Riang dan Bugar Saat Liburan

Liburan merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh semua orang. Maklum, pada saat itulah orang bisa terbebas dari rutinitas pekerjaan dan mengisi hari-harinya dengan aktivitas yang menyenangkan. Apalagi, jika masa liburan diisi dengan pelesiran ke luar kota untuk mengunjungi tempat-tempat wisata.

Agar hajatan berjalan mulus, sebaiknya perlu melakukan persiapan sebelum berangkat. Persiapan itu tak cuma mengenai alokasi dana, akomodasi dan perlengkapan serta destinasi tempat tetirah. Anda juga harus memperhatikan kondisi tubuh sebelum, selama, dan sesudah liburan. “Percuma kalau sehabis liburan malah sakit,” ujar Mulyadi Tedjapranata, Direktur Klinik Medizone di Jakarta.

Tentu tidak ada yang menginginkan jatuh sakit di tengah masa liburan. Masalahnya, hal tersebut sering menimpa orang yang telah berlibur karena faktor kelelahan atau kecapaian.

Menurut Mulyadi, aktivitas liburan yang berlebihan justru memberikan beban yang berat bagi tubuh. Orang yang tidak merencanakan liburan secara baik berpeluang dua kali lebih besar rentan terserang penyakit dibandingkan yang merencanakan secara matang momen tersebut.

Tubuh kita sebenarnya selalu memberikan sinyal terhadap setiap perubahan kondisi yang terjadi. Hanya, kita seringkali tidak tanggap dengan sinyal ketika kondisi tubuh melorot, terutama saat berlibur. “Ketika berlibur itu sebenarnya menguras tenaga makanya harus direncanakan dengan baik,” tukas Mulyadi.

Berbagai gangguan

Beberapa penyakit yang dapat mengganggu liburan Anda adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan, misalnya mual, muntah-muntah, dan diare. Ada juga yang terkena penyakit thypoid atau tipus.

Gangguan pada sistem pencernaan merupakan salah satu efek samping yang paling sering dialami saat berlibur. Sebab, tubuh terkontaminasi bakteri jahat yang berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Ketika berlibur, kita jangan sembarangan mengonsumsi aneka macam panganan dan minuman. Sebab, makanan dan minuman tersebut terkadang mengandung bakteri yang masih asing bagi tubuh. Otomatis, keseimbangan bakteri (probiotik) dalam tubuh bakal terganggu. Jika keseimbangan ini terganggu, tubuh menjadi rentan terkena penyakit.

Misalnya, Anda sehari-hari tak terbiasa mengonsumsi makanan berbumbu kari. Tapi saat berlibur di India, Anda melahap makanan yang kaya bumbu rempah-rempah setiap hari. “Ada tindakan berlebihan mengonsumsi makanan, dalam hal ini bumbu kari. Potensi terkena sakit perut sangat besar,” ujar Mulyadi. Tubuh memerlukan waktu menyesuaikan dengan lingkungan sekitar, termasuk asupan makanan atau minuman yang tersedia di destinasi liburan.

(https://conna21.blogspot.co.id)

Selain sistem pencernaan, seringkali orang yang berlibur mengeluhkan rasa sakit di kepala. Penyebabnya, kata Suhanto, Kepala Bidang Pelayanan Rumahsakit Mediros di Jakarta, kurangnya waktu tidur atau istirahat serta faktor lingkungan yang ekstrem.

Sayangnya, Suhanto menjelaskan, waktu dan kualitas tidur sudah pasti berkurang saat berlibur. Ketika tubuh kelelahan, oksigen yang mengalir ke otak juga ikut terganggu. Otomatis, menimbulkan rasa sakit di kepala.

Tubuh yang lelah ini rentan menimbulkan berbagai penyakit. Oleh karena itu, Suhanto menyarankan, sisipkan waktu istirahat sebanyak mungkin ketika berlibur. “Ketika di pesawat atau di mobil usahakan untuk tidur walaupun terputus-putus,” imbuhnya.

Aliran darah yang mengalir di dalam tubuh tak berjalan lancar ketika tubuh dalam kondisi lelah. Saat di perjalanan, Anda harus duduk dalam waktu yang lama. Hal ini dapat menimbulkan rasa pegal atau nyeri pada bagian tubuh, seperti kaki dan persendian.

Pada usia lanjut, kata Mulyadi, efek aliran darah yang tak lancar ini dapat mengakibatkan pembengkakan pada bagian kaki, seperti di pergelangan (ankle edema). Ankle edema merupakan pembengkakan kaki pada tungkai bagian bawah yang disebabkan oleh penumpukan cairan.

Penumpukan cairan tersebut terjadi karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah. Masalah ini tidak hanya terjadi pada satu tungkai, tetapi juga dapat menyerang dua tungkai kaki sekaligus. “Lebih bahaya lagi kalau Anda sebelumnya sudah terkena asam urat,” kata Mulyadi.

Selain beberapa penyakit umum tersebut, Mulyadi mengingatkan, kita juga harus mempersiapkan diri sebelum pergi berlibur. Persiapan ekstra terutama bagi penderita penyakit khusus, seperti asma, alergi atau jantung.

Para penderita penyakit ini sebaiknya menyiapkan dan membawa obat-obatan pribadi sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu penyakit itu timbul di tempat liburan. Maklum, obat-obatan khusus ini belum tentu mudah didapatkan ketika berlibur.

Suhanto berpesan, kenalilah kondisi tubuh, terutama penyakit yang mungkin muncul akibat aktivitas selama berlibur. “Jangan teledor. Nanti berujung sakit,” tandasnya.

Sumber: Kontan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Keluarga Makin Harmonis, Kantong pun tak Menipis

Sun Sep 15 , 2013
Karena kesibukan kerja dan aktivitas masing-masing anggota keluarga, kebersamaan dengan keluarga seakan menjadi barang mahal untuk masyarakat perkotaan. Jangankan untuk bertukar pikiran, terkadang untuk makan semeja saja susah. Padahal, kualitas hubungan dalam keluarga bisa dipupuk lewat seberapa sering anggota bertemu dan saling berkomunikasi. Soalnya, dari sinilah, permasalahan yang timbul bisa […]