Puluhan Penyair Ramaikan Baca Puisi Tolak Korupsi

Iustrasi Penyair Taufiq Ismail (ANTARA FOTO/Teresia May)

Sedikitnya 20 penyair siap hadir untuk meramaikan Roadshow Puisi Menolak Korupsi akan digelar di Mal Kartini Bandarlampung, 28 Oktober 2014 malam.

Penyair asal Lampung Isbedy Stiawan ZS yang dipercaya mengkoordinir penyair Puisi Menolak Korupsi (PMK) di Bandarlampung, Minggu, mengatakan, diperkirakan 20 penyair siap hadir untuk membacakan puisi antikorupsi.

Para penyair itu, di antaranya Syarifuddin Arifin, Murdok, Tarmizi Rumahitam, Acep Syahril, Abah Yoyok, Juperta Panji Utama, Udo Z Karzi, Alya Salaisha, Sosiawan Leak, Ayu Cipta, dan lain-lain.

“Para penyair ini hampir pasti akan bertambah, karena ada yang baru mengabarkan siap datang,” kata Isbedy, penyair yang berjuluk “Paus Sastra Lampung” itu pula.

Roadshow PMK, lanjut Isbedy, dipastikan menarik dan ramai karena digelar di pusat perbelanjaan modern termegah di Lampung.

Pejabat, polutisi, anggota dewan, pengurus badan eksekutif mahasiswa (BEM) dan ormas kepemudaan di Lampung, diundang untuk meramaikan acara bertema Pemuda Menolak Korupsi ini.

Nujir, mewakili Sammy Atmadinata dari Mal Kartini, menjelaskan, sebelum roadshow itu, diadakan lomba baca puisi menolak korupsi yang diikuti pelajar SMA sederajat dan mahasiswa se-Lampung.

“Peserta yang sudah terdaftar sekitar 40 peserta, dan masih terus bertambah mengingat pendaftaran ditutup pada Minggu ini, sebelum digelar technical meeting dengan panitia dan didampingi juri,” kata Nujir.

Dia menyebutkan, dewan juri lomba itu adalah para penyair dan pembaca puisi yang sudah tidak diragukan, yaitu Sosiawan Leak, Isbedy Stiawan ZS, dan Syaiful Irba Tanpaka.

Para pemenang I-III mendapatkan uang pembinaan Rp1.250.000, Rp1 juta, dan Rp750.000, serta kesempatan membaca puisi bersama penyair Indonesia dalam sesi roadshow, 28 Oktober 2014, katanya pula.

Sumber: Antaranews

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Perpusnas Koleksi 10 Ribu Naskah Kuno Nusantara

Sat Nov 1 , 2014
Penyelamatan Naskah Kuno – Seorang pemilik naskah kuno tampak sedang memperlihatkan lembaran naskah Al-Qur’an yang berusia sekitar 150 tahun. pemilik naskah tersebut akan menjualnya untuk keperluan keseharian. Pemilik tidak ingin menjual ke museum karena kurangnya imbalan dari pihak museum. (ANTARA FOTO/Agus Bebeng) Perpustakaan Nasional (Perpusnas), berhasil mengumpulkan dan mengoleksi 10 […]