... (several lines of code) ... https://optimize.google.com/optimize/home/#/accounts/175585813/

Tips Bersepeda Aman Saat Pandemi Virus Corona

Rossi dengan sepeda Haibike SDURO E-bikes (https://ayobandung.com)

Sobat harus memendam hasrat melancong saat pandemi virus Corona untuk turut berperan aktif memutus rantai penularan COVID-19. Untuk menjaga kebugaran, traveler dianjurkan tetap berolahraga.

Nah, olahraga yang belakangan kembali menjadi tren adalah bersepeda. Selain itu, sepeda menjadi salah satu solusi setelah operasional transportasi umum dibatasi.

Sejumlah Polwan cantik meriahkan Gowes #iRide4Peace bareng kampanyekan pemilu damai (https://www.liputan6.com)

Agar bersepeda tetap aman bagi sobat di masa pandemi virus Corona maka sobat juga wajib mematuhi sejumlah imbauan umum untuk meminimalkan penularan COVID-19. Di antaranya dilarang berkerumun dan menjaga kebersihan.

Selain itu, sejumlah tips untuk tetap aman bersepeda juga disarankan. Apa saja? Pegipegi merilis sejumlah tips agar traveler tetap aman bersepeda saat pandemi COVID-19.

Ratusan wanita berkebaya Banyuwangi gowes (https://mediaindonesia.com)

Berikut rangkuman tips agar sobat tetap aman bersepeda atau gowes saat pandemi COVID-19:

1. Update Informasi Kawasan Aman Bersepeda

Kamu mau bersepeda di saat PSBB ini? Jika ya, maka hal pertama yang harus traveler ketahui adalah adalah kawasan khusus pesepeda. Yakni, wilayah mana yang tetap buka ataupun ditutup.

Informasi kawasan gowes bisa didapatkan melalui berbagai sumber, salah satunya portal berita online terpercaya. Juga, rilis dari pemerintah setempat.

2. Menghindari Jalur yang Ramai atau Keramaian

Selama PSBB dan terkait kesehatan, traveler perlu memperhatikan jalur yang akan dilewati. Pilihlah jalur yang aman dan nggak terlalu ramai.

Selain itu, sebisa mungkin, hindari keramaian dan juga kawasan zona merah yang dapat dipantau perkembangannya secara online.

3. Bersepeda Secara Mandiri di Area Sekitar Rumah

Bersepeda memang lebih menyenangkan jika dilakukan beramai-ramai. Tapi, selama pandemi virus Corona, gowes lebih baik dilakukan secara mandiri.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) melalui keterangan yang diberikan oleh dr. Michael Triangto, Sp.KO, mengimbau agar masyarakat dapat bersepeda secara mandiri atau maksimal lima orang (yang tinggal dalam satu rumah, bukan orang lain) di area sekitar tempat tinggalnya.

4. Utamakan Prinsip Jaga Jarak dan Memakai Masker

Meskipun saat bersepeda traveler nggak bersentuhan langsung dengan orang lain, namun traveler tetap perlu menjaga jarak. Jaga jarak antarpesepeda dari depan ke belakang diimbau oleh PDSKO yaitu minimal 20 meter.

Selain jaga jarak saat gowes, penggunaan masker yang baik dan benar juga perlu diperhatikan. Jangan lupa membawa hand sanitizer dan membersihkan sepeda, terutama di bagian-bagian yang bersentuhan dengan tangan.

5. Dilakukan dengan Intensitas Sedang, Bukan Tinggi

Bicara tentang olahraga secara keseluruhan dan terkait pencegahan risiko penularan COVID-19, olahraga dengan intensitas tinggi nggak dianjurkan oleh PDSKO karena justru menurunkan imunitas. dr. Michael menyebut olahraga yang dianjurkan saat pandemi ini yang mengutamakan kebugaran, yaitu olahraga dengan intensitas ringan sampai sedang. salah satunya, gowes.

6. Memastikan Tubuh dalam Kondisi Benar-benar Fit

Sebelum berangkat bersepeda, traveler harus memastikan bahwa kondisi tubuh benar-benar sehat dan bugar. Itu untuk menghindari hal-hal yang nggak diinginkan saat gowes.

7. Pakaian yang Pas

Terakhir, gunakan juga pakaian yang lebih tertutup seperti kaos lengan panjang, celana panjang, dan topi saat gowes.

Sumber: detik

Share and Enjoy !

0Shares
0

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Jejak Manusia Purba di Loyang Mandale dan Loyang Ujung Karang Aceh Tengah Aceh

Fri Jan 1 , 2021
Loyang Mendale dari atas (https://www.youtube.com) Loyang (gua) Mendale dan Loyang Ujung Karang, terletak di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Wilayah berbukit di sisi danau laut tawar, Aceh Tengah, menyimpan cerita panjang perjalanan leluhur manusia Nusantara ribuan tahun lampau. Dataran setinggi lebih dari 1.600 meter di atas […]