Tahura Rajolelo Bengkulu

Tahura Rajolelo Jambi (https://www.youtube.com)

Taman Hutan Raya (Tahura) Rajolelo terletak di Desa Tanjung Terdana, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Utara, berbatasan langsung dengan kota Bengkulu dengan ketinggian ± 50 meter diatas permukaan laut.

Sejarah

Tahura Rajolelo Jambi (https://www.youtube.com)

Cikal bakal pembangunan Taman Hutan Raya Rajolelo Bengkulu, bermula dari rencana Gubernur Bengkulu pada akhir tahun 1982, yang ditindak-lanjuti dengan pembentukan Badan Pengelolaan Pembangunan Kebun Raya Bengkulu yang didasarkan atas Surat Keputusan Gubernur KDH Tingkat I Bengkulu No. 168 Tahun 1985, adapun lokasi yang ditetapkan Menteri Kehutanan tahun 1988 adalah kelompok Hutan Wisata puguk menakat desa Tanjung Terdana Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Utara.

Selanjutnya melalui surat Gubernur No.533 tahun 1991 dan Keputusan Menteri Kehutanan No. 126/Kpts-II/1991 menunjuk kelompok hutan Puguk menakat sebagai Hutan Wisata Alam dengan luasan 1.122 Ha.

Pemberian nama TAHURA Rajolelo diambil dari seorang pahlawan Bengkulu berdasarkan persetujuan DPRD Propinsi Dati I Bengkulu melalui Surat Keputusan No. 26/Kpts/DPRD/1995 tanggal 7 Desember 1995.

Zona

Monumen Bunga (https://www.bengkuluinteraktif.com)

Pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Rajolelo dibagi dalam zona-zona sebagai berikut:

Zona Penerima

Zona ini merupakan wilayah pertama yang akan dimasuki dan dinikmati oleh pengunjung, dengan luas 45 Ha. Pada lokasi ini tersedia sarana penunjang berupa lapangan rumput, pintu gerbang, portal, pos jaga, jembatan, plaza, bangku taman, tempat peristirahatan serta sarana dan prasarana jalan aspal yang dikanan kirinya ditumbuhi pepohonan.

Pada zona ini juga dibangun Sentra Produksi Bibit seluas ± 4 Ha, untuk mendukung kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan di Provinsi Bengkulu.

Zona Ekoton/Peralihan

Zona ini merupakan areal yang dapat memberikan gambaran peralihan antar zona letaknya ditengah-tengah dengan luas 13 Ha. Pada lokasi tersebut tersedia sarana-prasarana penunjang seperti jalan aspal, cafetaria, taman bunga, green house, lapangan bermain, bangunan panggung, lapangan upacara dan podium. Zona ini berfungsi sebagai tempat wisata alam yang menyajikan informasi singkat (miniatur) atau gambaran dan pintu gerbang/pembatas menuju zona-zona lainnya.

Zona Kebun Koleksi

Zona ini merupakan areal yang berfungsi sebagai museum plasma nutfah yang menyimpan berbagai jenis tanaman langka, tanaman eksotik maupun jenis tanaman endemik yang berasal dari seluruh Provinsi Bengkulu maupun Provinsi lain di seluruh nusantara yang memiliki habitat yang sama. Zona ini luasnya 29 Ha.

Pada lokasi ini terdapat sarana prasarana penunjang seperti jalan aspal, menara pengamat, guess house, aula pertemuan, tempat peristirahatan, taman dan koleksi berbagai jenis tanaman yang telah dilengkapi papan nama. Fungsi zona ini sebagai lokasi wisata alam dan sebagai sarana pelatihan, pendidikan dan penelitian ilmiah.

Zona Kebun Uji

Zona ini merupakan areal budidaya untuk menguji beberapa komoditi penting yang diperoleh dari jenis yang paling baik untuk habitat yang memiliki persamaan/kemiripan, dengan luas 28 ha. Pada lokasi tersebut tersedia budidaya tanaman dari jenis buah-buahan unggul seperti durian, rambutan dll yang telah dilengkapi dengan banguna teknis sipil (seperti teras sering dan saluran pembuangan air).

Sarana-prasarana penunjang yang telah dibangun seperti jalan aspal, bangunan panggung dan budidaya beberapa jenis tanaman MPTS, perkebunan dan pertanian. Fungsi zona ini sebagai sarana penelitian dan pengembangan bidang Kehutanan, Pertanian, Perkebunan dan bahkan perikanan, sarana pelatihan pendidikan dan penelitian ilmiah.

Zona Perkemahan (Camping Ground)

Zona ini merupakan areal yang dapat dijadikan sarana perkemahan, olahraga alam, kepramukaan, cinta alam, penjelajahan dan rekreasi alam lainnya, luasnya 36 Ha. Pada lokasi ini tersedia sarana prasarana berupa jalan aspal, bendungan, saluran irigasi, bumi perkemahan, hutan monokultur (Jati, Mahoni, Hopea sp dll) sehingga dapat berfungsi sebagai kawasan wahana bina cinta alam yang dapat membangkitkan tantangan seperti penjelajahan hutan, outbond, latihan SAR, kepramukaan, revling dan lain sebagainya.

Flora

Identifikasikan sementara adalah: Jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai kayu bakar ada 21 jenis. Leban ( Vitex pinnata) adalah jenis yang paling banyak dipakai sebagai kayu bakar oleh masyarakat. Sedangkan jenis yang potensial sebagai tumbuhan obat ada 14 jenis. Namun hanya 3 jenis yang masih dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat, yakni Kemutun ( Cratoxylon formasum), Belalang ( Dysoxylum arborescens) dan Kapung (Oroxylum indicum). Sementara itu jenistumbuhan yang dimanfaatkan sebagai kayu kerajinan ada 6 jenis, yakni Leban (Vitex pinnata ), Ubo (Glochidion arborescens), bamboo (Giganthochloa apus), rotan getah ( Daemonorops trichrous), bengkuang (Pandanus atrocarpus), dan rotan kesur ( Calamus ornatus). Beberapa jenis tumbuhan juga dimanfaatkan untuk bahan bangunan diantaranya kayu gadis ( Cinnamomum porrectum), kayu pule (Alstonia scholaris ), dan kayu sungkai (Peronema canescens).

Fauna

Burung

Pada tahun 2000 di kawasan Tahura juga telah dilakukan survei jenis burung, dan ditemukan sebanyak 46 jenis (Mardianto, 2000). Selama enam tahun telah terjadi penurunan kekayaan jenis yang cukup besar, yang diduga disebabkan oleh berkurangnya habitat.

Kuat dugaan yang menjadi faktor kedua yang menjadi penyebab menurunnya keanekaragaman jenis burung adalah intensitas aktivitas manusia di Tahura yang sangat tinggi. Aktivitas masyarakat secara rutin di dalam kawasan meliputi penggarapan lahan, pencarian kayu bakar, dan penggembalaan ternak (Andrianto, 2007).

Variasi jenis untuk masing-masing tingkatan, bervariasi antara 18 sampai dengan 20 jenis. Sepuluh jenis yang dominan dari masing tingkatan tersebut disajikan pada Tabel 1.

Kupu-kupu

Di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Rajo Lelo Bengkulu, ditemukan kupu-kupu yang indah dan sangat beragam salah satunya famili Papilionidae. Penelitian yang dilakukan oleh Astuti (2006) tentang “Jenis-Jenis Kupu-Kupu Papilionidae Dan Nymphalidae Di Zona Penerima Taman Hutan Raya Rajo Lelo Bengkulu” ditemukan 11 jenis Papilionidae. Diduga dengan telah perubahannya zona lingkungan awal akan berpengaruh terhadap jenis dan jumlah Papilionidae di zona penerima.

Ditemukan kupu-kupu Papilioidae sebanyak 7 spesies dengan individu sebanyak 76 individu yang termasuk ke dalam 4 genus yaitu genus Graphium, genus Pachliopta, genus Papilio, dan genus Troides.

Ada 4 jenis Papilionidae yang tidak ditemukan dalam penelitian ini yaitu Graphium antiphates, Papilio demeleus, Papilio helenus, Papilio nephelus, hal ini di duga karena telah terjadinya perubahan zona lingkungan yang mana daerah sekitar zona penerima telah banyak berubah. Yang awalnya masih banyak terdapat tanaman- tanaman sekang menjadi lahan yang terbuka.

 

Sumber: Jumal llmiah Konservasi Hayati, VoL 04 No. 02 Oktober 2008, lSSN 02/16-9487

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Tahura Wan Abdul Rahman Lampung

Mon Feb 1 , 2021
Tahura Wan Abdul Rahman (http://staff.unila.ac.id) Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rahman (WAR) terletak di Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, dan Kecamtan Kedodong, Kecamatan Gedong Tataan, dan Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Sejarah Taman ini merupakan kawasan hutan pelestarian alam di Propinsi Lampung seluas 22.244 Ha ditetapkan […]