Tarian Tradisional Gresik Jawa Timur

Tari Enggang

Kesenian tradisional merupakan kesenian yang berkembang secara turun-temurun yang mempunyai unsur-unsur kepercayaan dan interpretasi tradisi masyarakat. Hal ini selaras dengan pendapat Sumandiyo Hadi (2007: 13-14) yang mengatakan bahwa sebagian besar didasari dari ungkapan ekspresi manusia yang sering dihubungkan dengan kekuatan alam, kekuatan supranatural ataupun pemujaan, serta ritual kepada roh nenek moyang.

Ciri-ciri kesenian Gresik masih berhubungan erat dengan kepercayaan masyarakat sekitar. Kesenian tradisional yang dimiliki oleh Kabupaten Gresik, antara lain Pencak Mancan, Mandailing, Tari Tayung Raci, Samrah, Kercengan, Tari Masmundari, Damar Kurung dan lain-lainnya.

Tari Zavin Mandilingan

Tari Zavin Mandilingan (https://musik.pokelagu.com)

Tari Zavin Mandilingan merupakan tarian tradisional khas Gresik yang berasal dari Kelurahan Bawean. Tarian ini mendapatkan akulturasi budaya Arab dalam peralatan dan jenis musik yang digunakan. Awalnya tari Zavin Mandilingan merupakan tarian hiburan bagi raja-raja di istana yang dibawa oleh pedagang-pedagang Arab pada abad 16. Disamping sebagai hiburan pada saat itu tari Zavin Mandilingan juga digunakan sebagai media penyebaran agama Islam di Gresik.

Tari Damar Kurung

Tari Damar Kurung (https://twitter.com)

Damar Kurung sebenarnya bukanlah tarian, melainkan sebutan untuk lampu khas Gresik yaitu lampion atau lentera. Munculnya tari Damar Kurung merupakan bentuk aspirasi untuk melestarikan kesenian lentera Damar Kurung, buah karya seniman asal Gresik Almarhumah Mbah Masmundari. Hal ini untuk menunjukkan keceriaan anak-anak sampai orang tua ketika bermain Damar Kurung. Tarian Ini tergolong baru karena muncul pertama kali tahun 2013, namun setelah itu banyak siswa sekolah yang membawakan tarian ini terutama untuk pembukaan sebuah acara.

Tari Masmundari

Tari Masmundari (https://penaridotorg.wordpress.com)

Terinspirasi dari dedikasi seorang masmundari sebagai pelukis damar kurung, yang gigih dan giat menuangkan kehidupannya dalam sebuah gambar yang berbentuk lentera untuk menerangi hidup di sekitarnya sebagai tuntunan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tari Masmundari diciptakan sekitar tahun 2012-2013 dan pertama kali ditampilkan di Gedung Cak Durasim Surabaya pada acara Festival Karya Tari Jawa Timur 2014, tepatnya 29 April 2014.

Tari Tayung Raci

Tari Tayung Raci (http://journal.isi.ac.id)

Tari Tayung Raci merupakan kesenian tradisional yang berasal dari Desa Raci Kulon, Sidayu, Gresik. Tari Tayung Raci mengkisahkan kegagahan seorang senopati dalam melawan penjajahan. Tarian khas Gresik ini biasanya diperankan oleh 21 penari yang berpakaian ala prajurit jaman dulu lengkap dengan tombak atau perisainya. Alat musik tradisional seperti gendang, kenong, dan tanjidor mengiringi keelokan para penari. Salah satu penari berperan sebagai Demang Sindupati yang menunggang seekor kuda putih dengan kawalan 7 orang prajurit. Tari Tayung Raci juga mendapat akulturasi budaya Arab yang ditandai dengan sholawat Nabi sesuai konsep acara.

Tari Pencak Macan

Salah satu tarian khas Gresik yang masih bertahan adalah tari Pencak Macan. Kesenian ini berkembang di wilayah Kelurahan Lumpur dan Kroman. Tari Pencak Macan awalnya merupakan gabungan kesenian pencak macan dan olahraga pencak silat. Pencetusnya bernama Miadi yang memiliki kelompok kesenian Pencak Macan tertua d Gresik. Eksistensi kelompok Pencak Macan bentukan Miadi sempat mengalami penurunan sebelum salah satu muridnya mendirikan kelompok Pencak Macan lain yang diberi nama Seputra. Sanggar Seputra sampai saat ini masih berdiri dengan puluhan muridnya.

Dalam prakteknya, Pencak Macan merupakan pengiring arak-arakan pengantin tradisional Kelurahan Lumpur. Banyak makna yang terdapat dalam kesenian ini baik yang berupa makna simbolis maupun filosofis. Secara garis besar Pencak Macan adalah doa bagi pengantin baru supaya menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, dan warahmah ditandai dengan simbol dan alat-alat yang digunakan dalam pementasannya.

Tari Enggang (Tarian Burung Enggang)

Tari Enggang (https://pwmu.co)

Tari ini dibawakan delapan siswa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik dengan bulu unggas sebagai salah satu aksesorisnya. Gerakan memutari panggung dan kepakan bulu unggas yang dihias di sela-sela jari penari.

Sumber: gresik

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Tarian Tradisional Kabupaten Mojokerto Jawa Timur

Mon Aug 16 , 2021
Tari Mayang Rontek Kabupaten Mojokerto adalah salah satu wilayah di Jawa Timur yang tiada jauh berbeda dengan Kota Mojokerto khususnya dalam bidang ragam corak budaya yang memiliki nilai-nilai sejarah yang banyak pengaruh dari Kerajaan Majapahit (abad 13-15). Tari Bedhoyo Majapahit Tari Bedhoyo Majapahit (https://radarmojokerto.jawapos.com) Merupakan tarian keraton yang merupakan upaya […]