Perhiasan Tradisional Kepala, Perhiasan Dahi dan Perhiasan Telinga

B. Perhiasan Dahi

Perhiasan dahi adalah perhiasan yang dikenakan melingkar sepanjang dahi, dikenal dengan istilah jamang. Jamang lazim digunakan sebagai benda aksesori atau perhiasan kepala pengantin perempuan di beberapa daerah Sumatera.

Perhiasan yang dipakai di dahi disebut patam dhoi. berbentuk tiara (mahkota) yang dilekatkan di dahi, seperti yang dipakai oleh para ratu di negara Eropa Barat pada saat penobatannya sebagai ratu atau dalam suatu upacara tertentu. Perhiasan ini pada umumnya dibuat dari emas atau suasa.

Tiara patam dhoi dihiasi juga dengan butir-butir permata yang beraneka warna. Dalam perkembangannya. perhiasan ini ada juga yang dibuat dari lempengan emas dan bentuknya tetap seperti mahkota, tetapi tidak dihiasi dengan butir-butir permata.

Aceh

Patam Dhoi (Wanita)

Emas, serkonia
Pj. 34 cm. I. 7,5 cm
No. inv. 3729
Museum Negeri Provinsi Daerah Istimewa Aceh

Sebuah perhiasan dahi yang dipakai wanita Aceh pada upacara perkawinan. Bentuk secara keseluru.han seperti mahkota yang terbagi atas tiga bagian yang masing-masing dihubungkan dengan engsel. Hiasan dahi bennotifkan bunga kalimah, puncuk rebung, bunga, dan daun. Untuk memperindah hiasan dahi ini, pada bagian-bagian tertentu
disematkan lima butir jenis batu (serkonia) berwarna putih.

Riau/Kepri

Ketam Dahi atau Ramin (Wanita)

Benang katun, benang emas, loyang disepuh emas.
L. sisi kiri dan kanan 27,7 cm.
No. inv. 03.2109. l
Museum Negeri Provinsi Riau

Ketam dahi ini berbentuk bulan sabit. Bulan sabit melambangkan penerangan/menerangi kecantikan wanita yang selalu dikaitkan dengan bulan. Di samping itu juga mengandung arti membangkitkan seri atau cahaya muka,
membangkitkan tuah diri. Ketam dahi ini diberi hiasan bunga-bunga yang terbuat dari loyang emas. Pada zaman dahulu pemakaian ketam dahi ini tergantung pada status sosial dalam masyarakat. Bila dari kalayangan raja/bangsawan ketam dahinya bertingkat tiga, sedangkan dari kalangan orang banyak satu tingkat saja. Akibat perkembangan zaman ketentuan tersebut mulai longgar sehingga ketam dalli sudah bervariasi. Teknik pembuatan: tenun songket, benang emas secara tradisional (ATBM). Dipergunakan sebagai hiasan kepala pengantin wanita Melayu Kepulauan Riau yang dipasang pada keni ng.

Bali

Petitis

Perak sepuh emas, permata
Pj. 23 cm. I .6,5 cm
No. inv. 6788.2.4./03
Singaraja
Museum Negeri Provinsi Bali

Petitis atau perhiasan dahi ini dibuat dari perak sepuh emas. Bentuknya seperti bulan sabit dengan hiasan patra sari yang diisi sebelas buah permata gigin. Bagian tepi atas hiasannya berbentuk gigin barong, dan tepi bawah pilin berganda. Digunakan sebagai hiasan dahi wanita pada saat upacara adat.

Sulawesi Selatan

Sappi (Wanita)

Kain, manik-manik, perak sepuh emas.
No. inv. 1905
Toraja
Museum Negeri Provinsi Sulawesi Selatan

“Sappi” atau hiasan dahi, berbentuk empat persegi panjang. Pada hiasan perak terdapat motif pilin. Untaian manik-manik berjajar dan di selang-seling dengan hiasan perak menghias permukaan sappi.
Benda/hiasan ini merupakan kelengkapan pakaian adat wanita pada upacara adat.

C. Perhiasan Telinga

Perhiasan telinga adalah perhiasan yang dikenakan pada bagian telinga umumnya oleh perempuan. berfungsi sebagai pelengkap perhiasan untuk mempercantik penampilan si pemakai. Perhiasan telinga yang dikenakan dengan cara digantung pada ujung daun telinga disebut antingan, sedangkan yang dikenakan dengan cara ditusukkan pada ujung daun telinga bagian bawah disebut giwang atau subang, dan yang dikenakan dengan menjepitkan disebut sumping. Pada Iempengan ini hanya diberi bentuk ragam hias dengan motif daun-daunan, teknik pembuatannya dengan cara tuangan/cetakan.

Sumatera Utara

Padung

Perak
T. 16 cm. L. 16 cm
B. 471,5 gram.
No. inv. 101.2
Kabanjahe
Museum Negeri Provinsi Sumatra Utara

Bentuk bulat dimana kedua ujung dibentuk melingkar dengan bentuk salur sehingga berbentuk huruf D secara bertolak belakang atau seperti serangga tangga-tangga yang sedang bergulung. Dibagian atas berbentuk bulat (lobang) digunakan sebagai tempat gantungan. Padung ini dipakai sebagai hiasan telinga atau anting-anting yang digunakan pada telinga sebelah atas atau diikatkan ke tudung karena
padung ini agak berat. Padung ini dipakai oleh para wanita suku Batak karo pada upacara
adat.

Sumatera Barat

Subeng (Wanita)

Perak sepuh emas
P. untai 11,5 cm.
No. inv. 5879
Museum Negeri Provinsi Sumatra Barat

Sepasang subeng terbuat dari perak dilapis emas tua berwama kemerah-merahan. Berbentuk bulat, pinggimya agak runcing berbentuk bunga matahari, bagian tengah agak menonjol. Sedangkan bagian
belakang mempunyai alat untuk dipasangkan pada daun telinga serta diberi perak.

Pada bagian bawah digantungkan mainan lempengan berbentuk tanduk kerbau dalam keadaan terbalik, diberi motif daun-daunan dan bintikbintik kecil serta di tengahnya terdapat sebuah permata berwarna putih. Bagian tengah bawah dan atas diberi motif terawang. berbentuk segi empat Sedangkan ujung bawah diberi mainan berbentuk bulat pipih agak panjang. Dipakai oleh pengantin wanita daerah Solok pada upacara adat

Riau

Subeng (Wanita)

Suasa
104
10,2 gr, d. daun
subeng 40 mm
No. inv. H/1253/90-91
Museum Negeri Provinsi Riau

Subeng atau antin g-anting berbentuk bulat, bergerigi, dan menyerupai bunga. Subeng ini adalah milik permaisuri kedua raja Kampar yang b ernama Maimunah dengan gelar Ninik Mudo. Raja Kampar kedua bernama Sutan Pangeran yang berasal dari keturunan raja-raja Pagaruyung.

Daerah Istimewa Yogyakarta

Anting (Wanita)

Emas
Museum Negeri Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Satu pasang anting-anting berbentuk bulat bergerigi, bagian tengah berlubang. Salah satu segi berlubang guna untuk menyelipkan pada daun telinga.

Nusa Tenggara Barat

Sengkang

Emas
Lombok
MuseumNegeri Provinsi Nusa Tengara Barat.

Sengkang atau giwang, pada bagian luar bermotff tumpal. Mempunyai pengait, jika hendak dipakai dapat dibuka sehingga membentuk setengah lingkaran.

Sumber: E-book, Perhiasan Tradisional Indonesia, oleh Drs. Muhammad Husni & Dra. Tiarma Rita Siregar, Direktorat Permuseuman Diretorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional 2000

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Perhiasan Tradisional Badan, Leher

Sun Mar 14 , 2021
Perhiasan badan terdiri dari perhiasan Ieher, dada, pinggang, tangan dan jari. Jenis perhiasan badan antara lain berupa kalung, bros, selempang, ikat pinggang, gelang lengan, gelang tangan, dan cincin. 1. Perhiasan Leher Perhiasan leher pada umumnya berupa perhiasan kalung. Bentuknya ada yang terdiri dari dua komponen yaitu rantai dan liontin, tetapi […]