Wisata Kuliner Terbukti Berkontribusi Besar pada Negara

Festival Kuliner Nusantara di Serpong (https://jurnal-ap.blogspot.com)

Wisata kuliner terbukti berkontribusi besar terhadap perekonomian negara berikut komunitas lokal di sekitar kawasan wisata berada, kata pejabat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Dadang Rizki Ratman.

“Berbagai data menunjukkan bahwa kontribusi wisata kuliner terhadap perekonomian berbagai negara di dunia sekitar 25 persen,” kata Plt. Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Dadang Rizki Ratman di Jakarta, kemarin.

Pihaknya mencatat pada 2007 nilai wisata kuliner di Amerika Serikat sebesar 52 miliar dolar AS, di Kanada pada 2010 sekitar 9 miliar CDN, dan di Indonesia kontribusi sektor kuliner terhadap PDRB Indonesia tahun 2013 mencapai Rp209 triliun.

Menurut WFTA, industri wisata kuliner mencakup 20 segi luas yang dikategorikan dalam kelompok Food & Beverage (Restoran & jasa makanan minuman, Produsen & Distributor Makanan, Produsen & Distributor Minuman, Kursus dan Kelas memasak, Acara Kuliner, Pedagang & Toko Kuliner, Ladang dan Pasar Petani).

Selain itu Travel & Hospitality (Organisasi pemasaran destinasi wisata, Operator wisata kuliner, pemandu, paket dan agen perjalanan; Penginapan; Atraksi kuliner; Pertemuan dan Konvensi).

Bazar Kuliner

Selanjutnya juga Related Groups (Asosiasi dan kelompok dagang, Mahasiswa dan peneliti, Media, Jasa profesional, platform teknologi, Pemerintah); serta Consumers (konsumen).

“Kemenparekraf sudah mencanangkan 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia (IKTI) sebagai platform awal pengembangan kuliner Indonesia dengan tumpeng sebagai lokomotif penggeraknya,” katanya.

Dalam waktu dekat ini kata dia Pemerintah akan mengeluarkan Cetak Biru Industri Kreatif, termasuk sub-sektor kuliner.

Pihaknya berupaya mendongkrak kinerja bidang kuliner agar dapat meningkatkan jumlah kunjungan turis ke Indonesia, sekaligus meningkatkan penjualan dan pendapatan dari sektor pajak.

Di sisi lain wisata kuliner juga diharapkannya mampu menampilan keunggulan kompetitif baru serta bisa meningkatkan kepedulian komunitas terhadap pariwisata dan makanan-minuman unik di tempat mereka.

Sumber: Antaranews

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Ekspor Batik Indonesia Meningkat

Thu Oct 2 , 2014
Ilustrasi – Pameran Batik Warisan Budaya VII Ketua Yayasan Batik Indonesia (YBI) Ny. Jultin Ginandjar Kartasasmita memperhatikan produk batik pada Pameran Batik Warisan Budaya VII di Plasa Pameran Industri, Jakarta, 30 September 2014. (Kemenperin.go.id) Ekspor batik Indonesia meningkat dari 32 juta dolar AS pada 2008 menjadi 300 juta dolar AS […]