Wisata Sejarah di Kota Malang Jawa Timur

1

Kota Malang secara geografis berada di lokasi yang nyaman dengan dikelilingi pegunungan. Hal ini membuat kota ini cocok dibuat sebagai kota hunian dan peristirahatan yang nyaman dan teduh. Kemudian sejak Undang-Undang yang mendorong pengembangan dan masuknya modal swasta asing, maka Malang semakin berkembang menjadi kota pusat perkebunan.

Tempat pemukiman penduduk juga diatur oleh pemerintah kolonial. Pemukiman orang Eropa berada di daerah Barat Daya dari alun-alun yaitu sekitar Taloon, Tongan, Sawahan dan sekitarnya, serta di sekitar Kayoetangan, Oro-Oro Dowo, Tjelaket, Klodjenlor dan Rampal. Pemukiman orang Cina berada di sebelah Tenggara dari alun-alun (sekitar Pasar Besar). Pemukiman Orang Arab di sekitar belakang Masjid Jami’ di alun-alun dan orang pribumi menempati daerah kampung Kebalen, Penganggungan, Djodipan, Talon dan Klodjenlor. Sedangkan wilayah militer, berada di daerah Rampal.

Stasiun Kereta Api Kota Lama Malang

Stasiun Kereta Api Kota Lama Malang (https://www.nayumisamtower.com)

Stasiun Kereta Api Kota Lama Malang merupakan stasiun kereta api tertua di Kota Malang. Stasiun Kereta Api Kota Lama Malang dibangun pada tahun 1879. Pemberian nama kota lama ini bertujuan untuk membedakan dengan Stasiun Kota Baru Malang yang baru dibangun pada tahun 1941. Selain itu, usia bangunan yang lebih lama dan kuno juga menjadi latar belakang penamaan Stasiun Kereta Api Kota Lama Malang.

Hotel Pelangi

Hotel pelangi

Hotel pelangi terletak di di Jl. Merdeka Selatan No. 3. Malang, diperkirakan dibangun sekitar tahun 1916.

Awal nama hotel ini bernama Hotel Palace, dan hotel ini mempunyai ciri khas yaitu memiliki menara kembar yang pada jaman dahulu digunakan sebagai menara pengawas.

Hotel yang memiliki 50 kamar ini dengan bangunan kokoh dan memiliki keunggulan dengan menjaga keaslian dari bentuk lantai, plafon dan tegel2 dinding berpemandangan negara kincir angin nan eksotis.

RSU Lavalette

RSU Lavalette (https://ngalam.co)

RSU Lavalette terletak di Jl. Wr.Supratman No. 10, Malang, didirikan pada tanggal 9 Desember 1918, berawal dari ide para pengusaha perkebunan besar yang tergabung dalam sebuah yayasan yang bernama “Stichting Malangsche Zieken-verpleging”.

RSU Lavalette (https://rslavalettemalang.blogspot.com/)

Museum Sejarah Bentoel

Museum Sejarah Bentoel (https://www.nayumisamtower.com)

Museum ini berada di Jalan Pecinan Kecil Nomor 32, namun sekarang nama jalannya berubah menjadi Jalan Wiromargo. Ya, lokasinya memang berjauhan dengan perusahaan dan kantornya PT. Bentoel sekarang, yang berada di Karanglo, Malang.

Dulunya adalah sebuah rumah yang digunakan sebagai usaha kecil-kecilan Rokok Bentoel. Usaha Rokok Bentoel didirikan oleh Ong Hok Liong pada tahun 1925. Di dalam area Museum Malang terdapat beberapa kursi tamu yang terletak di kanan kiri pintu masuk. Lambang PT. Bentoel dan nama Ong Hok Liong yang berupa umbi bentul atau talas terpampang di sisi kanan pintu masuk. Di Museum Sejarah Bentoel ini menceritakan tentang pendiri PT. Bentoel, Ong Hok Liong, istri, dan juga keluarganya. Salah satu nasehat Ong Hok Liong yang terkenal adalah : “Jadi orang harus mau melarat dulu, jangan lantas mau kaya saja.”

Wisma Tumapel

Wisma Tumapel (https://malang.merdeka.com)

Wisma Tumapel berada di Jalan Tumapel No. 1, Malang. Bangunan ini merupakan milik Universitas Negeri Malang (UNM). Sejarahnya, pada tahun 1928, Wisma Tumapel mulai dibangun sebagai Hotel Splendid milik Belanda yang pada saat itu dianggap sebagai hotel yang mewah dan modern. Kemudian pada tahun 1944, ketika Belanda digantikan oleh Jepang, Hotel ini tak lagi menjadi penginapan akan tetapi menjadi sebuah kantor pemerintahan Jepang. Ketika Indonesia sudah merdeka, pada tahun 1950, Wisma Tumapel berganti kepemilikan dan digunakan sebagai wisma dosen dan ruang kelas oleh FKIP Universitas Airlangga Surabaya. Hingga pada akhirnya Wisma Tumapel menjadi milik Universitas Negeri Malang pada tahun 1968.

Wisma Tumapel (https://ngalam.co)

Gedung Balai Kota Malang

Gedung Balai Kota Malang (https://kekunaan.blogspot.com)

Gedung Balai Kota Malang terletak di Jalan Tugu No. 1 Keluraham Kidul Dalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Lokasi gedung ini menghadap ke Alun-Alun Tugu, dan berdekatan dengan Hotel Splendid Inn maupun Hotel Tugu.

Pembangunan Balai Kota dilaksanakan dari tahun 1927 sampai tahun 1929, dan mulai ditempati pada September 1929 oleh wali kota kedua, Ir. EA Voorneman.

RS Panti Waluya Sawahan

RS Panti Waluya Sawahan (https://www.pantiwaluya.org)

RS Panti Waluya Sawahan terletak di Jl. Nusakambangan No.56, Kasin, Klojen, Kota Malang, berdiri sejak tahun 1929.

RS Panti Waluya Sawahan (https://ngalam.co)

Pada tanggal 1 Desember 1929, klinik beserta rumah Prof Leber yang sudah diatur rapi diserahkan kepada Zusters van de Christelijke Scholen van Barmhartigheid dan diberkati oleh Mgr Vander Pas. Pada waktu itu Prof Leber mengumumkan serah terima ini dihadapan para dokter dan pegawai. Setelah dikelola oleh Zusters van de Christelijke Scholen van Barmhartigheid dari Negeri Belanda kemudian dirubah menjadi rumah sakit kecil dengan kapasitas 25 tempat tidur dan diberi nama: “Rooms Katholiek Ziekenhuis ( RKZ ) St. Maria Magdalena Postel, dan Sr. Martha Maria sebagai penanggung Jawab bagian perawatan.

Apotek Kabupaten

Apotek Kabupaten (https://kekunaan.blogspot.com)

Apotek ini terletak di Jalan Basuki Rahmat No. 11 Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Lokasi apotek ini berada di sebelah utara Toko Oen, yang berdampingan dengan Telkom Kayutangan.

Awalnya merupakan sebuah apotek (drogisterij) yang bernama De Rijzende Zon (Matahari Terbit) yang berdiri sekitar tahun 1930-an. Apotheek De Rijzende Zon dikenal dengan harga yang murah bila dibandingkan dengan apotek lainnya yang ada di Kayutangan karena menjualnya dengan harga grosir. Karyawan-karyawannya yang bertugas di apotek tersebut, terdapat beberapa etnis Tionghoa namun fasih berbahasa Belanda.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Batik Motif Gringsing Sulur

Sun Dec 30 , 2018
Motif Gringsing Sulur (@gpswisata) Pada Gringsing Sulur, seluruh permukaan dipenuhi dengan motif-motif kecil berbentuk persegi-persegi yang bertitik ditengahnya. Motif-matif tersebut disebut Gringsing, yang umunya diartikan sebagai tidak sakit atau sehat, karena gring diambil dari kata gering yang berarti sakit dan sing yang berarti “tidak”. Dengan demikian motif ini berisi do’a […]