Tahura Wan Abdul Rahman Lampung

Tahura Wan Abdul Rahman (http://staff.unila.ac.id)

Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rahman (WAR) terletak di Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, dan Kecamtan Kedodong, Kecamatan Gedong Tataan, dan Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

Sejarah

Taman ini merupakan kawasan hutan pelestarian alam di Propinsi Lampung seluas 22.244 Ha ditetapkan sebagai TAHURA Wan Abdul Rachman berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 742/Kpts-II/92 tanggal 21 Juli 1992.

Blok

Penangkaran rusa (https://lampung.tribunnews.com)

Berdasarkan faktor dan kriteria kondisi fisik, potyensi serta lingkungan sosial kawasan, maka tahura WAR seluas 22.249,31 ha dikelola dalam beberapa blok sesuai dengan peruntukan yaitu ;

– Blok manfaat/wisata alam
– Blok Koleksi Tanaman
– Blok Perlindungan
– Blok Lainnya :

  • blok pendidikan dan penelitian
  • blok social Forestry

Flora

Kondisi vegetasi di Tahura terdiri dari vegetasi hutan primer maupun hutan sekunder, semak belukar dan alang-alang, kebun dan tanaman pertanian atau agroforestri (UPTD Tahura WAR, 2009). Vegetasi hutan primer pada umumnya berada pada daerah perbukitan dan pegunungan yang sulit dijangkau masyarakat sehingga jauh dari gangguan. Hutan sekunder, semak dan alang-alang merupakan daerah perambahan atau garapan masyarakat yang telah mengalami suksesi. Agroforestri di kawasan ini merupakan kawasan yang diperuntukkan sebagai social forestry dan atau lahan rambahan yang dijadikan lahan pertanian oleh masyakarat.

Potensi flora di hutan primer di dalam kawasan Tahura WAR umumnya berada di berbagai gunung (Gunung-gunung Betung, Pesawaran, Sukma Hilang dan Ratai) di kawasan ini; diantaranya bambu-bambuan (Bambucaceae), berbagai jenis meranti (Dipterocarpaceae) dan bunga bangkai (Amorhpophalus sp).

Fauna

Pada hutan primer dan sekunder di Tahura WAR masih banyak ditemukan berbagai fauna. Suara siamang dan owa-owa sering terdengar pada pagi hari di puncakpuncak Gunung Betung, Sukma Hilang, Pesawaran dan Ratai serta di pinggir Sungai Way Sabu, sedangkan suara burung rangkong biasanya terdengar dari arah puncak Gunung Betung. Beruang sering terlihat pada malam hari di Talang Ogan saat masuk ke ladang dan rumah para perambah hutan.

Potensi wisata

Ada lebih dari 7 Air terjun di Tahura WAR (http://malahayati.ac.id)

  • Panorama alam Hutan, pegunungan dan bukit
  • Air Terjun (± 20 titik lokasi)
  • Gua Alam 3 lokasi
  • Sumber aitr panas 3 titk lokasi
  • Keaneka ragaman Flora dan Fauna
  • Batu lapis
  • Lembah dan sungai
  • Youth Camp Center (koleksi tumbuhan dan penangkapan burung)

Informasi lebih lanjut hubungi

Balai Konservasi Sumber Daya Alam II Tanjung Karang
Jl. Raya Haji Mena No. 1/6, Tanjung Karang, Lampung

Sumber: Pengelolaan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rahman Lampung Oleh Prianto Putro, Workshop Penyusunan Konsep Management Plan Taman Hutan Raya, Bogor 9 Mei 2007

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Tahura Raden Soerjo, Lima Wilayah Jawa Timur

Mon Feb 1 , 2021
Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soeryo (https://tahuraradensoerjo.or.id) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soeryo yang terletak di lima wilayah, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Jombang, Kabupaten Pasuruan dan Kota Batu, Provinsi Jawa Timur,  memiliki tiga jenis vegetasi hutan. Vegetasi yang dimaksud adalah vegetasi hutan alam cemara, vegetasi hutan hujan pegunungan, dan […]