Sejarah Permainan Tradisional Bekel (Gatheng)

ccc7f-bekel1 Bekel (https://cuilicious.worpress.com)

Bekel adalah salah satu jenis permainan tradisional dari Jawa Tengah, kalau di Yogyakarta dikenal sebagai Gatheng. Di kala senggang atau saat pulang sekolah anak-anak biasanya memainkan bekel bersama-sama.

Bekel biasanya dimainkan oleh anak-anak perempuan berusia 7 -10 tahun. Biasanya jumlah pemainnya 2 sampai 4 orang. Bekel ini dimainkan dengan aturan-aturan yang disepakati bersama.

Apa saja sih alat yang digunakan untuk bermain bekel?

1. Bola karet. Bola ini terbuat dari karet, besarnya kira-kira seukuran bola pingpong atau bola golf. Bola bekel biasanya berwarna-warni dengan motif yang menarik.

2. Biji bekel. Biji bekel yang ukurannya lebih kecil daripada bola bekel ini terbuat dari kuningan. Setiap kali main, dibutuhkan biji bekel 10 buah. Biji bekel punya 4 sisi yang berbeda.

c435f-bekel2 Bermain Bekel (https://cuilicious.worpress.com)

Bagaimana cara mainnya?

Pertama, bola dan biji bekel itu digenggam menjadi satu, kemudian bola dilempar setinggi kurang lebih 30 cm. Setelah bolanya turun dan memantul, biji bekel dilepas dalam posisi acak. Lempar lagi bolanya, lalu kita ambil biji bekel satu per satu, dua-dua, tiga-tiga, dan seterusnya sampai habis.

Kedua, biji bekel yang sudah dilepas dari genggaman dibalikkan hingga posisinya menghadap ke atas atau istilahnya ‘mlumah’. Kemudian, semua biji bekel dibalikkan lagi menjadi posisi tengkurap atau ‘mengkurep’.Setelah itu, biji bekel diubah lagi posisinya hingga sisi yang halus menghadap ke atas. Dan terakhir, ubah lagi posisinya hingga sisi yang halus menghadap ke bawah.

Ketiga, permainan akan dinyatakan berakhir/berhenti atau istilahnya mati, jika saat pengambilan biji bekel tangan si pemain mengenai atau menyentuh biji bekel yang lain.Pemain yang lebih dulu menyelesaikan permainan, dialah yang pemenangnya.

Sumber: Kidnesia

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Sejarah Asal Usul Blangkon

Tue Dec 3 , 2013
Blangkon gaya Solo Blangkon merupakan salah satu penutup kepala bermotif batik, dengan design yang unik yang mana dikenakan oleh pria sebagai bagian dari busana traditional Jawa. Namun dari beberapa sumber yang telah saya telisik, tidak ada satupun yang mengetahui dari mana asal usul pria Jawa mengenakan ikat kepala yang dinamakan […]