Pakaian Adat dari Kulit Kayu Suku Kabola di Alor NTT

Suku Kabola dengan pakaian dari kulit kayu

Masyarakat Suku Kabola mendiami perkampungan tradisional Monbang yang berada di Desa Kopidil, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Provinsi NTT, berjarak dari Kalabahi sekitar 7 km, pakaian adatnya ternyata terbuat dari kulit kayu.

Sejarah

Pakaian kayu tersebut telah dikenakan oleh nenek moyang mereka sebelum masuknya peradaban moderen. Pakaian kulit kayu dikenakan sejak zaman Neolitikum atau sekitar 2.000 tahun SM.
Bahan Baku
Adapun jenis pohon yang kulitnya dapat dijadikan pakaian, ialah Pohon Ka, sesuai sebutan masyarakat setempat, sehingga pakaian kulit kayu tersebut juga sering disebut Pakaian Ka.

Suku Kabola dengan pakaian dari kulit kayu

Pembuatan

Proses pembuatan pakaian jenis ini cukup sederhana, setelah mengeluarkan kulit pohon, kulit yang di bagian luar dipisahkan kemudian dibuang. Sisa kulit bagian bagian dalam dijemur di sinar matahari selama tiga hari berturut-turut. Kemudian, kulit yang sudah mengering tersebut dijahit menjadi busana untuk dikenakan oleh pria dan wanita.

Suku Kabola mendirikan rumah-rumah bertiang kayu bulat, tinggi dan dengan atap dari alang-alang atau ijuk berbentuk bulat, dindingnya terbuat dari anyaman bambu, daun lontar atau papan. Perkampungan tradisional Monbang mirip dengan perkampungan tradisional Takpala, namun ada hal unik yang membedakannya, yaitu pakaian adat mereka terbuat dari kulit kayu.

Sumber: detik | indonesiatimur

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Kain Kulit Kayu (Mbeha)

Sun Apr 4 , 2021
Pakian kulit kayu khas suku Lore dikenakan sepasang pemuda/i Lore pada pembukaan Festival Danau Poso, Senin (26/8). Pakaian ini menjadi perhatian pengunjung dan meminta diabadikan dalam foto Kain Kulit Kayu atau Mbeha adalah kain dari kulit kayu yang dihiasi manik-manik yang berfungsi sebagai perlengkapan adat yang melambangkan kebesaran dan kebanggan […]