1

Motif Parang Centung Motif parang ternasuk baju kebesaran keraton, dan yang boleh memakai hanya Raja, Permaisuri dan putranya. Kata Parang berasal dari kata pereng yang dalam Bahasa Jawa berarti pinggiran suatu tebingyang berebtuk pereng yang menghubungkan dataran tinggi ke dataran rendah yang membentuk garis diagonal. Istilah ini diilhami dasar gambaran […]

1

Motif Parang Slobog (https://adxnurma.blogspot.com) Motif parang ini menyimbolkan keteguhan, ketelitian, dan kesabaran, dan biasa digunakan dalam upacara pelantikan. Motif ini mengandung makna harapan agar pemimpin yang dilantik itu diilhami petunjuk dan kebijaksanaan dalam mengemban amanah. Bisa juga dikenakan dalam upacara kematian karena mengandung doa agar derajatnya diangkat ke tempat yang […]

Motif Parang Kusumo (https://tumpi.id) Parang Kusumo, mengandung makna hidup harus dilandasi oleh perjuangan untuk mencari keharuman lahir dan batin, ibaratnya keharuman bunga (kusumo). Demikianlah, bagi orang Jawa, hidup di masyarakat yang paling utama dicari adalah keharuman pribadinya tanpa meninggalkan norma-norma yang berlaku dan sopan santun agar dapat terhindar dari bencana […]

1

Motif Parang Rusak Barong (https://antoniuscp.wordpress.com) Motif Parang Rusak Barong, diciptakan Sultan Agung Hanyakrakusuma yang ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya sebagai raja dengan segala tugas kewajibannya, dan kesadaran sebagai seorang manusia yang kecil di hadapan Sang Maha Pencipta. Kata barong berarti sesuatu yang besar dan hal ini tercermin pada besarnya ukuran motif […]

1

Motif Parang Rusak (https://google.com) Konon motif Parang Rusak tercipta ketika Danang Sutowijoyo tengah meditasi di Pantai Selatan. Tokoh yang bergelar Panembahan Senopati ini terinspirasi dari ombak besar yang terus menghantam bebatuan laut hingga membuat karang tersebut rusak. Motif Parang Rusak (@gpswisata) Bentuk dasar leter ‘S’ di ambil dari ombak samudra, […]

1

Batik motif Sido Wirasat (https://www.idntimes.com) Pada motif ini selalu terdapat kombinasi motif truntum di dalamnya karena melambangkan orang tua akan selalu memberi nasehat dan menuntun kedua mempelai dalam memasuki kehidupan berumah tangga.

1

Menggambarkan bahwa hidup ini terus bergerak seperti berputar atau dalam bahasa Jawa disebut cakra manggilingan yang artinya kadang di atas kadang di bawah. Hidup bersifat dinamis oleh karena itu manusia diharapkan siap menghadapi dan menyikapinya dengan bijak. Sumber: jogjatv

1

Batik Motif Parang Pamor Parang Pamor berasal dari kata Parang dan Pamor, Kata Pamor sendiri dalam bahasa jawa berarti aura atau energi yang terpancar dari diri seseorang. Dengan mengenakan batik ini, harapannya orang yang menggunakan motif batik Parang Pamor maka auranya akan keluar atau memancar (wis pecah pamore). Batik Parang Pamor termasuk […]