Tarian Tradisional Banyuwangi Jawa Timur

1

Kabupaten Banyuwangi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten ini terletak di ujung paling timur pulau Jawa. Penduduk Banyuwangi cukup beragam, tetapi mayoritas adalah Suku Osing (suku asli banyuwangi).

Kini Kab Banyuwangi juga telah memiliki akses transportasi yang semakin lengkap. Banyuwangi telah memiliki Lapangan Terbang Blimbingsari – Rogojampi, Pelabuhan – Ketapang, beberapa terminal dan stasiun di tempat-tempat strategis dan akses jalan raya yang cukup baik

Tari Gandrung Banyuwangi

Tari Gandrung Banyuwangi (https://marketplus.co.id)

Tari Banyuwangi yang satu ini telah menjadi lambang kota Banyuwangi hingga Banyuwangi sering dipanggil sabagai Kota Gandrung. Tari Gandrung adalah tari perayaan panen yang terinspirasi pada pesona Dewi Sri yang dianggap sebagai Dewi Padi dan Kemakmuran.

 Tari Gandrung Banyuwangi (https://acakadul.com)

Pada awalnya tarian ini diperankan oleh para laki-laki yang didandani layaknya para perempuan. Namun kini para penari perempuan yang masih terlihat aktif. Hal ini dikarenakan fatwa para ulama’ yang melarang laki-laki berdandan dan berkelakuan seperti perempuan. Namun yang kini menjadi ikon Kota Banyuwangi adalah Tarian Gandrung wadon atau Tarian Gandrung Wanita.

Tari Gandrung Banyuwangi (https://banyuwangitourism.com)

Tari Seblang

Tari seblang merupakan cikal bakal terciptanya tari gandrung. Tari ini masih dilestarikan dua desa di Banyuwangi, yakni Desa Oleh Sari dan Desa Bakungan. Dua desa ini memiliki kesamaan dalam pelaksannanya yakni penari adalah seorang wanita yang ketika menari dimasuki roh halus nenek moyang. Namun dua desa ini juga memiliki beberapa perbedaan dalam detail pelaksanaannya.

Desa Oleh Sari memilih penari seorang wanita kecil yang belum akil balig. Sedangkan di Desa Bakungan penarinya adalah wanita yang sudah berumur dan tidak lagi mengalami haid (menopause). Waktu pelaksanaan juga berbeda, jika Desa Oleh Sari melaksanakannya di satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri, maka Desa Bakungan melaksanakannya satu minggu setelah Hari Raya Idul Adha.

Tari Erek-erek

Tari Erek-Erek (https://documents.tips)

Tari Banyuwangi yang satu ini lebih menuju ke arah tata cara pemuda dan pemudi memulai hubungan asmara. Diawali dengan memandang, mengatur pertemuan khusus hingga menuju pada hubungan yang lebih serius.

Tari Santri Mulih

Merupakan tari Banyuwangiyang cukup baru hadir di Banyuwangi. Tarian ini diciptakan oleh Bp. Sumitro atau yang biasa dipanggil Kang Mitro pendiri dan pemimpin Sanggar Tari Jingga Putih. Tari ini diciptakan tahun 2008. Sedangkan tema yang diambil adalah kisah para santri pesantren yang menimba ilmu di pesantren dan akhirnya kembali ke rumah dan berbaur kembali dengan masyarakat.

Tari Barong Banyuwangi

Tari Barong Banyuwangi (https://banyuwangikab.go.id)

Tari Banyuwangi yang satu ini biasa dipertunjukkan di acara adat “Barong Ider Bumi” yang diadakan tahunan di Desa Kemiren Banyuwangi. Acara adat tersebut dipercaya dapat menolak balak. Iring-iringan barong itu diarak keliling kampung. Dibelakangnya ada tujuh perempuan tua yang membawa ubo rampe (perkakas ritual) dan lima perempuan pembawa beras kuning dan uang Rp 99.900

Tari Puput Bayu

Tari Puput Bayu (http://www.netralnews.com)

Merupakan Tari Banyuwangi bernuansa perang. Puput Bayu merupakan perang terkejam di Banyuwangi antara para penduduk asli Blambangan dan VOC Belanda. Peperangan ini dikemas dalam sebuah seni tari yang diberi judul “Tari Puput Bayu”.

Tari Jaranan Buto

Tari Jaranan Buto (https://panjiblambangan.blogspot.co.id)

Kata ‘buto’ mengandung arti raksasa. Jadi, tari jaranan buto mengandung arti kuda lumping raksasa.

Tarian ini biasanya dimainkan oleh 16-20 orang. Hanya saja, tarian ini pun hampir musnah, biasanya tarian ini dipentaskan ketika ada acara khinatan dan pernikahan. Penarinya pun rata-rata laki-laki.

Bisa dilihat pada gambar, mereka bermake up tebal dan sangat menyeramkan. Konon katanya karena Jaranan Buto diambil dari Menak Jinggo. Sosok manusia yang berwajah raksasa.

Gerakannya pun terkadang ekstrim, ada akting bertengkar. Hati-hatilah kamu bila ingin mengikuti tarian ini, tidak aneh bila di akhir acara salah satu pemain akan kesurupan.

Musik yang digunakan adalah kendang, dua gong besar, kecer, dua bonang, dan kempul terompet.

Tari Sabuk Mangir

Tari Sabuk Mangir (https://www.youtube.com)

Tari sabuk mangir memiliki latar belakang yang bersifat magis. Istilah sabuk mangir merupakan perpaduan dari dua kata, yaitu sabuk berarti ikat pinggang dan mangir nama sebuah desa di Rogojampi. Sabuk mangir terkenal sebagai sabuk sakti orang Mangir. Berdasarkan kepercayaan bahwa ada kekuatan gaib yang berada dalam sabuk tersebut, orang Mangir berusaha melawan musuh-musuhnya, baik yang musuh yang fisik maupun non-fisik.

Tari Padhang Ulan (Terang Bulan)

Tari padhang ulan (https://chicobattlebob.blogspot.co.id)

Tari padhang ulan (terang bulan),  sesuai dengan situasi yang melatar belakanginya, maka tari padhang ulang mempunyai ciri khas lincah, gembira, dan agak erotis.

Masyarakat Banyuwangi mempunyai sifat ceria, baik dalam permainan maupun dalam kesenian. Ketika bulan purnama (padhang ulan) antara tanggal 13–17 bulan Jawa, kaum muda mengadakan permainan di perkampungan-perkampungan maupun di pantai, baik secara berkelompok maupun berpasangan. Pada saat seperti ini dimanfaatkan untuk bersenang-senang saja atau untuk mencari jodoh. Situasi seperti inilah yang akhirnya memberikan inspirasi kepada para seniman Banyuwangi untuk menciptakan lagu-lagu, gending, dan tari padhang ulan (terang bulan).

Tari Pupus Widuri

Tari Pupus Widuri (https://documents.tips)

Pupus widuri terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Using, yaitu pupus yang berarti daun muda dan widuri adalah nama sejenis makhluk cantik atau bidadari. Jadi, makna kata pupus widuri adalah gadis muda yang sangat cantik seperti bidadari.

Tarian ini dilakukan oleh seorang gadis yang baru menanjak remaja. Tari pupus widuri merupakan gabungan dari beberapa gerak tari tradisional Banyuwangi, seperti tari seblang, tari gandrung, tari gridhoan, dan tari ngarak penganten. Gerakan tari-tarian tersebut digabung dan dikonstruksikan sedemikian rupa sehingga menjadi suatu gerak yang harmonis dan bisa membuat penonton terpesona, baik oleh gerakan maupun kecantikan penarinya.

Tari Keter Wadon

Tari Keter Wadon (https://documents.tips)

Keter wadon adalah sebuah tari yang diilhami oleh kegiatan burung-burung pipit yang lincah, bebas berkeliaran di udara, mencari makan di mana-mana tanpa ada yang menghalangi, kecuali si anak nakal. Mereka beterbangan di udara, hinggap di atas pohon, bermain di telaga bening, berjemur di panas matahari sambil bercengkerama. Namun, malang karena seekor dari mereka jatuh dipanah, disumpit atau ditembak oleh seseorang yang jahil sehingga ia ditinggal pergi oleh teman¬temannya yang lari ketakutan dan mencari dunia yang lebih bebas dan aman.

Tari Walang Kadung

Tari Walang Kadung (https://documents.tips)

Tari walang kadung adalah salah satu seni tradisional daerah Banyuwangi yang penciptaannya berdasarkan pengalaman atau pengamatan terhadap kehidupan walang kadung di pohon-pohon atau dedaunan. Walang kadung merupakan jenis serangga yang biasa hidup di daun-daun muda pohon jambu kluthuk (jambu batu). Jika diperhatikan, gerakan binatang ini sangat menarik, terutama pada kaki depannya, kaki belakang yang panjang tidak pernah diam, kepalanya yang tidak pernah tunduk, serta matanya yang selalu terbelalak.

Walang Kadung (https://www.youtube.com)

Tari Jaran Goyang

Tari Jaran Goyang (https://kanal3.wordpress.com)

Merupakan tari khas yang berasal dari Kabupaten Banyuwangi. Tari inimenceritakan  tentang  seorang  pemuda  yang  ditolak  cintanya  oleh seorang gadis, merasaditolak, pemuda tersebut terus berusaha dan mengejar ngejar gadis yang menjadi idamanya,namun sigadis tetap saja menolaknya.

Hingga akhirnya  pemuda itu menggunakan  ajian kesaktian berupa  Aji Jaran  Goyang, dan seketika itulah sang gadis langsung terpikat kepada pemuda tersebut.

Tari   Jaran   Goyang   tercipta,   berawal   dari   ide   garap   S.   Parman   Asal   Desa Sumbersari yang didukung oleh Soemitro Hadi asal Desa Gladak selaku penata tari Jaran Goyang. Untuk Aransmen Music Gamelanya itu di aransmen oleh   P.  Kapi asal   Desa Lemahbang Dewo, penata musicnya P. Rajuli Asal Desa Mangir.

Tari Cengkir Gading

Tari Cengkir Gading (https://www.youtube.com)

Cengkir adalah buah kelapa yang masih muda. Gading adalah jenis kelapa berwarna kuning dan pohonnya tidak terlalu tinggi. Jadi Cengkir Gading adalah buah kelapa kuning yang masih muda dengan pohon yang tidak terlalu tinggi.

Bentuk buah dari jenis kelapa ini bulat, tidakterlalu besar memang. Dan dalam masyarakat Jawa sering digunakan dalam sebagai hiasan simbolik di gapura atau pintu masuk tempat resepsi pernikahan.

Bahwa Cengkir Gading dimaksudkan sebagai sebuah simbol bahwa kaum muda adalah sebuah cengkir yang bentuknya bulat, jujur, polos, belum terimbas oleh pamrih yang bisa membuat satu semangat tidak lagi bulat. Pada masanya kaum muda adalah pewaris sah dari kehidupan ini. Rasanya manis memang, dan kita harus terpanggil untuk menjaga kebulatan dan energi kaum muda yang meskipun tidak menjulang tinggi tetapi tetap membumi dan berguna.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Tarian Tradisional Malang Jawa Timur

Sun Jan 22 , 2017
Tarian merupakan salah satu pencerminan kekayaan budaya masyarakat. Tari sendiri merupakan seni yang menggunakan gerakan tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu dengan tujuan untuk mengungkapkan perasaan, tujuan tertentu dan juga pikiran. Sebagai negara yang kaya akan budaya, Indonesia juga memiliki begitu banyak kekayaan seni tari dengan […]