Prosesi Pernikahan Adat Melayu Kayong Kalimantan Barat

Bupati Kayong Utara, Citra Duani melangsungkan pernikahan putri pertamanya, Etha Marista dengan kekasihnya Belky Gunawan di Function Hall Hotel Kapuas Palace Pontianak (https://www.suarapemredkalbar.com)

Kriteria pencarian jodoh untuk anak-anak mereka yang berdasarkan syariat agama, asal sopan, ramah-tamah, tidak sombong dan fisik yang standar saja sudah cukup memenuhi kriteria orang tua dalam pencarian jodoh anaknya. Namun ada batasan jodoh yang secara resmi berpegang teguh pada hukum syara’ dalam agama Islam atau larangan yang sekaligus mengatur perkawinan pasangan yang hendak menikah, yakni tidak diperbolehkan menikah jika masih berhungan darah dalam garis keturunan baik dari keluarga laki-laki maupun perempuan atau sanak keluarga laki-laki dengan bagian keluarga perempuan. Selain itu masalah usia atau anak yang masih dibawah umur, kesehatan maupun agama yang berbeda kecuali siap masuk agama Islam.

Sebelum Pernikahan

Perkenalan

Meresik-resik

Meresik-resik adalah upaya yang dilakukan oleh pihak laki-laki untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang perempuan yang ditaksir.

Bagi orangtua yang ingin meminang seseorang gadis untuk anak laki-lakinya, langkah pertama adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang gadis idaman anakanya itu. Setelah terkumpul data yang akurat, maka biasanya mengirim seseorang yang disebut telangke atau mak comblang mengajuk-ajuk sigadis dan orangtunya kalau-kalau berkenan menerima pinangan dari si laki-laki tersebut. Kalau pembicaraan pendahuluan beres, maka orangtua lelaki mengirim utusan secara resmi.

Membuka mulut

Membuka mulut adalah proses yang dilakukan pihak laki-laki untuk memberitahukan niat meminang kepada pihak perempuan dengan mengutus orang yang biasanya adalah sepasang suami-isteri yang sudah dikenal baik oleh keluarga pihak perempuan. Proses ini  biasanya dilakukan dengan berbicara panjang lebar dan pada saat yang tepat barulah disampaikan niat untuk meminang tersebut, serta memberikan tempat sirih terlebih dahulu yang berisi sirih, pinang gambir serta tembakau. Biasanya pihak tuan rumah meminta tempo sehari-duari untuk berunding deng keluarga. Lalu jika tempat sirih dikembalikan dalam keadaan kosong berarti peminangan diterima, sebaliknya jika dikembalikan dalam keadaan seperti semula masih berisi lengkap berarti pinangan ditolak.

Bertunangan

Ngantar tande

Ngantar tande adalah proses yang dilakukan oleh pihak laki-laki dengan masuk menandai (bertunangan) dengan mengantar barang seperti pakaian lengkap, handuk, sandal dan sepatu, alat-alat make up, paying yang jumlahnya 1-3 pasang dan sebentuk cincin. Ngantar tande biasanya dilakukan setelah ditentukan hari baik dan bulan baik, biasanya ditentukan berdasarkan perhitungan Islam.

Ngantar barang

Ngantar barang adalah proses yang dilakukan oleh pihak laki-laki untuk melakukan persiapan perkawinan.  Kegiatan ini dilakukan setelah ada kesepakatan dari kedua belah pihak. Barang-barang yang diantar berupa :

  1. Tempat sirih
  2. Seperangkat tempat tidur
  3. Selimut tebal
  4. Pakaian perumpuan lengkap
  5. Sandal dan sepatu perempuan
  6. Handuk
  7. Payung
  8. Alat-alat make up lengkap
  9. Barang perhiasan perempuan
  10. Dulang berisi bunga rampai
  11. Uang asap sesuai kesepakatan

Barang tersebut biasanya dikemas sedemikian rupa yang berbentuk angsa, ular,  buaya, bunga dll, dengan maksud agar lebih meriah.

Pernikahan

Aqad nikah

Aqad nikah ini dilaksanakan jauh sebelum hari besarnya. Ini dinamakan Nikah Gantung, karena keduanya belum boleh tidur bersama.
Aqad nikah dilaksanakan oleh Penghulu (disertai wali atau boleh diwalikan oleh penghulunya) dengan didahului dengan pembacaan qalam ilahi seorang qari/aqri’ah. Kemudian Penghulu menyampaikan Khutbah Nikahdan kemudian melakukan Aqad Nikah.

Ngundoh menantu

Acara ini di lakukan oleh 7 orang perempuan baya atau sekurang kurangnya 3 orang yang memberi minyak rambut, menyisiri dan membedaki serta mengganti pakaian dengan pakaian milik orang tua perempuan atau pakaian yang telah dipersiapkan oleh pihak perempuan.

Malam pacar

Malam pacar merupakan bagian dari prosesi adat perkawinan masyarakat Melayu Kayung. Peralatan yang digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Pelaminan (sederhana sampai yang mewah)
  2. Payung api (tempat lilin menyala)
  3. Ungkaran rotan
  4. Pacar yang sudah di tumbuk
  5. Minyak kembang setaman (wangi-wangian)
  6. Kekayun

Upacara dimulai dengan pemberian pacar yang di sebut menggulung pacar, yaitu memberikan pacar yang diletakkan diatas telapak tangan kedua mempelai oleh 7 orang lelaki.

Acara selanjutnya di sebut menguku yang di lakukan oleh 7 orang perempuan baya secara bergantian. Menguku dimaksud agar keduanya terhindar dari penyakit restung pada kukunya.

Kemudian dilanjutkan dengan menyiram minyak kembang setaman kepada kedua mempelai secara bergiliran, kemudian memasukkan uang kedalam tempat yang disediakan, kegiatan ini di sebut mengecor.

Setelah upacar mengecor selesai, maka diberikan hidanganringa kepada hadirin dan kemudian mempelai laki-laki dan rombongan pulang kerumah orang tuanya dengan membawa dulang yang brisi juadah dari keluarga perempuan sebagai balasan.

Bepepinjam

Untuk melaksanakan pesta pernikahan , maka piring mangkuk serta perlengkapan lainnya milik tuan rumah tidaklah mencukupi. Untuk itu terpaksa harus meminjam dengan sanak keluarga dan tetangga.

Bepepajang

Bepepajang adalah kegiatan yang dilakukan oleh dukun sehari sebelum hari besar. Pada hakekatnya upacara bepepajang adalah sebagai pemberitahuan kepada penghuni sekitar rumah dari makhluk ghaib agar tidak mengganggu jalannya hajatan.

Bepapar

Merupakan meratakan gigi dengan kikir yang dilakukan oleh dukun. Kalau jaman dahulu maka dilakukan benar-benar meratakan gigi, namun pada saat sekaranghanya sekedar melakukan adat. Peralatan yang dipakai adalah :

  1. Kikir yang bersih
  2. Paku dan keminting
  3. Asam garam

Ngunjam bale

Balai atau tarubuat terpaksa harus dibuat karena rumah tak mungkin menampung para undangan. Sebelum ada tenda biru, maka perkerjaan pertama adalah menyucok atap. Kegiatan ini adalah membuat atap dari daun nipah atau rumbia atau daun tepus.

Begegantung

Maksud acara ini adalah memasang kelambu pada tempat tidur penganten. Prosesnya adalah 4 orang lelaki membaca surat Yasin yang masing-masing menghadap keempat penjuru tempat tidur.

Mengarak (Hari Besar)

Mengarak penganten merupakan puncak acara pernikahan. Penganten lelaki di arak dengan kendaraan atau berjalan kaki. Dengan didahului pembacaan shalawat, maka penganten diarak menuju rumah penganten perempuan dengan iringan gendang tar.

Mandi 3 Malam

Prosesi mandi 3 malam adalah sebagai berikut :

Betimbang

Bagi turunan bangsawan, maka dilakukan upacara betimbang sebelum mandi. Untuk melaksanakan adat ini, diperlukan alat perlengkapan sebagai berikut :

  1. Alat timbangan
  2. Beras segantang
  3. Pisang
  4. Kundur
  5. Rempah-rempah
  6. Kelapa setampang
  7. Gula merah

Pelaksanaannya, barang-barang tersebut diletakan pada daun timbangan sebelah dan sebelahnya di “letak”kan kedua mempelai. Setelah dibacakan do’a tolak bala, maka kedua mempelai dibawa ketempat mandi.

Mandi

Tempat mandi

Perlengkapan yang dipakai adalah sebagai berikut :

  • Tetawak (gong)
  • Kepala sapi/kerbau
  • Sangku (yang berisi hiasan daun dari kelapa muda, yang berbentuk burung, pedang, keris, gorah, dll)
  • Payung kerajaan
  • Kain basahan (berwarna kuning dua lembar masing masing 2 meter)
  • Air kembang setaman berupa air yang di beri bunga-bungaan
  • Air tolak bala berupa air putih biasa yang sudah dibacakan doa tolak bala
  • Bokor berisi tepung tawar dan daun puring emas
  • Mangkuk berisi sesumpitan berupa ketupat lepas untuk menyemburkan air
  • Talam berisi kaca,lilin menyala,benang dan jarum

Acara mandi

Pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

Pertama kedua mempelai diangkat dan diletakan ketengah tempat mandi. Kemudian duduk diatas tetawak dengan kaki menginjak kepala kerbau/sapi. Kedua ada tujuh orang wanita memandikan dengan air kembang setaman dan disudahi dengan air tolak bala.

Mula-mula acara betulus yaitu benang dan jarum dilingkarkan kepada keduanya    dari   atas dan dilepas dikaki berturut 7 kali oleh 7 orang yang memandikan. Dilanjutkan lagi dengan mengelilingkan cermin dan lilin menyala sebanyak 7 kali. Terakhir diserahkan kelapa cengkir berukir dan sesumpitan kepada keduanya. Air kelapanya disedot dan disemprotkan kepada orang sekitar. Maksudnya agar berbagi kebahagiaan denga orang sekitar. Setelah selesai kedua mempelai dilap dengan handuk dan kain yang basah diganti dengan kain yang kering berupa kain pelekat, dan penganten pria mangangkat pasangannya menuju kamar.

Makan Nasi Adap

Kedua penganten duduk bersanding didepan kamar dengan bersila sambil menghadapi “nasi adap” yang terdiri:

  • Nasi ketan warna kuning (nasi kuning)
  • Panggang ayam
  • Hiasan telor
  • Air minum
  • Dan saling menyuapi.

Sumber: makalahku-chandras

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Daftar 25 Hotel Terbaik Dunia 2021 Versi TripAdvisor

Sat Jul 10 , 2021
The Legian, Seminyak, Bali (https://www.tasteinhotels.com) Dilansir dari laman resminya, Travelers’ Choice Best of the Best diluncurkan di tahun 2002. Penilaiannya berdasarkan jutaan ulasan dan opini dari wisatawan seluruh dunia yang juga pengguna TripAdvisor. Penghargaan tahunan ini merefleksikan “terbaik dari yang terbaik” dari segi layanan, kualitas, dan kepuasan pelanggan untuk berbagai […]