Museum Perumusan Naskah Proklamasi Menteng Jakarta Pusat

Museum Perumusan Naskah Proklamasi (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Museum Perumusan Naskah Proklamasi terletak di Jl. Imam Bonjol No.1, RT.9/RW.4, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat 10310, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Museum Perumusan Naskah Proklamasi atau disingkat dengan Munasprok adalah gedung yang dibangun sebagai monument peristiwa proses perumusan naskah proklamasi kemerdekaan di Indonesia.

Sejarah

Museum Perumusan Naskah Proklamasi (http://www.munasprok.go.id)

Gedung ini didirikan sekitar tahun 1920-an dengan arsitektur Eropa. Dengan luas tanah 3.914 M2 sedangkan luas bangunannya 1.138,10 M2.

Gedung ini telah dihuni oleh beberapa penghuni yang berbeda. Pada tahun 1931, pemiliknya atas nama PT. Asuransi Jiwasraya. Ketika pecah perang Pasifik, gedung ini dipakai British Consul General sampai Jepang menduduki Indonesia.

Pada masa Pendudukan Jepang, gedung ini menjadi tempat kediaman Laksamana Tadashi Maeda Kepala Kantor Penghubung antara Angkatan Laut dengan Angkatan Darat Jepang, sampai Sekutu mendarat di Indonesia September 1945. Setelah kekalahan Jepang, gedung ini menjadi Markas tentara Inggris.

Pemindahan status kepemilikan gedung ini terjadi dalam aksi nasionalisasi terhadap milik bangsa asing di Indonesia. Gedung ini diserahkan kepada Departemen Keuangan dan pengelolaannya oleh Perusahaan Asuransi Jiwasraya. Pada tahun 1961, gedung ini dikontrak oleh Kedutaan Besar Inggris sampai dengan 1981 dan pada tahun 1982 gedung ini sempat digunakan oleh Perpustakaan Nasional sebagai perkantoran.

Pada tahun 1984, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Nugroho Notosusanto menginstruksikan kepada Direktorat Permuseuman agar merealisasikan gedung bersejarah ini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Akhirnya berdasarkan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0476/0/1992 tanggal 24 November 1992, gedung yang terletak di Jalan Imam Bonjol No.1 ditetapkan sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi, sebagai Unit Pelaksana Teknis di bidang kebudayaan berada di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Peristiwa Sejarah

Soekarno, Hatta, dan Subardjo merumuskan naskah proklamasi di Ruang Perumusan Naskah Proklamasi. Selanjutnya Soekarno membacakan naskah tersebut kepada hadirin di Ruang Pengesahan/Penandatanganan Naskah Proklamasi. Hadirin menyetujui secara bulat. Selanjutnya naskah diketik di Ruang Pengetikan Teks Proklamasi. Setelah teks proklamasi selesai diketik segera dibawa kembali ke ruang pengesahan/penandatanganan naskah proklamasi. Di ruang ini naskah proklamasi ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Peristiwa ini berlangsung menjelang waktu subuh, hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan pada bulan suci Ramadan.

Setelah naskah proklamasi ditandatangani, dibicarakan mengenai tempat pembacaan naskah proklamasi dan atas pertimbangan keamanan maka Soekarno mengumumkan bahwa pembacaan naskah proklamasi diadakan di halaman depan rumah kediamannya, Jalan Pengangsaan Timur no.56, pukul 10.00 WIB.

Yang hadir pada pertemuan bersejarah itu, antara lain:

  1. Soekarno
  2. Mohammad Hatta
  3. Ahmad Subardjo
  4. Mohammad Amir
  5. Boentaran Martoatmodjo
  6. I Gusti Ketut Poedja
  7. A. Abbas
  8. Iwa Kusumasumantri
  9. Johannes Latoeharhary
  10. Ki Bagoes Hadji Hadikoesoemo
  11. Teukoe Moehammad Hasan
  12. Ki Hadjar Dewantara
  13. Otto Iskandardinata
  14. KRT. Radjiman Wedyodiningrat
  15. Soetardjo Kartohadikusumo
  16. Dr. Mr. R. Soepomo
  17. Soekardjo Wirjopranoto
  18. G.S.S.J. Ratulangi
  19. M. Diah
  20. Sukarni
  21. Chaerul Saleh
  22. Sayuti Melik
  23. Anang Abdoel Hamidhan
  24. Andi Pangerang
  25. Andi Sultan Daeng Radja
  26. Semaun Bakry
  27. Soediro (Mbah)
  28. Abikoeno Tjokrosoejoso
  29. Samsi Sastrawidagdo

Peristiwa Sejarah Lainnya

Perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan secara fisik saja tetapi juga dengan cara diplomasi. Awal perjuangan diplomasi terjadi di gedung ini, yaitu pada 17 November 1945 diadakan pertemuan antara pihak Indonesia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir dan pihak Belanda yang dipimpin oleh H.J.Van Mook, sedangkan dari pihak Sekutu diwakili oleh Philip Christison.

Pada 7 Oktober 1946, atas jasa baik Inggris perundingan dilakukan lagi di gedung ini yaitu antara pihak Indonesia dan pihak Belanda. Pihak Indonesia diwakili oleh Sutan Sjahrir dan pihak Belanda oleh Willem Schermerhorn, sedangkan sebagai penengahnya adalah Lord Killearn.

Ruang Pameran

Ruang pameran yang terdapat di Museum Perumusan Naskah Proklamasi sebagai berikut:

1. Ruang Pra-Proklamasi Naskah Proklamasi
2. Ruang Perumusan Naskah Proklamasi

Ruang Perumusan Naskah Proklamasi (https://www.museumjakarta.com)

3. Ruang Pengesahan/Penandatanganan Naskah Proklamasi
4. Ruang Pengetikan Teks Proklamasi

Ruang Pengetikan Teks Proklamasi (https://www.klikhotel.com)

Informasi lebih lanjut hubungi

Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Jl. Imam Bonjol No.1, RT.9/RW.4, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat 10310, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Telp,: 021-3144 743 atau faz 021-3924 259

Waktu Kunjungan:
Selasa – Kamis : 09.00-16.00
waktu tutup istirahat pukul 11.30-12.30 WIB
Jumat 08.30-11.00; 13.00-16.00
Sabtu – Minggu 08.30-16.00
Senin dan hari besar nasional : Tutup

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Museum Juang 45 Menteng Jakarta Pusat

Wed Feb 17 , 2021
Museum atau Gedung Juang 45 (https://today.line.me) Museum  atau Gedung Juang 45 terletak di di Jl. Menteng Raya 31 , RT 1/RW 10, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, menyimpan sejumlah catatan sejarah mengenai berbagai peristiwa menjelang kemerdekaan RI. Sejarah Gedung Museum atau Gedung Juang 45 (https://www.indonesiakaya.com) Masa Pendudukan Belanda […]