Prosesi Pernikahan Adat Minahasa Sulawesi Utara

Sepasang pengantin adat Minahasa (http://mahligai-indonesia.com)

Pernikahan yang diharapkan oleh sebagian besar masyarakat Minahasa adalah bila calon mantunya sudah mempunyai sumber mata pencaharian. Dari Pernikahan itu diharapkan agar keluarga yang baru dibentuk dapat membiayai kebutuhan hidup rumah tangganya sendiri, sehingga tidak menambah beban biaya bagi orang tuanya. Tujuan Pernikahan adalah memperbanyak keturunan dengan maksud memperluas kerabat. Dengan meluasnya kelompok kekerabatan (warga patuon), dapat memperbesar frekuensi pergaulan dan hubungan kekerabatan. Terutama dalam kegiatan sekitar rumah tangga misalnya dalam pertemuan keluarga, upacara perkawinan, dan kematian.

Masyarakat Minahasa kebanyakan menganut agama Kristen yang taat menjalankan perintah agama. Menurut ajaran agamanya, manusia tidak hidup sendiri, melainkan mempunyai ternan hidup. Dengan adanya perkawinan, seseorang diperhadapakan dengan kewajiban tertentu se bagai orang tua mereka bertanggungjawab mencari nafkah, memelihara istri, mendidik anak dan menyekolahkan anak.

Bentuk Pernikahan

Sepasang pengantin adat Minahasa (https://hot.liputan6.com)

Bentuk Pernikahan yang lazim dilakukan masyarakat Minahasa ada dua yaitu Pernikahan dengan cara peminangan dan Pernikahan bakupiara. Bentuk Pernikahan dengan peminangan, sudah umum dilakukan dan sesuai dengan adat dan agama. Menurut adat, peminangan dilakukan oleh pihak keluarga laki-laki dengan mengirim seorang perantara yang disebut waduk (Daerah Tonsea), waluk (Daerah Tombulu), sereoan (Daerah Toulour) dan pabuseian (Daerah Tomtemboan). Perantara ini adalah seorang kerabat/kenalan atau tetangga dekat yang rata-rata sudah berusia lanjut. Apabila maksud kedatangan perantara diterima pihak keluarga si gadis, maka akan ditentukan syarat-syarat tentang mas kawin dan hari pelaksanaan mengantar mas kawin. Pada upacara mengantar mas kawin, ditetapkan hari pelaksanaan pesta perkawinan dan hal-hal yang dianggap penting lainnya. Pada umumnya Pernikahan melalui peminangan dilakukan di gereja, dipimpin oleh pemimpin agama (pendeta atau pastor). Selain bertindak sebagai pemimpin agama, pendeta atau pastor juga bertindak sebagai wakil pemerintah (catatan sipil).

Saat ini bentuk Pernikahan bakupiara sudah dihapuskan. Masyarakat Minahasa dengan dibantu dewan gereja telah mengadakan pemberkatan perkawinan bagi sejumlah orang yang perkawinannya selama ini belum sah secara norma gereja.

Pelaksanaan

Pada umumnya, pelaksanaan Pernikahan di kalangan masyarakat Minahasa tidak tergantung pacta hari-hari tertentu atau bulan-bulan tertentu. Menurut mereka, apabila pihak keluarga sudah siap melaksanakan pesta perkawinan maka dicari waktu yang disepakati kedua belah pihak. Apabila telah disepakati penentuan hari Pernikahan maka akan segera diberitahukan ke pihak gereja. Urusan pemberkatan pernikahan dilakukan sepenuhnya oleh pihak gereja.

Pelaksanaan upacara adat sebelum pesta perkawinan berlangsung dilakukan pada sore dan malam hari. Puncak upacara perkawinan masyarakat Minahsa adalah pada hari pelaksanaan pemberkatan yang biasanya dilakukan pagi hari.

Sumber: Pandangan Generasi Muda Trehadap Upacara Perkawinan Adat di Kota Manado, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta 1999

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Prosesi Pernikahan Adat Bolaang Mongondow Sulawesi Utara

Wed Jul 7 , 2021
Pakaian pengantin adat Bolaang Mongondow (https://www.diadona.id) Tujuan pernikahan yang dilakukan masyarakat Bolaang Mongondow adalah untuk melanjutkan keturunan dan memperluas keluarga induk. Melanjutkan keturunan yang banyak artinya memelihara keutuhan dan pergaulan sopan santun yang telah diwariskan sejak zaman dahulu (Paloko dan Kinalaing). Mayoritas warga masyarakat Bolaang Mongondow menganut agama Islam. Masyarakat […]