Muhammad Maulidan Anwar pelestari Balamut Tradisi lisan lamut atau balamut adalah jenis tradisi tutur berbentuk syair, pantun, dan narasi. Lamut didendangkan dengan diiringi tabuhan tarbang. Tema yang diceritakan dalam lamut adalah mengenai keberhasilan seorang tokoh karena menggunakan kekuatan supranaturalnya dan kemudian dipuji-puji oleh masyarakat. Kesenian ini terbilang bukan kesenian populer. […]

Branjang Pamadi sedang mendalang wayang purwa atau wayang kulit (http://dalangbocah.com) Branjang Pamadi adalah salah seorang remaja di Kota Gudeg, Yogyakarta, yang memilih menjadi dalang, bukan musisi atau pemain film seperti banyak remaja lain. Ia memilih wayang, menjadi dalang, karena merasa terpanggil. Branjang menyadari betul seni pewayangan di era digital ini […]

Kiagus Wirawan Rusdi, dalang Wayang Kulit Palembang (http://kitogalo.com) Kiagus Wirawan Rusdi, anak muda yang meng-“hidup”-kan dan menghidupi kembali wayang kulit palembang. Apa yang dia lakukan itu ibarat (meminjam peribahasa Melayu lama) membangkitkan batang yang terendam. Itu pun tidak sekali jadi. Perlu waktu bertahun-tahun, bahkan untuk sekadar belajar bagaimana cara memegang […]

Sanggul Ciwidey Jawa Barat Di jawa barat terdapat satu kecamatan bernama Ciwidey, termasuk wilayah kota madya Bandung dan letaknya kurang lebih 50km disebelah selatan Bandung. Salah satu sanggul yang terenal di Jawa Barat bernama Ciwidey. Belum jelas siapa orang pertama yang menggunakan istilah itu. Nama sanggul itu agaknya tak dapat […]

Sanggul Buatun untuk pengantin wanita Betawi (https://yukohandayani.blogspot.com) Tatanan rambut bagi kaum wanita khas Betawi. Dalam masyarakat Betawi dikenal beberapa jenis sanggul, yaitu: 1. Sanggul buatun Sanggul Buatun untuk pengantin wanita Betawi (https://yukohandayani.blogspot.com) Umumnya dipakai oleh penganten dengan pakaian besar pada waktu resepsi pernikahan. Dalam pemakaian sanggul ini dilengkapi dengan sanggul […]

1

Sanggul Nyimas Gamparan Sanggul Nyimas Gamparan pada mulanya terlihat pada gambar diatas yang disimpan di Gedung Arkeolegi Banten pada abad 17-18 yaitu pada zaman kecemerlangan Sultan Ageng Tirtayasa. Sanggul-sanggul yang dipakai oleh wanita zaman itu tampak memiliki sedikit perbedaan dengan sanggul dari daerah Cilegon, Serang, Tangerang dan Pandeglang. Namun dengan […]