panpages.co.id)

Gedung Dispenda terletak di Jl. Diponegoro, No. 5, Serang, merupakan bekas gedung Noormale School (sekolah putri) pada masa kolonial Belanda abad ke-20. Pada masa kemudian bangunan ini digunakan oleh SMP Negeri I Serang dan pada saat ini difungsikan sebagai Kantor Bantor Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Serang.

Stasiun Kereta Api Serang

Stasiun Kereta Api Serang (https://fkks1dkulon.wordpress.com)

Stasiun Kereta Api Serang berada di Jl. Ki Tapa No. 2, Serang, Serang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +25,66 m ini berada di Daerah Operasi I Jakarta, dan merupakan stasiun kereta api terbesar di Kota Serang. Stasiun Serang memiliki 3 jalur kereta api dan 2 peron.

Stasiun Kereta Api Serang (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Bangunan stasiun kereta api Serang menghadap ke arah barat. Pondasi bangunan ditinggikan sekitar 60 cm dari permukaan tanah. Bangunan stasiun terdiri dari dua ruangan. Ruangan pertama adalah ruang kontrol perjalanan kereta api dan ruang kepala stasiun, adapun ruang kedua merupakan loket dan ruang administrasi. Di antara keduanya terdapat ruang tunggu penumpang. Komponen bangunan seperti daun pintu dan jendela pada bangunan ini bertipe jalousie, yakni kayu yang bersusun horizontal.

Stasiun ini mulai dibuka pada tanggal 20 Desember 1900. Sampai sekarang, arsitektur Stasiun Serang masih asli, selain lantai dan cat dindingnya. Pemerintah Provinsi Banten sendiri menjadikan bangunan stasiun ini sebagai benda cagar budaya

Korem 064 Maulana Yusuf Banten

Korem Maulana Yusuf terletak di Jl Maulana Yusuf No 9 Serang Banten, bangunan ini dulunya adalah Noormale School.

Polres Serang

Polres Kota Serang (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Mapolres Serang terletak di jalan Ahmad Yani, Kota Serang. Semula bangunan ini merupakan gedung sekolah OSVIA (Opleidings School Voor Inlandsche Ambtenaren). Salah satu sekolah dengan jenjang tertinggi yang pernah ada di Banten sampai 1910 adalah OSVIA, yakni sekolah persiapan calon pamong praja. Sekolah jenis ini hanya ada enam di Indonesia, yaitu di Bandung, Magelang, Madiun, Blitar, Probolinggo, dan Serang. Dapat dikatakan bahwa OSVIA merupakan alat mobilisasi vertical bagi kaum pribumi untuk menduduki formasi birokrasi colonial.

Polres Kota Serang (https://kotaserang.com)

Bangunan ini berdenah empat persegi panjang. Di bagian depan terdapat semacam portico yang menjorok keluar berjumlah tiga buah dengan gerbang melengkung. Atap bangunan berbentuk limasan yang memanjang dari timur ke barat. Pada bagian atap sisi tengah terdapat semacam hiasan berbentuk seperti bola, dan sebuah menara kecil segi empat dengan hiasan tiang kawat yang menunjuk ke semua arah mata angin. Atap bangunan tersusun dari konstruksi kayu dan genteng tembikar. Bekas bangunan sekolah OSVIA ini masih berdiri megah sampai sekarang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Wisata Sejarah di Kabupaten Serang

Wed Aug 2 , 2017
Kota Kuno Banten Lama adalah situs yang merupakan sisa kejayaan Kerajaan Banten. Terletak di pantai utara Banten, Kecamatan kasunyatan, Kabupaten Serang dan Kota Serang, Provinsi Banten, relatif tidak jauh dari kota Jakarta, dapat ditempuh sekitar 2 jam dari Jakarta. Banten Lama pernah menjadi kota pelabuhan internasional kerajaan Islam yang kemudian […]