... (several lines of code) ... https://optimize.google.com/optimize/home/#/accounts/175585813/

Sanggul Jawa Tengah

Pada zaman Pakubuwono X, hampir semua segi kebudayaan mencapai titik kesempurnaan, termasuk seni tata  rias rambut. Oleh Karena itu bentuk sanggul tradisional inipun semakin di sempurnakan sehingga bentuknya  ada yang besar, bulat telur (lonjong) atau gepeng (pipih). Letaknya tidak lagi di bagian atas kepala, tetapi agak kebawah dan di lengkapi dengan sunggar pada kanan dan kiri kepala di atas telinga, supaya kelihatan lebih luwes.Macam-Macam Sanggul

1. Sanggul Ukel Ageng Bangun Tulak

Sanggul resmi atau sanggul kebesaran ini bentuknya memanjang seperti kupu-kupu tarung. Menurut kepercayaan suku Jawa, kupu-kupu yang hinggap dirambut, terutama kupu-kupu kuning, merupakan perlambang bahwa rezeki dan kebahagiaan akan datang. Untuk itu cara penggunaan sanggul:

  1. Bagi putra-putri remaja, ukel ageng dipakai dengan pandan.
  2. Bagi umum, ukel ageng dipakai dengan pandan dan dicampur dengan bunga mawar serta kenanga.
  3. Bagi putra-putri yang sudah bersuami, ukel ageng dipakai dengan bunga mawar tulak melati.

Ukel Ageng Bangun Tulak cocok dipakai sehari-hari, pada situasi resmi, dan pada dodotan kebesaran.

2. Sanggul Bokor Mengkurep Solo

Rambut pengantin disanggul membentuk cawan yang ditengkurapkan sehingga dinamakan menurut bahasa Jawa sebagai sanggul bokor mengkurep. Sanggul rambut tersebut diisi juga dengan irisan daun pandan dan ditutup rajutan bunga melati.

Perbedaan Sanggul bokor mengkurep gaya Yogyakarta dan Solo (https://blog.ullensentalu.com)

Adapun Sanggul bokor mengkurep gaya Solo  ciri-cirinya berbentuk besar ke bawah.

  1. Tatanan sanggul belakang yang berbentuk bokor mengkurep tidak diberi jebehan, tetapi diberi hiasan berupa burung merak. Untuk sanggul ukel tekuk  gaya Surakarta (Solo)  ciri – cirinya berbentuk lebar atas dan dilengkapi hiasan untaian bunga melati yang disebut once  “bangun tulak”.
  2. Bagian bawah sanggul dipasang untaian melati yang ditempatkan menjuntai ke depan dada, yang dinamai menurut bahasa Jawa sebagai tibo dodo.
  3. Rambut pada sisi kiri-kanan kepala ditata sedemikian rupa sehingga memunculkan bagian yang sedikit melebar dan agak meruncing yang dinamai sebagai sunggar.
  4. Di bagian atas sanggul disematkan hiasan kepala yang disebut cunduk menthul, yang berbentuk flora fauna seperti: bunga seruni, kupu, kijang, gajah, dan lain-lain. Jumlah cunduk methul anatara 7 (pitu dalam bahasa Jawa) melambangkan pitulung, ataupun berjumlah 9 yang melambangkan walisanga. Angka 5 pada jumah cunduk menthul melambangkan 5 rukun Islam. Pengenaan cundhuk menthul mengalami transformasi dari budaya Hindu ke Islam. Pada masa budaya Hindu cunduk menthul hanya berjumlah 3 yang melambangkan Trimurti, kemudian awal budaya Islam masuk hanya dikenakan 1 cunduk menthul yang melambangkan keesaan Tuhan.

3. Sanggul Ukel Konde

Sanggul ukul konde sudah umum dipakai oleh para gadis dan orang dewasa Jaman dahulu karena umumnya rambut wanita selalu panjang, bentuk sanggul ini kecil terletak agak diatas kepala dan berbentuk bulat menonjol.

Peralatan yang digunakan

  • Sisir
  • Minyak rambut(cem ceman)
  • Jepit dan Harnal
  • Harnet
  • Karet

Sanggul Ukel Konde (https://shopee.co.id)

Ornamen atau Perhiasan Sanggul

  • Tusuk konde dari kulit penyu yang diletakan kanan dan kiri sanggul

Cara membuat sanggul

  • Sebelum sanggul dibentuk, rambut diberi minyak agar mudah diatur
  • Pada waktu membuat sunggar, rambut yang berada di kanan-kiri telinga disisir dan dinaikan kaatas lalu jepit
  • Rambut yang dinaikan tadi ditarik dengan menggunakan ibu jari,sehingga rambut membentuk sunggar
  • Lalu rambut disatukan diikat dengan karet,tingginya 5 jari dari hair line bawah.
  • Dengan tangan kiri rambut dipelintir dan dibentuk lingkaran pada tempat ujung rambut yang diputarkan,agar karet tertutup
  • Lingkaran yang ditangan kiri digeser ke tengah sehingga membentuk ukel konde
  • Selipkan tusuk konde di kiri dan kanan sanggul.

Demikian caara membuat sanggul ukel konde dari jawa tengah,lestarikan sanggul ini agar tidak menjadi asing dikalangan remaja sebagai generasi penerus.

Sumber: slideshare

Share and Enjoy !

1Shares
1

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Sanggul DIY

Thu Jan 7 , 2021
Pada masa awal,busana dan tata rias Paes Ageng Kraton Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta hanya boleh dipakai raja dan kerabatnya. Namun sejak masa pemerintahan Sri Sultan HB IX di Yogyakarta masyarakat awam mulai diizinkan memakai busana yang menjadi pakem pernikahan kraton pada upaca pernikahan di luar kalangan istana.Selain Paes Ageng […]