Permainan Gamang Pagar Alam Sumatera Selatan

Permainan Gamang

Permainan Gamang berasal dari Pagar Alam Sumatera Selatan. Permainan ini berasal dari sebuah kebiasaan yang merupakan warisan leluhurnya, yakni berburu dengan cara menyeret binatang buruannya, di mana hal tersebut dianggap kegiatan untuk mengisi waktu luang atau mencoba menguji mental dan keberanian di tengah hutan belantara. Kegiatan ini sudah diwariskan dari generasi sebelumnya. Lama-kelamaan kegiatan tersebut berkembang menjadi suatu kebiasaan yang diwujudkan dalam suatu permainan. Hal ini kemungkinan besar karena mereka merasa bahwa objek yang dijadikan sasaran sudah berkurang atau mereka sudah bosan/jenuh. Adanya kebiasaan
tersebut mengilhami mereka menciptakan tata cara kegiatan berburu di hutan.

Permainan tersebut dinamakan “Gamang ”. Permainan ini biasanya dilakukan oleh anak-anak dewasa baik laki-laki maupun perempuan atau secara campuran, tetapi kemudian hanya digemari oleh anak-anak saja. Jumlah pelaku
biasanya sampai 10 orang. Para pemain diusahakan sedapat mungkin mereka yang lincah baik dalam berlari maupun mengatur taktik permainan. Sebab pada permainan gamang ini dibutuhkan konsentrasi agar bisa bermain dengan baik, dan dapat memasuki daerah yang dituju. Permainan dapat dilakukan di lapangan yang datar dan punya ruang gerak yang leluasa. Pada tempat tersebut dibuat batas atau garis tertentu secara vertikal. Jalannya Permainan:

  1. Persiapan Setelah dipersiapkan tempat untuk bermain, para peserta dibagi dalam dua kelompok Dari setiap kelompok ada wakil untuk melakukan undian, siapa yang akan bermain terlebih dahulu. Kepada mereka yang menang dalam undian akan main terlebih dahulu dan yang kalah giliran untuk menjaganya. Sebelum permainan dimulai mereka mengadakan persetujuan untuk disepakati berapa games permainan tersebut akan berlangsung. Pada permainan ini terdiri dari dua grup yaitu grup I terdiri dari A, B, C dan D; sedangkan grup II terdiri dari E, F, G
    dan H.
  2. Pelaksanaan Pada permulaan permainan pihak grup II akan bermain terlebih dahulu, sedangkan grup I bertugas sebagai penjaga. Tugas A adalah menyergap siapa saja yang melewati garis horisontal dan A tidak boleh melewati garis tersebut, apabila keluar dari batas tadi maka sergapannya tidak sah. Sedangkan tugas B, C dan D menyergap siapa-siapa yang melewati garis vertikal, begitu pula mereka tidak boleh keluar dari garis yang telah ditentukan dalam setiap sergapannya. Dalam hal tersebut pihak grup II harus berusaha melewati garis-garis tersebut apabila ingin mencapai rumah. Apabila berhasil melewati keempat pemain grup II, maka nilai menjadi l(satu) lawan 0 (kosong) untuk kemenangan grup II.

Tujuan Permainan ini iyalah untuk melatih nilai sosial pada anak, melatih kekompakan, melatih kreatifitas dan melatih fisik-motorik pada anak sehingga dapat bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Sumber: Ebook, Pemanfaatan Alat Permainan Edukatif (APE) Tradisional untuk Menstimulasi Kecerdasan Anak, Program Studi Pendidikan Guru Pendidkian Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwijaya, 2016

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Permainan Rangku Alu Manggarai NTT

Wed Mar 10 , 2021
Permainan Rangku Alu (https://www.damaruta.com) Permainan Rangku Alu merupakan permainan tradisional dan juga tarian dari Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Rangku Alu biasanya dimainkan sebagai syukuran dan ekspresi rasa bahagia untuk merayakan hasil panen pertanian dan perkebunan. Biasanya pada saat bulan purnama para remaja berkumpul untuk memainkan permainan ini. Bermain Rangku […]