Pameran Seni Rupa “Netra” Adek Dimas Ajisaka Di Bentara Budaya Yogyakarta

RRI-Jogja News/L-09, Dimas panggilan akrab dari perupa muda dengan nama lengkap Adek Dimas Ajisaka, membuat topeng dari wajah-wajah 15 tunanetra penghuni Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas “Sadewa” di Pundong Bantul.

Setelah dua tahun melakukan pendekatan dan bincang-bincang tentang banyak hal bersama mereka kemudian Dimas mengabadikan kisah suka-duka mereka kedalam topeng yang kini dipamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta Jl. Suroto No. 3 dalam tema “Netra”.

Salah seorang penyandang tunanetra bernama Irvan (20 tahun) mengalami kebutaan saat SMP. Kepada Dimas, Irfan menuturkan kisahnya, diawali dengan cita-citanya ingin menjadi anggota TNI. Di awal kehidupannya di alam kegelapan Irvan mengalami depresi, namun kini dunia gelap sudah menjadi hal yang biasa, canda tawa pun mulai terbiasa dalam keseharian Irfan dan teman-temannya di Balai Rehabilitasi.

Oleh Dimas periode depresi dan ketakutan yang dialami Irvan, diungkapkan kedalam karya berjudul “Scare”, Nampak sosok yang seolah bersembunyi dibalik selimut, penuh ketakutan dan kecemasan akan nasibnya kelak kalau hidup dalam keadaan buta.

Hikmah pertemanan Dimas dengan para tunanetra tersebut semakin membukakan wawasan bahwa segala yang dianugerahkan Illahi hendaknya senantiasa disyukuri, karena ada sebagian orang yang tidak bisa menikmati keindahan dunia, namun meskipun demikian, orang-orang itu masih bisa bercanda-tawa.

Dalam tulisan kuratorialnya Hendra Himawan menyebutkan bahwa Dimas mulai tertarik perihal “Netra” atau “Mata” ketika menyaksikan sederet tunanetra berjalan beriringan sambil berpegang pundak bertumpu pada rabaan tongkat. Rasa empati yang muncul membawanya untuk mencari tahu dan mengenal lebih dalam bagaimana hidup mereka ketika semua yang ada hanya gelap.

Dimas melakukan riset dan dokumentasi biografis penghuni panti dan memvisualisasikan kisah-kisah serta latar belakang para penghuni panti kedalam karya seni rupa. Melengkapi apa yang dialami Dimas di dunia Panti Bina Netra tersebut berikut aspek yang diakibatkannya,

Sudjud Dartanto, staf Pengajar Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta menyatakan bahwa Dimas ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul tentang dunia apa yang “dilihat”, dihayati dan dijalankan oleh para tuna netra.

Pada pameran seni rupa bertajuk “Netra” Adek Dimas Ajisaka menggelar 20 karya seni-rupa, terdiri dari 15 berupa topeng terbuat dari campuran bahan kertas, akrilik, resin, stereoform dan spray paint serta lima karya instalasi, yang digelar di Bentara Budaya Yogyakarta mulai 10 April hingga 17 April 2014.

Sumber: RRI Jogja

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Pakaian Adat Jawa Barat

Sun May 4 , 2014
Jawa Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang mayoritas dihuni oleh masyarakat suku sunda. Propinsi yang beribu kota di Bandung ini dikenal dengan kebudayaannya berupa tari jaipong dan tari merak yang mempesona, serta kesenian wayang goleknya yang unik dan mengagumkan. Seperti kebanyakan daerah lain di Indonesia, masyarakat suku sunda […]