Nasi Tumpeng Ikon Promosi Indonesia di International Culture Festival 2014

Salah satu bentuk dan penyusunan nasi tumpeng. Nasi yang biasanya diberi pewarna kuning dari kunyit dibentuk menjadi gunungan dan diimbuhi berbagai lauk-pauk dan pelengkap lain. Komposisi dan jenis penyusun sangat fleksibel tergantung pada selera dan hal-hal lain. (https://warungmarga.com)

Nasi tumpeng yang menjadi ikon kuliner Indonesia menarik perhatian masyarakat dan pelajar di kota Hull, Inggris.

Para pelajar Indonesia yang tergabung dalam PPI Hull menampilkan Nasi Tumpeng dalam acara International Culture Festival 2014 digelar International Office University of Hull, di kampus University of Hull.

Mahasiswa Indonesia Rina Windiarti yang tengah menuntut ilmu mengenai Early Childhood Studies, University of Hull kepada Antara London, Selasa mengatakan sekitar 20 pelajar tergabung dalam PPI Hull dan warga Indonesia yang menetap di Hull bergotong royong menyiapkan acara International Culture Festival 2014.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan Flag Parade yang diikuti peserta dari berbagai Negara, dan Indonesia merupakan peserta terbanyak dan terantusias dari peserta yang lain.

Rute dari kegiatan di dalam kampus ini adalah melewati Business School, Brynman Jones Library, dan berakhir di Student Union.

Peserta flag parade membawa bendera kebangsaan dan menggunakan pakaian tradisional serta menperkenalkannya ke berbagai Negara yang diwakili pelajar yang sedang menempuh study di UoH.

Anggota PPI Hull yang baru terbentuk Oktober 2013 lalu sangat antusias menyambut kegiatan yang diorganisir pihak International Office University Hull.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua awal pekan diselenggarakan di lingkup wilayah University of Hull.

Promosi Indonesia yang dilakukan para pelajar Indonesia selain ikut dalam kegiatan Flag Parade juga bazar makanan yang melibatkan seluruh mahasiswa UoH dan juga masyarakat Indonesia yang bermukim di Hull.

International Development Manager, yang bertanggung jawab untuk pelajar UoH yang berasal dari Asia Tenggara, Chris Neville, memberikan apresiasi yang luar biasa dengan semangat mahasiswa Indonesia yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: Mengenal Nasi Tumpeng

Nasi Tumpeng Putih (https://gpswisataindonesia.info)

Chris menyatakan, tahun ini adalah tahun terbaik dalam jumlah pelajar Indonesia yang ada di UoH yaitu sebanyak 15, lebih jauh Chris menambahkan untuk lebih memperhatikan Indonesia sebagai bagian dari target promosi universitas, dan berjanji akan mengatur dan mengadakan gala dinner khusus untuk PPI dan warga Indonesia yang berada di Hull.

Culture Bazaar yang diselenggarakan di depan Brynman Jones Library dilaksanakan di hari kedua rangkaian acara.

Kegiatan culture bazaar ini diikuti 10 negara peserta memamerkan panganan khas serta kebudayaan dari masing-masing Negara.

Dengan banyaknya ragam budaya nusantara, PPI Hull memilih Nasi Tumpeng sebagai menu andalan dan sebagai hidangan pembuka dan penutup, pengunjung disajikan menu ketan bubuk dan ketan hitam.

Menurut Rina Windiarti, pengajar di Universitas Negeri Semarang, Indonesia diperkirakan lebih dari 1000 pengunjung yang datang dalam acara yang kental dengan suguhan tradisional ini.

Sebagian besar pengunjung terpukau dengan tampilan booth Indonesia dan menyampaikan sanjungan dengan penampilan stand Indonesia.

Banyak dari pengunjung yang kembali ke stand Indonesia sekedar untuk kembali mencicip menu nasi tumpeng, ketan bubuk, dan ketan hitam.

Deputy Director International Office, Robert Skelton, tidak henti-hentinya menyanjung secara keseluruhan penampilan Indonesia, mulai dari tampilan Nasi tumpeng, hingga perpaduan rasa panganan Indonesia yang disajikan.

Begitu pula dengan ketua panitia yang juga sebagai coordinator International Office, Joe Bishop, menyampaikan rasa bangga dan gembiranya untuk dapat mengikutsertakan Indonesia untuk pertama kalinya dalam kegiatan ini.

Ragam tampilan yang disajikan PPI Hull tidak luput dari dukungan dan kerja keras para pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di UoH dan juga warga Indonesia yang ada di Hull saling bergotong royong membuat hidangan dan menampilkannya agar dapat disajikan kepada masyarakat dunia.

Membentangkan bendera merah putih di Negara lain, Inggris khususnya, merupakan kebanggan bagi kami, dan satu hal yang pasti adalah, kami bangga menjadi Indonesia, demikian Rina Windiarti yang tengah menuntut ilmu mengenai Early Childhood Studies, University of Hull.

Sumber: Antaranews

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Batik Gerabah

Fri Jun 6 , 2014
Selamat hari Jum’at Sahabat, hari Jum’at saatnya kita bahas tentang batik. Batik memang tak akan pernah ada habisnya untuk dibahas. Kali ini kita akan bahas tentang batik gerabah. Batik gerabah adalah kerajinan tangan yang terbuat dari bahan tanah liat yang disebut kerajinan gerabah atau tembikar. Batik gerabah biasanya dibedakan menjadi […]