Wisata Sejarah di Kabupaten Malang Jawa Timur

1

Lawang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Malang, dikenal sebagai kota peristirahatan sejak zaman penjajahan Belanda. Karena itu tidak mengherankan bila sampai saat ini masih banyak ditemui bangunan kuno bergaya Belanda di Lawang, termasuk stasiun kereta api yang merupakan salah satu persinggahan kereta api jalur Selatan dari Surabaya ke Malang.

Hotel Niagara

Hotel Niagara

Terletak Jl. Dr. Sutomo No.63, Krajan, Turirejo, Lawang, Kabupaten Malang. Hotel ini didirikan pada tahun 1890. Hotel ini dirancang oleh seorang pria keturunan Brazil yang tinggal di Indonesia sewaktu masa Belanda berkuasa bernama Fritz Joseph Pinedo.

Bangunan

Interior Hotel Niagara (https://id.wikipedia.org)

Semula gedung ini difungsikan sebagai villa keluarga milik keluarga “Liem Sian Joe”, di rancang oleh seorang arsitek ternama dari Brasil, Mr. Fritz Joseph Pinedo. Rancangan arsitek bangunan ini merupakan perpaduan arsitek bergaya Brasil, Belanda, Tiongkok dan Victoria.

Gedung yang tingginya mencapai 35 meter dengan 5 lantai ini dibangun selama kurang lebih 15 tahun, menjadi bangunan tertinggi di Asia pada waktu itu. Ukuran kamarnya sangat luas yaitu mencapai 5m x 6m dan semua kamarnya dilengkapi pintu penghubung (conneting door) untuk mempermudah akses menuju masing-masing kamar.

Terdapat ruangan (aula) keluarga di masing-masing lantai sebagai tempat berkumpul keluarga. Hebatnya lagi gedung ini sudah dilengkapi lift merk ASEA buatan Swedia tahun 1900. Namun dengan semua kemewahan itu, Liem Sian Joe dan keluarga hanya menempatinya sampai tahun 1920-an saja, karena dia meninggalkan Indonesia dan menetap di Negara Belanda.

RSJ Dr. Radjiman Wedyodinigrat

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Radjiman Wedyodinigrat (https://ngalam.co)

RSJ ini yang terletak di Jl. Jend A Yani, Lawang, Kabupaten Malang ini didirikan, berdasarkan Surat Keputusan Kerajaan Belanda No. 100 tanggal 30 Desember 1865. Tetapi RS ini mulai dibangun pada 1884 karena Pemerintah Hindia Belanda terlebih dahulu mebuat RSJ di Bogor. Pembangunan di Malang sendiri baru selesai pada 23 Juni 1902dengan nama Krankzinnigengestich te Lawang dan diresmikan oleh oleh Direktur Onderwijs Van Eeredienst En Nijverheid (sekarang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan).

Alasan didirikan RSJ ini banyak sekali orang yang mengalami gangguan kejiwaan yang tidak tertangani sebagaimana mestinya. Padahal pasien yang rata-rata adalah para tentara ini sangat membutuhkan perawatan untuk memulihkan mentalnya agar bisa normal ketika selesai tugas dan kembali ke negaranya. Pada masa itu, perawatan pasien mental diserahkan kepada Dinas kesehatan Tentara (Militaire Gezondheids Dienst).

Saat dibuka, RSJ ini mampu menampung 500 orang (https://ngalam.co)

Pada masa perang, RSJ ini pernah menjadi markas Tentara Belanda karena daerah tersebut adalah pintu pembuka masuknya serangan ke Malang. Sementara pada masa Jepang, fungsi RS ini tidak berjalan dengan baik karena banyak tenaga kerja yang merupakan warga Belanda ditangkap.

Saat merdeka, kondisi RS ini sempat tidak menentu akibat berbagai macam pergolakan, hingga akhirnya berjalan normal kembali pada tahun 1978.

SD Kristen St Fransiskus

SD Kristen St Fransiskus (https://www.google.com)

Terletak di Jl. Tawang Argo No.7, Lawang, Kabupaten Malang, didirikan sejak 4 Oktober 1931.

Bangunan

Pintu gerbang selebar sekitar 5 meter itu diapit dua tembok tebal di sisi kiri dan kanannya. Masuk lebih dalam, tampak beberapa bangunan lawas yang tetap dipertahankan. Salah satunya, yakni ruangan untuk 4 suster.

Gaya arsitekturnya khas Italia. Di beberapa sumber disebutkan, gaya arsitektur dari Italia cukup berpengaruh di Eropa pada tahun 1800-an. Penyebarannya pun mulai meluas pada abad ke-19. Diduga, di masa itulah pendirian gedung CPM.

Wisma Argosonyo

Rumah pribadi H. Soepri Hadiono (https://radarmalang.id)

Terletak di di Dusun Krajan, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, dibangun sejak 1908.

Tampak depan Rumah pribadi H. Soepri Hadiono (https://www.malangtimes.com)

Sekarang dimiliki oleh H. Soepri Hadiono, pemilik rumah tersebut, rutin merawatnya. Tampak beberapa barang koleksinya terpajang. Ada mesin ketik, radio kuno, serta meja dan kursi berbahan kayu yang masih kokoh. Nuansa kolonial terasa di kediaman di lahan seluas 2.950 meter persegi itu.

Gedung Griya Bina (Gedung Bergzicht)

Gedung Griya Bina (https://transnada.biz)

Terletak di Jl. Wolter Monginsidi No.1, Lawang, Kabupaten Malang. Gedung Bergzicht yang pada masa kolonial dijadikan sebagai tempat panti asuhan putri Protestan. Gedung itu dahulu berada di Resident Perenboom Boulevard.

Gedung Bergzicht berubah nama menjadi Gedung Griya Bina sekarang ini dan difungsikan sebagai gedung pertemuan dan tempat resepsi pernikahan. Gedung tersebut dikelola oleh Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Lawang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Wisata Sejarah di Kota Malang Jawa Timur

Fri Dec 28 , 2018
Kota Malang secara geografis berada di lokasi yang nyaman dengan dikelilingi pegunungan. Hal ini membuat kota ini cocok dibuat sebagai kota hunian dan peristirahatan yang nyaman dan teduh. Kemudian sejak Undang-Undang yang mendorong pengembangan dan masuknya modal swasta asing, maka Malang semakin berkembang menjadi kota pusat perkebunan. Tempat pemukiman penduduk […]