Museum Sasmitaloka Ahmad Yani Menteng Jakarta Pusat

Museum Sasmitaloka Ahmad Yani (https://id.wikipedia.org)

Museum Sasmitaloka Ahmad Yani di Jl. Lembang Nomor D58, RT 11/RW 7, Menteng, Jakarta Pusat, atas tanah 1500 meter persegi itu.

Rumah yang memiliki cat berwarna putih, bekas kediaman Ahmad Yani terlihat seperti bangunan pada umumnya. Meski begitu, cerita yang disampaikan saksi bisu G30S/PKI tersebut dapat membuat hati pilu.

Baik kamar, kamar mandi, ruang tamu, maupun dapur, bahkan kompor hingga perabotan yang ada, semua barang milik keluarga Ahmad Yani tetap dipertahankan dan terus dirawat.

Sejarah Bangunan

Museum Sasmitaloka Ahmad Yani (https://wartakota.tribunnews.com)

Museum Sasmita Loka Ahmad Yani dibangun sekitar tahun 1930-1940an ketika masa pengembangan wilayah Menteng dan Gondangdia. Semula gedung ini dipergunakan sebagai rumah tinggal pejabat maskapai swasta Belanda atau Eropa.

Pada tahun 1950-an tempat ini dikelola oleh Dinas Perumahan Tentara, kemudian dihuni oleh Letjen Ahmad Yani sebagai perwira tinggi TNI AD dengan jabatan terakhir Menteri/ Panglima Angkatan Darat RI. Rumah ini kemudian menjadi museum sejarah sebagai peringatan atas terbununya Letjen A. Yani dalam peristiwa G-30S/PKI.

Museum Sasmita Loka Ahmad Yani ini diresmikan pada 1 Oktober 1966 oleh Menpangad Mayjen Soeharto, sesaat setelah rumah beserta isinya diserahkan oleh Ibu A Yani dan putera-puterinya kepada negara.

Koleksi Pribadi

Sejumlah barang pribadi milik Ahmad Yani tersimpan dengan rapi di sana. Napak tilas kehidupannya bisa langsung dilakukan sesaat setelah menginjakkan kaki di halaman museum.

Kamar Ahmad Yani

Salah satu ruangan yang mungkin akan membuat pengunjung merasa bahwa Sang Jenderal masih hidup adalah kamarnya. Masih tertata dengan rapi, pengunjung dapat melihat sejumlah seragam dan pakaian dinas di sebuah lemari kaca yang kerap digunakan Ahmad Yani semasa hidupnya.

Di dalam kamar tidur Letjen Anumerta Ahmad Yani tersimpan pula memorabilia, senjata otomatis Thompson Cakrabirawa yang menewaskannya, lengkap dengan sisa pelurunya, senjata LE Cal 7,62 buatan Cekoslovakia yang dipakai untuk membunuh Letjen TNI Anumerta S. Parman, dan senjata Owengun yang digunakan untuk menembak DN Aidit dan tokoh PKI lainnya, serta replika pakaian tidur lengan pendek yang digunakan Ibu A. Yani untuk membersihkan lantai dari lumuran darah suaminya, gaji terakhir bulan Obtober 1965 sebesar Rp. 120.000, cincin, kaca mata, keris, dan tongkat komando.

Meski kamar Ahmad Yani beserta istrinya mungkin menggugah rasa bagi pengunjung untuk mengabadikannya, pihak museum tidak memperkenankan lantaran ruangan tersebut bersifat pribadi.

Informasi lebih lanjut hubungi

Museum Sasmitaloka Ahmad Yani
Jl. Lembang Nomor D58, RT 11/RW 7, Menteng, Jakarta Pusat

Waktu Kunjungan:
Selasa – Kamis : 08.00-16.00
Senin: Libur

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Museum Kehutanan Ir. Djamaludin Suryohadikusumo Tanah Abang Jakarta Pusat

Thu Jul 1 , 2021
Museum Kehutanan Ir. Djamaludin Suryohadikusumo (https://www.gedoor.com) Museum Kehutanan ini terletak di Gedung Manggala Wanabakti Blok VI, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Senayan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sejarah Museum Kehutanan Ir. Djamaludin Suryohadikusumo (https://referensi.data.kemdikbud.go.id) Saat awal peresmiannya museum ini bernama Museum Kehutanan Manggala Wanabakti tepatnya pada 24 Agustus 1983. Namun, sejak […]