Pertunjukan Maestro! Maestro! Hadirkan Tiga Empu Penari

Maestro Tari SundaMaestro Tari Sunda Irawati Durban Ardjo membawakan tarian Klana Bandopati Losari dalam pergelaran Maestro Maestro di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu, (18/12). Pagelaran yang menampilkan maestro tari tradisi dari seluruh Indonesia itu digelar untuk yang ke-8 kalinya sebagai upaya menggali kekayaan kebudayaan tari di Indonesia. (ANTARA FOTO/Teresia May)

Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali menggelar pertunjukan tari Maestro! Maestro! dengan menampilkan tiga empu penari yang akan mempersembahkan tari-tarian lokal Indonesia.

“Tujuannya untuk mengenalkan ke masyarakat tentang tari-tarian tradisional daerah. Semoga pemerintah daerah juga bisa berikan perhatian,” kata maestro tari Sunda, Irawati Durban Ardjo, di Jakarta, Selasa malam.

Tari Tan Bentan karya Syamsuar Sutan Marajo (https://www.gapuranews.com)

Pada tahun ini pertunjukan Maestro! Maestro! akan mementaskan karya dari tiga empu tari yaitu Syamsuar Sutan Marajo (65), Irawati Durban Ardjo (70) dan Amaq Raya (80) sebagai genre tari tradisi atau tari tradisional Indonesia.

Syamsuar Sutan Marajo yang berasal dari Saniang Baka, Solok adalah maestro Tari Tan Bentan yang ia pelajari langsung dari mendiang Jamin Manti Jo Sutan yang terkenal sebagai pakar Tari Piring serta Tan Bentan.

Tari Merak Bodas karya Irawati Durban Ardjo (https://www.gapuranews.com)

Irawati Durban Ardjo akan mementaskan Tari Klana Bandopati Losari yang diambil dari salah satu ragam Tari Topeng Cirebon. Dia merupakan salah satu murid Tjetjep Sumantri yang terkenal memperkenalkan tari Sunda sejak tahun 1950an.

“Besok saya akan membawakan tari Klana Bandopati. Kalau tari Merak Bodas akan ditampilkan oleh asisten saya,” kata Ira.

Tari Gagak Mandiq karya Amaq Raya (https://www.gapuranews.com)

Sementara Amaq Raya akan menampilkan Tari Gagak Mandiq yang lebih dikenal sebagai dasar pengembangan tari kreasi baru di Lombok, yang ia ciptakan di tahun 1950an.

Pertunjukan tersebut akan diselenggarakan pada Rabu (18/12) malam di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Sumber: Antaranews

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

DKI Bangun Gedung Perkantoran Bernuansa Betawi

Mon Dec 30 , 2013
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan pembangunan gedung perkantoran yang bernuansa Betawi, Rabu, 29 Mei 2013. Jakarta Box Tower, nama gedung itu. Peresmian dilakukan di lokasi pembangunan, Jalan Kebon Sirih. Rencananya, bangunan itu akan berornamen khas Betawi. Seperti pola ondel-ondel pada aluminium yang menutupi beberapa tingkat area parkir. […]