Museum Sumpah Pemuda Senen Jakarta Pusat

Museum Sumpah Pemuda (museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id)

Museum Sumpah Pemuda adalah sebuah museum sejarah perjuangan para pemuda-pemudi dalam kemerdekaan Republik Indonesia yang berada di Jl. Kramat Raya No. 106, RT.2/RW.9, Kelurahan Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat 10420, Daerah Khusus Ibukota

Sejarah

Sumpah Pemuda (https://www.idntimes.com)

Sumpah Pemuda adalah suatu ikrar pemuda-pemudi Indonesia yang mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar tersebut merupakan hasil putusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II yang digelar pada 27-28 Oktober 1928. Kongres ini digagas oleh Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) dan dihadiri oleh organisasi pemuda, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Pemoeda Indonesia, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Sekar Rukun, Jong Ambon, dan Pemuda Kaum Betawi.

Pada Minggu, 28 Oktober 1928, dibacakan hasil putusan kongres berdasarkan pokok-pokok pikiran yang berkembang. Hasil putusan tersebut adalah

Pertama, Kami Putra-Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia
Kedua, Kami Putra-Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga, Kami Putra-Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

1968 – 1972

Gagasan mendirikan Museum Sumpah Pemuda berasal dari pelaku Kongres Pemuda Kedua. Mereka berpendapat bahwa nilai-nilai persatuan yang dirintis generasi 28 harus diwariskan kepada generasi yang lebih muda. Untuk itu, pada tanggal 15 Oktober 1968, Prof. Mr. Soenario berkirim surat kepada Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, untuk meminta perhatian dan pembinaan terhadap Gedung Kramat 106 agar nilai sejarah yang terkandung di dalamnya terpelihara. Gubernur DKI Jakarta melalui SK Gubernur No. cb.11/1/12/72 jo Monumenten Ordonantie Staatsblad No. 238 tahun 1931, tanggal 10 Januari 1972, kemudian menetapkan Gedung Kramat 106 sebagai benda cagar budaya.

1973 – 1974

Sebagai tindak lanjut SK Gubernur tersebut, Gedung Kramat 106 dipugar Pemda DKI Jakarta pada 3 April 1973. Pemugaran selesai 20 Mei 1973. Gedung Kramat 106 kemudian dijadikan museum dengan nama Gedung Sumpah Pemuda. Peresmiannya dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada 20 Mei 1973. Pada 20 Mei 1974 Gedung Sumpah Pemuda kembali diresmikan oleh Presiden RI, Soeharto.

1979 – 1983

Pada 16 Agustus 1979, Gedung Sumpah Pemuda diserahkan Pemda DKI Jakarta kepada Pemerintah Pusat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pengelolaannya diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda, dan Olah Raga. Menurut rencana, Gedung Sumpah Pemuda akan dijadikan Pusat Informasi Kegiatan Kepemudaan dibawah Kantor Menteri Muda Urusan Pemuda (kemudian menjadi Menteri Muda Urusan Pemuda dan Olah Raga). Pada tanggal 28 Oktober 1980 diadakan pembukaan selubung papan nama Gedung Sumpah Pemuda oleh Dra. Jos Masdani, atas permintaan Menteri Muda Urusan Pemuda Mayor TNI AU dr. Abdul Gafur, sebagai tanda penyerahan pengelolaan gedung dari Pemda DKI Jakarta kepada Departemen P dan K. Tiga tahun kemudian, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Nugroho Notosusanto, mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 029/O/1983, tanggal 7 Februari 1983, yang menyatakan bahwa Gedung Sumpah Pemuda dijadikan UPT dilingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan dengan nama Museum Sumpah Pemuda.

1999 – Sekarang

Bersamaan dengan dibentuknya Departemen Kebudayaan dan Pariwisata oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid pada tahun 1999, pengelolaan Museum Sumpah Pemuda diserahkan dari Departemen Pendidikan Nasional kepada Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Penyerahan dilakukan Menteri Pendidikan Nasional, Dr. Yahya A. Muhaimin, kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Drs. I Gede Ardhika. Seiring dengan perubahan struktur pemerintahan, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dijadikan Kementerian Negara. Untuk menampung unit-unit yang tidak tertampung dalam Kementerian Negara Kebudayaan dan Pariwisata dibentuklah Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata. Pengelolaan Museum Sumpah Pemuda yang semula ada di bawah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata kemudian diserahkan kepada Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata. Bersamaan dengan reorganisasi di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, pengelolaan Museum Sumpah Pemuda kembali dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Pada awal tahun 2012, Museum Sumpah Pemuda dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jendral Kebudayaan.

Koleksi

Dikutip dari laman wikipedia, koleksi yang dimiliki oleh museum ini dipamerkan dalam ruang pameran tetap dengan penataan yang mengikuti kronologis peristiwa Sumpah Pemuda dengan harapan dapat menggambarkan untaian peristiwa Sumpah Pemuda.

Ruang pengenalan

Ruang pengenalan

Ruangan ini terletak di bagian depan gedung, persis di pintu masuk utama. Di ruangan ini dipamerkan:

  • Peta Indonesia tempat kedudukan dari organisasi-organisasi-organisasi pemuda kedaerahan
  • Peta Jakarta yang menunjukkan tempat-tempat dilaksanakannya kongres pemuda kedua dan kondisinya saat ini.
  • Panitia Kongres Pemuda Kedua
  • Patung dada Muhammad Yamin dan Sugondo Djojopuspito
  • Organisasi peserta kongres pemuda
  • Maket Gedung Sumpah Pemuda

Di ruangan depan ini juga masih mempergunakan lantai ubin asli yang berasal dari zaman Belanda yang sekarang sudah cukup jarang ditemui di Jakarta.

Ruang pertumbuhan organisasi kepemudaan

Ruang pertumbuhan organisasi kepemudaan

Ruang ini terletak di bagian depan gedung sejajar dengan ruang pengenalan. Ruang ini dapat dimasuki dari ruang pengenalan dengan memasuki pintu yang terletak di sebelah kiri.

Dalam ruangan ini digambarkan masa pertumbuhan awal organisasi pemuda yang diawali dengan Perhimpunan Indonesia di Belanda. Di ruangan ini dipamerkan kegiatan pergerakan pemuda, antara lain:

  • Perhimpunan Indonesia
  • Jong Java
  • Jong Sumatranen Bond
  • Pemuda Kaum Betawi
  • Jong Islamieten Bond dan
  • Kepanduan atau INPO

Dalam ruangan ini pula dapat ditemukan realia berupa peralatan pandu yang dipergunakan pada tahun 1920-an.

Ruang Kongres Pemuda Indonesia Pertama

Dari ruangan di atas, kita dapat masuk langsung ke ruang ini yang letaknya bersebelahan. Dalam ruangan ini dipamerkan koleksi yang berkaitan dengan Kongres Pemuda Indonesia Pertama, seperti:

  • Foto peserta Kongres Pemuda Indonesia Pertama
  • Foto kegiatan selama Kongres Pemuda Indonesia Pertama
  • Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia
  • Partai Nasional Indonesia
  • Cupllikan pidato pada saat Kongres Pemuda Indonesia Pertama
  • Bendera pandu yang berwarna merah putih yang berasal dari tahun 1928

Ruang Kongres Pemuda Indonesia Kedua

Suasana Kongres Pemuda II (https://www.tribunnews.com)

Ruangan ini terletak persis begitu kita keluar dari ruang Kongres Pemuda Indonesia Pertama. Di ruangan ini dipamerkan koleksi yang menggambarkan peristiwa Kongres Pemuda Indonesia Kedua, seperti:

  • Minirama Kongres Pemuda Indonesia Kedua
  • Suasana sidang ketiga Kongres Pemuda Indonesia Kedua
  • Biola Wage Rudolf Soepratman
  • Maklumat panitia kongres dam putusan Kongres Pemuda Indonesia Kedua

Ruang Indonesia Muda

Di dalam ruangan ini disajikan beberapa koleksi yang berhubungan dengan pergerakan pemuda setelah diikrarkannya Sumpah Pemuda, seperti:

  • Vandel Indonesia Muda
  • Foto komisi besar Indonesia Muda
  • Foto kegiatan Indonesia Muda

Ruang PPPI

Ruangan ini menyajikan beberapa koleksi yang berhubungan dengan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia, setelah Kongres Pemuda Indonesia Kedua. Ruangan ini juga memamerkan koleksi yang berhubungan dengan pergerakan pemuda melalui partai politik.

Ruang Tematik

Ruangan ini terdiri atas dua ruangan, terletak di paviliun Gedung Kramat 106. Ruangan ini menyajikan beberapa koleksi yang berhubungan dengan aktivitas pemuda pada tahun 1945, 1966 dan 1998.

Informasi lebih lanjut hubungi

Museum Sumpah Pemuda
Jl. Kramat Raya No. 106, RT.2/RW.9, Kelurahan Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat 10420, Daerah Khusus Ibukota

Waktu Kunjungan:
Selasa – Minggu : 09.00-16.00
Senin dan hari besar nasional : Tutup

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Museum MH Thamrin Senen Jakarta Pusat

Tue Feb 16 , 2021
Museum MH Thamrin (https://www.museumjakarta.com) Museum MH (Muhammad Husni) Thamrin terletak di Jl. Kenari 2 No.15, RW.4, Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kota Jakarta Pusat 10430 Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sejarah Rumah asli MH Thamrin bergaya rumah Betawi (https://travel.detik.com) Memasuki awal abad ke-20, pemerintah kolonial mengembangkan prasarana kota Batavia dengan membangun gedung-gedung […]