Reungkan (Lapik) Aceh

Sebagai bahan bakar kebutuhan rumah tangga tradisional adalah kayu. Memasak dengan kayu memberikan akibat sampingan berupa pengotoran dapur dan peralatannya. Dapat dipastikan periuk dan belanga cepat sekali hitam. Kalau diletakkan di sembarang tempat, maka menyebabkan tempat itu kotor pula. Untuk mengatasi hal ini maka sebagai lapik atau alas bagi periuk dibuat reungkan. Reungkan terbuat dari anyaman daun kelapa, rotan atau lidi. Daun kelapa untuk sebuah reungkan tidak boleh terlalu tua dan juga tidak boleh daun yang masih berupa janur. Dengan demikian reungkan dapat bertahan lebih lama dari pada memakai daun kelapa yang sudah tua.

Reungkan termasuk alat dapur yangjarang diperjual-belikan. Ibu-ibu rumah tangga dapat dengan mudah membuatnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Salang Aceh

Fri Mar 5 , 2021
Orang Aceh sering menyimpan masakan (gulai) ikan dalam waktu yang agak lama. Ikan-ikan yang telah digulai itu pada saat-saat tertentu dipanasi agar tidak busuk. Kegunaan menyimpan ini adalah sebagai persiapan kalau kebetulan ada tamu mendadak yang dirasa perlu diberi makan. Sebagai alat menyimpan itu disediakan salang. Makanan (masakan) dalam periuk […]