Kain Tenun Silungkang Sumatera Barat

7d195-20150123-075704_nv310506nvsilungkang-002-185x220

Sahabat GPS Wisata Indonesia, tenun atau songket Sumatera Barat ada dua macam yaitu Tenun Pandai Sikek dan Tenun Silungkang, yang akan diterangkan sekarang.

Kain songket merupakan produk tenunan Minangkabau yang berkualitas tinggi dan seringkali difungsikan sebagai alat kelengkapan kostum tradisional oleh designer baju. Salah satu wilayah yang terkenal sebagai sentra industri songket lokal di Minangkabau adalah desa Silungkang yang terletak di tepi jalan lintas Sumatera sekitar 95 km dari kota Padang. Songket Silungkang umumnya dibuat secara tradisional, menggunakan alat tenun yang memiliki kemiripan dengan alat menenun Pandai Sikek namun ukurannya jauh lebih besar. Catatan sejarah menyebutkan bahwa teknik pembuatan kain songket yang berkembang di Silungkang, konon dibawa oleh Baginda Ali dari Negara Bagian Selangor pada abad ke-16.

Kain Songket Silungkang

9940e-silungkang-000 Sumber : https://indonesia.travel

Seperti halnya didaerah lain, kegiatan menenun kain songket di Silungkang umumnya dilakukan oleh para perempuan dalam rumah mereka. Ragam hias dan pola-pola yang tertuang dalam kain songket silungkang secara garis besar banyak dipengaruhi oleh kekayaan alam Minangkabau. Sekalipun ragam hiasnya tercipta dari alat yang sederhana dan proses kerja yang terbatas, namun bagi masyarakat setempat kain songket bukan hanya sekedar kain, melainkan karya seni yang diangkat dari hasil cipta, rasa dan karsa penenunnya.

Kain Songket Silungkang

d8776-silungkang-001 Sumber : https://silungkang.org

Motif-motif yang ditampilkan pada kain songket silungkang sebagian besar diberi nama tumbuh-tumbuhan, binatang, atau benda-benda lain. Sebut saja ragam hias pucuak rabuang, motif burung, sirangkak, dan balah katupek yang diambil dari lingkungan alami. Berdasarkan ragam hiasnya terlihat jelas bahwa kain songket dari Silungkang terkesan lebih sederhana bila dibandingkan dengan ragam hias kain tenun Pandai Sikek yang sangat rumit.

Kain Songket Silungkang

133e3-silungkang-002  Sumber : https://songketsilungkang.com

Selain berfungsi untuk memperindah tampilan kain, ragam hias yang disematkan pada kain songket ternyata memiliki makna tersendiri. Salah satu contohnya adalah pucuak rabuang yang merepresentasikan tanaman rebung yang sangat berguna dalam kehidupan manusia. Ketika masih kecil rebung dapat digunakan sebagai bahan sayuran, dan ketika telah tumbuh menjadi besar bambunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.

Kain Songket Silungkang

de788-silungkang-003 Sumber : https://songketsilungkang.com

Untuk menghasilkan kain songket yang bervariasi, pada perkembangan selanjutnya para pengrajin kain songket silungkang mulai memadukan teknik tenun ikat dengan teknik songket. Selain benang katun, bahan yang digunakan juga diambil dari benang sutera dengan hiasan benang makau atau benang katun berwarna. Produk yang dihasilkan dari kain songket silungkang tidak hanya terbatas pada busana wanita, melainkan dekorasi dan aksesori lainnya seperti bantal permadani, selendang, sapu tangan, gambar dinding, hingga taplak meja.

Kain Songket Silungkang

ffa64-silungkang-004 Sumber : https://silungkang.org

Supaya awat dan terhindar dari kerusakan yang tidak diinginkan kain songket hendaknya disimpan dalam keadaan bersih dengan cara digulung dan dilapisi kertas minyak putih. Tujuannya adalah untuk meminimalisir kontak antara benang pakan dengan benang emas yang terbuat dari logam dan menghindari timbulnya bekas lipatan yang sangat sulit dihilangkan.

Kain Songket Silungkang

7b15b-silungkang-005 Sumber : https://songketsilungkang.com

Semoga bermanfaat.

Sumber: Fitinline

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Tenun Palembang

Sun Feb 1 , 2015
Tenun Palembang motif Bungo Pacik (https://serbaserbipernik.blogspot.com) Konon, tenunan dari daerah Palembang sudah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Teknologi pembuatannya sebenarnya bukan murni berasal dari daerah tersebut, melainkan dari China, India dan Arab. Adanya perdagangan antara bangsa-bangsa tersebut dengan Kerajaan Sriwijaya menyebabkan terjadinya akulturasi, yaitu saling menyerap unsur-unsur kebudayaan yang satu […]