Senjata Tradisional Gorontalo

Gorontalo merupakan daerah yang memiliki berbagai macam artefak-artefak peninggalan leluhur. Salah satu artefak peninggalan leluhur di Gorontalo adalah senjata tradisional Gorontalo yang digunakan pada zaman dahulu untuk berperang atau sebagai alat bantu dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup.

Berikut 18 senjata tadisional Gorontalo koleksi rumah adat Banthayo Po Boide berdasarkan jenisnya.

Jenis Parang

a. Aliyawo

Aliyawo adalah senjata tradisional masyarakat Gorontalo yang digunakan pada waktu perang panipi oleh para prajurit kerajaan dalam merebut kekuasaan. Senjata ini dipakai oleh empat kerajaan yakni kerajaan Limboto, Suwawa, Gorontalo, dan Gowa.

b. Wamilo

Wamilo adalah senjata yang umum digunakan oleh masyarakat Gorontalo dalam aktivitas keseharian terutama untuk bertani. Senjata Wamilo dibuat dari bahan besi dan memiliki ta’upo (sarung) yang terbuat dari kayu kuning.

c. Banggo

Banggo terbuat dari besi dan memiliki pasangan ta’upo/sarung dari kayu hitam dan kayu kuning. Senjata Banggo adalah senjata yang umum dimiliki oleh masyarakat untuk mengolah perkebunan.

Jenis Keris

a. Baladu

Senjata ini dimiliki oleh seluruh pengawal raja di tiap-tiap kerajaan yang ada di Gorontalo pada waktu itu untuk membela diri disaat bahaya datang.

b. Badi

Senjata tersebut dipegang oleh para penjaga istana kerajaan dan pasukan berkuda setiap kerajaan di Gorontalo. Badi dibuat dari bahan logam/besi putih dansarungnya (ta‟upo) terbuat dari kayu kuning.

c. Eluto

Senjata Eluto merupakan senjata yang berasal dari Suwawa, terbuat dari material tembaga dan sarungnya terbuat dari kayu. Pemegang senjata ini adalah raja dan talenge (panglima perang).

d. Bito Palape

Wujud senjata memiliki ukuran kayu runcing ± 25 cm dan kayu pangkalnya + 20 cm terbuat dari kayu hitam. Pemegang senjata Bito Palape adalah anak raja dan keluarga istana raja.

Jenis Pedang Panjang

a. Sabele

Senjata tersebut merupakan alat utama yang sering digunakan seluruh masyarakat Gorontalo dalam bertani. Senjata Sabele tidak memiliki ta’upo (sarung).

b. Sumala

Sumala merupakan senjata yang di pakai oleh mayuru (pasukan kerajaan yang berbaju hitam). Sumala digunakan diseluruh kerajaan yang ada di Gorontalo.

c. Huwangga

Senjata Huwangga berukuran ± 95 cm. Gagang dan sarung/ta’upo senjata terbuat dari kayu hitam sedangkan mata senjata terbuat dari besi putih. Pemegang senata Huwangga hanyalah seorang raja.

Jenis Tombak

a. Totobu’o

Totobu’o merupakan senjata dengan gagang yang terbuat dari kayu hitam dan mata tombak terbuat dari besi. Pemegang senjata tersebut adalah prajurit-prajurit penjaga istana kerajaan Gorontalo. Selain itu senjata tersebut juga biasa digunakan saat berburu binatang.

b. Totobu’o Yilambua

Totobu’o Yilambua berukuran ± 205 cm, bahan gagang senjata terbuat dari kayu hitam sedangkan mata tombak terbuat dari besi putih. Terdapat elemen serat enau melingkari bagian pangkal mata senjata. Pemegang senjata Totobu’o Yilambua adalah keturunan raja laki-laki, paman raja dan prajurit istana kerajaan.

c. Sambawa

Senjata Sambawa terbuat dari kayu hitam pada gagangnya dan besi putih pada bagian mata tombak. Ukuran senjata ± 165 cm di mana salah satu bagian sisi gagangnya diukir seperti kaki lipan. Pemegang senjata Sambawa adalah keluarga/penghuni istana, remaja kerajaan, dan pasukan kerajaan.

d. Kanji Pumbungo

Senjata Kanji pumbungo berukuran ± 275 cm di mana gagang senjata terbuat dari bahan kayu hitam dan mata senjata dari besi yang berjumlah tujuh ujung. Senjata yang sering digunakan para prajurit kerajaan/istana dalam berperang dan juga digunakan untuk menagkap ikan dalam aktivitas sehari-hari.

e. Ono-ono

Senjata Ono-ono berukuran ± 195 cm di mana senjata terbuat dari batang pohon enau yang berbentuk silinder kecil. Pemegang senjata tersebut adalah para penjaga pintu belakang istana, orang-orang pertapaan, dan pengawal raja ketika berperang.

f. Dodopa

Senjata Dodopa berbentuk persegi empat memanjang dengan ukuran + 105 cm serta terbuat dari batang nibung (ombulo). Pemegang senjata tersebut adalah para prajurit penjaga batas istana, pasukan belakang, dan para pertapaan.

Kayu Pemukul

a. Kalumbi

Senjata tersebut sejenis kayu pemukul (bu’bohu) yang berukuran ± 50 cm terbuat dari kayu hitam. Pemegang senjata Kalumbi adalah pasukan panjaga istana, dan pengawal pasukan berkuda.

b. Pantilo

Senjata sejenis pemukul memiliki ukuran ± 45 cm terbuat dari bahan kayu hitam. Senjata Pantilo merupakan salah satu jenis senjata yang di pakai ketika mengahadang lawan pada saat berperang.

Sumber: Academia

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Senjata Tradisional Maluku

Sat Oct 7 , 2017
Dunia mengenali Cakalele sebagai Tari Perang asal Maluku. Faktanya sejak jaman dahulu hingga sekarang, tarian ini digunakan oleh orang Minahasa, Maluku Utara, Maluku Tengah hingga Maluku Tenggara dengan nama tarian yang sama yaitu Cakalele. Cakalele merupakan bahasa tanah yang terdiri dari dua kata yaitu “caka” yang berarti “roh” dan “lele” […]