Perhiasan Tradisional Bali

Bali adalah seni. Keseharian orang Bali tak pernah lepas dari seni, menata bunga untuk sesajen juga untuk upacara keagamaan. Dalam upacara keagamaan itu juga, tak lepas dari perhiasan dan fashion.

Itu sebabnya, meski bukan penghasil bahan perhiasan, Bali juga dikenal sebagai salah satu pusat produsen perhiasan yang cukup besar di Tanah air.

Perhiasan Pengantin Pria Bali

Mahkota (Gelung)

Mahkota atau Gelung dari depan (https://nimadesriandani.wordpress.com)

Gelung atau mahkota yang digunakan dalam upacara pernikahan baik untuk pria maupun untuk wanita.

Mahkota atau Gelung dari belakang (https://nimadesriandani.wordpress.com)

Perhiasan Pengantin Wanita Bali

Udeng (Petitis)

Udeng atau Petitis dari depan (https://nimadesriandani.wordpress.com)

Mahkota berupa udeng yang lebih sederhana, pada dasarnya hiasan kepala hanya terdiri atas mahkota sederhana di bagian depan yang disebut petitis kemudian dihias dengan bunga sandat emas sebanyak 21 buah atau 25 buah, deretan semanggi emas dan 2 pucuk.

Udeng atau Petitis dari samping (https://nimadesriandani.wordpress.com)

Sirkam Hias

Sirkam (https://nimadesriandani.wordpress.com)

Sirkam Hias adalah salah satu perhiasan rambut atau sebagai ornament pendukung tata rias rambut. Kebanyakan memanfaatkan motif flora, daun serta sulur-sulur dan beberapa diantaranya juga dimodifikasi dengan memanfaatkan batu permata berbagai warna yang membuat keseluruhan penampilan sirkam hias ini menjadi terlihat indah rupawan.

Bunga Emas

Bunga Emas (https://nimadesriandani.wordpress.com)

Dikenakan di sanggul pengantin wanita.

Kalung (Badong)

Badong atau Kalung (https://nimadesriandani.wordpress.com)

Digunakan untuk menghias leher pengantin wanita.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Prosesi Pernikahan Agung Keraton Yogyakarta

Mon Oct 5 , 2015
Kirab dari Kraton menuju Gedung Kepatihan (https://portaltigaimage.com) Bagi keraton kesaklaran adat pernikahan salah satunya terletak pada kesunyian suasana selama prosesi dijalankan. Hal tersebut terkait dengan nilai filosofi keberadaan keraton berikut isi keseluruhannya. Secara fisik bangunan keraton merupakan replika makro kosmos dalam perspektif kosmogoni. Gedhong Prabayeksa yang dulu menjadi tempat tinggal […]