Permainan Telok Penyok Kalimantan Barat

Permainan Telok Penyok

Telok Penyo berarti telur penyu. Permainan tradisional asal Kalimantan Barat ini terkenal di berbagai daerah di tanah Borneo. Salah satunya adalah di Kecamatan Sei Kunyit, Kabupaten Pontianak. Telok Penyok merupakan permainan yang menggambarkan seekor induk penyu yang berusaha menjaga telur-telurnya supaya tidak dicuri. Induk Penyu harus waspada terhadap segala situasi yang mengancam telur-telurnya dan harus mampu menangkap pencuri-pencuri itu demi keselamatan si telur-telur penyu. Penyu merupakan hewan yang sering ditemui di pesisir-pesisir pantai. Penyu biasa menguburkan telurnya dalam pasir di pesisir pantai. Tidak sedikit orang mencuri telur-telur tersebut untuk dikonsumsi.

Permainan ini sudah ada semenjak lama, dan tidak diketahui secara jelas dari mana asal-usulnya. Masyarakat Kecamatan Sei Kunyit, Kabupaten Pontianak, menganggapnya sebagai permainan asli daerah mereka. Proses perkembangan Telok Penyok terjadi secara generasi ke generasi. Dalam setiap generasi hingga sekarang tidak terlihat perubahan dari segi nama, aturan permainan, dan jalannya permainan.

Nilai-Nilai Permainan

Permainan ini mengajarkan anak untuk berbelas kasihan terhadap penyu. Karena induk penyu akan merasa kehilangan jika telur-telurnya hilang dicuri. Permainan ini bersifat edukatif dan rekreatif. Mengajarkan anak untuk tidak mencuri. Selain itu pelajaran yang dapat dipetik adalah meningkatkan tali pertemanan di antara pemain. Telok Penyok sangat mudah dilakukan, menggelitik perasaan dan dapat menggugah suasana hati menjadi riang gembira.

Perlengkapan Permainan

Perlatan yang dibutuhkan untuk menunjang permainan Telok Penyok di antaranya:

  1. Tali dengan panjang kurang lebih dua sampai tiga meter;
  2. Benda yang bisa dianggap telur, seperti bola, buah pinang, batu, potongan-potongan kayu dan lain sebagainya;
  3. Sepotong kayu kecil sepanjang kurang lebih setengah meter.

Cara Bermain

  1. Setiap kelompok terdiri dari dua orang, salah satunya ada yang berperan sebagai kerbau/sapi dengan cara berdiri menggunakan tangan dan kakinya dipegang oleh pasangannya;
  2. Ketika diberi aba-aba, pemain harus sudah siap pada jalurnya masing-masing, kemudian berjalan hingga garis yang ditentukan;
  3. Setelah sampai di garis yang telah ditentukan, peserta harus melakukan pergantian peran dengan pasangannya;
  4. Peserta yang terlebih dulu sampai di garis awal adalah pemenangnya.

Sumber: playplusindonesia

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Perhiasan Tradisional Kepala, Perhiasan Rambut (Bagian 1)

Sat Mar 13 , 2021
Perhiasan tradisional memiliki kesamaan desain bentuk, tata letak, dan fungsi penggunaan serta makna simbolis yang menunjukkan ciri identitas sosial budaya komunitas etnis dan sub etnis setiap daerah di Indonesia. Perhiasan melambangkan keagungan, kemegahan, kesucian dan kehidupan. Hal ini dapat dilihat dari pemakaiannya. Biasanya perhiasan tradisional banyak dikenakan pada upacara perkawinan, […]