Prosesi Pernikahan Adat Semarangan Jawa Tengah

1

Pengantin Semarangan (http://pernikahansemarang.blogspot.com)

Semarang ternyata mempunyai tradisi pengantin yang beraneka ragam. Ada perbedaan-perbedaan baik dalam tata upacara maupun busana dan kelengkapannya. Kesamaanya adalah bahwa pada awalnya semua itu bernafas Islam yang kemudian mendapat pengaruh dari Arab, Jawa, Cina, Belanda dan Melayu. Berbagai ragam tradisi pengantin itu terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, sebagai asset budaya Semarang.

Sebagaimana adat pengantin lain, dalam gaya Pengantin Semarangan juga didahului prosesi lamaran, Serah-serahan Peningset, Upacara Ukupan atau Midodareni (Jawa) dan Upacara Ijab Kabul antara pengantin pria dan wanita. Pengantin Wanita Dalam gaya Semarangan, calon pengantin wanita disebut Model Encik Semarangan, yaitu istilah yang berasal dari perpaduan antara Cina dan Arab.

Tata cara upacara adat Pengantin Semarangan yang merupakan asset dan ikon budaya masyarakat Semarang, yang masih dilaksanakan di tiga kampung yaitu Kampung Begog, Kampung Kauman dan Kampung Melayu.

A. Sebelum Upacara Adat

Sebelum  upacara adat Pengantin Semarangan ada tiga tahapan atau proses yaitu

1. Proses Pencarian

Ada 3 cara untuk mengenalkan calon pasangannya sebelum pernikahan:

  • Perkenalan dan pendekatan langsung yang dilakukan oleh calon
  • Perkenalan dan pendekatan dengan bantuan orang tua, keluarga dekat, teman, atau perantara lain
  • Perkenalan dan pendekatan dengan perantara comblang

2. Lamaran

Lamaran dilakukan di rumah orang tua calon pengantin putri, yang dibicarakan masalah hari dan tanggal pelaksanaan pernikahan. Calon pengantin pria membawa “songsongan” atau Serah-Serahan Peningset dengan jumlah angka bilangan ganjil, seperti 7, 9, 11, dan seterusnya.

Setelah prosesi penyerahan seserahan lamaran oleh pihak pria, pihak wanita akan membalas dengan jumlah yang lebih sedikit, tapi tetap dengan jumlah yang ganjil. Balasan ini biasa disebut dengan angsul-angsul.

Busana yang digunakan sesepuh putri berupa kain kebaya dan rambut disanggal model semarangan. Sedangkan busana sesepuh pria menggunakan kain sarung, jas warna gelap dan ikat kepala model pesisiran.

3. Upacara Midodereni (Ukupan)

Yaitu mandi siram dan dilanjutkan dengan acara lek-lekan di malam harinya.

B. Prosesi Pernikahan

1. Ngarak Pengantin

Ngarak Pengantin (https://saeitubaik.blogspot.co.id)

Adapun prosesi Ngarak Pengantin yang biasanya disebut kesenian khas Terbangan, ketentuannya adalah paling sedikit terdiri dari 20 orang. Rombongan ini terbagai dalam 3 (tiga) kelompok yaitu :

  1. Sembilan orang Sinoman Terbangan, yang terdiri dari 3 orang Pembawa Terbang (Rebana), 3 orang berjalan mundur (Mlaku Mundur), 3 orang pembawa Koor (Jawaban ).
  2. Sembilan orang Sinoman Blanten, yang terdiri dari 2 orang pemikul jidur (gong atau bas), 1 orang pemukul jidur, 1 orang pembawa atau penabuh kendang, 1 orang pembawa atau penabuh kentrung, 1 orang pembawa atau penabuh kenteng, serta 3 orang pembawa koor (jawaban).
  3. Dua orang pembawa Kembang Manggar (ditambah 1 orang pembawa khusus payung pengantin. Adapun jumlah kembangan manggar banyaknya tidak terbatas.

Maksud Kembang Manggar Kembang manggar disamping untuk kelengkapan Ngarak Pengantin, juga ada maksud tertentu. Yaitu :

  1. Pada masa dahulu, Pengantin Semarangan memakai Kembang Manggar asli, yaitu Bunga Kelapa.
  2. Kembang, semua orang pasti senang dengan bunga, maksudnya adalah agar kedua mempelai disenangi oleh masyarakat.
  3. Manggar adalah bunga kelapa, seperti diketahui bahwa pohon kelapa disebut Glugu, maksudnya agar kedua mempelai berlaku lugu/jujur tidak kesana kemari. Batang pohon kelapa mesti lurus, tidak ada pohon kelapa yang bercabang. Kalau ada pohon kelapa bercabang dikatakan ajaib, maksudnya agar kedua mempelai hatinyya tidak cabang kesana kemari. Tetap dan satu pendirian. Tidak menyembunyikan sesuatu masalah. Kalau ada masalah harus dipecahkan bersama antara suami dan isteri.
  4. Manggar adalah juga bahan baku utama untuk membuat gula jawa, maksudnya adalah agar kedua mempelai selalu mendapatkan manisnya kehidupan dunia dan akhirat.

Pengantin Semarangan (https://www.hipwee.com)

2. Acara pernikahan

Akad nikah yang dilakukan dengan mengelar tikar atau secara lesehan.

C. Adat setelah pernikahan

Prosesi Iring-Iringan Pengantin Semarangan Ada beberapa macam prosesi iring-iringan yang dapat direkam, yaitu :

1. Iring-iringan di Kampung Kauman

  • Dua kembang manggar berjalan dimuka sekali
  • Pengiring remaja putra-putri
  • Pengantin putra (ada yang berjalan kaki dan ada pula yang naik kuda) diiringi kerabat keluarga pengantin pria
  • Tembang rodat (maulud rodat) mengiringi para sinoman (vocalis) sering juga musik rebana pengiring ini berupa musik.terbang Blantenan.

2. Iring-iringan di Kampung Begog Pekojan

  • Dua kembang manggar
  • Kesenian kedencongan (sebi pencak silat)
  • Vocalis maulud rodat (arah mundur)
  • Penabuh maulud rodat dan jidur
  • Mempelai lelaki (ada yang berjalan kaki, ada pula yang naik kuda)
  • Kerabat keluarga pengantin pria baik remaja putra-putri maupun para sesepuh dan kedua orang tuanya

3. Iring-iringan di Keluarga Tasripin

  • Pembawa kembang manggar
  • Kesenian rebana dengan jidur sekitar 30-40 orang penabuh terbang.
  • Mempelai pria diiringi oleh kerabat dan keluarganya

4. Penampilan yang dipakai masyarakat Semarang pada umumnya adalah sebagai berikut :

  • Pembawa kembang manggar (4-6 orang)
  • Kelompok denok-kenang
  • Kembang manggar (2 orang)
  • Vocalis maulud rodat
  • Penabuh tembang rodat dan jidur
  • Pengantin pria naik kuda
  • Kelompok orang tua dan sespuh pengantin pria
  • Pembawa kembang manggar (4-6 orang) Pada upacara kirab, iring-iringan ditambah lagi keluarga, kerabat denok kenang dari keluarga pengantin putri dan penganting putra.
  • Untuk pengantin putri diusung diatas tandu dan dipayungi dengan Payung Agung . Kesenian pengiring pun bertambah dengan kesenian Balantenan.

Kelengkapan Tata Rias dan Busana

Pengantin Wanita

Adapun kelengkapan pengantin wanita adalah, memakai alas kaki selop tertutup hitam bludru bersulam mote dengan mengenakan kaos kaki, kaki songket, kebaya bludru hitam bersulam mote model Kraag Shanghai memakai sarung tangan. Perhiasan yang dipakai berupa Cincin, Gelang, Kalung Krekang, Subang dan dibagian Kraag-Shanghai memakai kancing yang terbuat dari Emas, dan lengan pakai Klad-Bahu.

Untuk pengantin Semarangan di bagian dahi dihiasi dengan beberapa perhiasan yang namanya pilis yaitu :

  1. Pilis emas dengan permata
  2. Pilis hitam yang terbuat dari Bludru dengan payet
  3. Pilis perak
  4. Yang atas sendiri Kroon sehingga kelihatan bedanya dengan pengantin yang lain.

Pada bagian kanan kiri atas telinga memakai Sumping dari Emas Permata. Untuk sanggulnya biasa memakai sisir kecil. Kembang konde diambil dari Daun Pandan, Sisir besar, Cunduk-Mentul sebanyak kurang lebih 24 buah.

Bunganya berupa bunga Melati, Cempaka Kuning yang ditusuk dengan bunga melati namanya endog remek.

Pengantin Pria

Pengantin Pria Dalam gaya Semarangan, calon pengantin pria disebut Model Pengantin Kadji (Bersurban).

Adapun kelengkapan pengantin pria adalah, memakai alas kaki selop tutup terbuat dari bludru bersulam mote, memakai kaos kaki, celana hitam bludru bersulam mote. Baju yang dikenakan pengantin pria disebut Gamis terbuat dari bahan berkilau, berlengan panjang memakai Kraag Shanghai dan juga memakai baju hitam bludru bersulam dengan Kraag Shanghai, memakai Slempang warna keemasan.

Di bagian kepala memakai surban yang dinamakan Kopyah Alfiah dengan Cunduk Mentul satu buah terletak di depan. Pada bagian samping kiri surban memakai bunga Roncean dari bunga Melati, Mawar, Cempaka Kuning dan bunga Jantil. Kelengkapan lain adalah membawa sebuah Pedang Panjangbewarna putih perak. Pada waktu diarak, pengantin pria diiringi oleh 3 (tiga) orang dibelakangnya. Tiga orang pengiring itu masing-masing memiliki peran sebagai pembawa payung pengantin dan 2 (dua) orang lainnya pembawa Kembang Manggar. Pengertian Peralatan Ngarak Pengantin Semarangan. pengiring pengantin disebut juga Ngarak Pengantin.

Semoga bermanfaat.

Sumber: slideshare

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Prosesi Pernikahan Adat Dayak Ngaju Kalimantan Tengah (Video)

Mon Jan 16 , 2017
Upacara-upacara tradisional suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah merupakan suatu mata rantai yang tak dapat dipisahkan dari Tattwa yang merupakan inti dari pada ajaran agama Hindu Kaharingan (tradisi religi asli masyarakat Dayak Ngaju) dengan susila yang merupakan aturan-aturan yang patut dilaksanakan untuk mencapai tujuan. Unsur tattwa, etika dan upacara merupakan […]