Museum Juang 45 Menteng Jakarta Pusat

Museum atau Gedung Juang 45 (https://today.line.me)

Museum  atau Gedung Juang 45 terletak di di Jl. Menteng Raya 31 , RT 1/RW 10, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, menyimpan sejumlah catatan sejarah mengenai berbagai peristiwa menjelang kemerdekaan RI.

Sejarah Gedung

Museum atau Gedung Juang 45 (https://www.indonesiakaya.com)

Masa Pendudukan Belanda

Gedung yang dibangun pada sekitar tahun 1920-an yang saat ini dipergunakan sebagai Museum Joang 45 ini pada mulanya adalah hotel yang dikelola oleh keluarga “L.C. Schomper”, seorang berkebangsaan Belanda yang sudah lama tinggal di Batavia. Hotel ini diberi nama Hotel Schomper[1] sesuai nama pemiliknya. Hotel tersebut saat itu termasuk yang cukup baik dan terkenal di kawasan pinggiran Selatan Batavia, dengan bangunan utama yang berdiri megah di tengah dan diapit deretan bangunan kamar-kamar penginapan di sisi kiri dan kanannya untuk menginap para tamu.

Bangunan kamar penginapan yang tersisa saat ini tinggal beberapa yang ada di sisi utara gedung utama, saat ini dipergunakan sebagai ruang perpustakaan, ruang kreativitas anak (children room) dan kantor Wirawati Catur Panca.

Diaroma suasana di lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta, atau Lapangan Gambir), saat Soekarno memberikan pidato singkat yang bersejarah pada 19 September, 1945

Masa Pendudukan Jepang

Ketika Jepang masuk ke Indonesia (1942-1945) dan menguasai Batavia, hotel tersebut diambil alih oleh para pemuda Indonesia dan beralih fungsi sebagai kantor yang dikelola Ganseikanbu Sendenbu (Jawatan Propaganda Jepang) yang dikepalai oleh seorang Jepang, “Simizu”. Di kantor inilah kemudian diadakan program pendidikan politik yang dimulai pada tahun 1942 untuk mendidik pemuda-pemuda Indonesia dan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah Jepang.

Koleksi

Sebagian koleksi Museum Juang 45 (https://www.jalanjajanhemat.com)

Museum Joang 45 menyimpan banyak koleksi sejarah perjuangan kemerdekaan yang akan membuat Anda kagum terhadap jasa para pahlawan. Di antaranya, mobil dinas resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Pertama yang disebut juga sebagai mobil REP 1 dan REP 2, Mobil Peristiwa Pemboman di Cikini, dokumentasi dan lukisan yang mengisahkan perjuangan bangsa Indonesia pada tahun 1945 hingga 1950-an. Selain itu, terdapat patung-patung pahlawan yang telah berjuang di dalamnya yang dibuat dalam bentuk dada.

Aktivitas

Regular

  1. Penyuluhan tentang museum
  2. Pameran dan diskusi
  3. Keterlibatan dalam Jabodetabek dan dalam daerah
  4. dan lain-lain.

Temporer

Pekan Museum Joang, terbuka untuk umum, ada berbagai macam lomba atau kompetisi yang diadakan, antara lain lomba puisi, lomba pidato, lomba mewarnai, lomba melukis, lomba sejarah dan budaya.

  1. Napak Tilas Proklamasi
  2. Pameran Temporer
  3. Pameran Keliling
  4. dan lain-lain.

Informasi lebih lanjut huubungi

Museum Juang 45
Jl. Menteng Raya 31 , RT 1/RW 10, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat 10340
Telp. (021) 390-9148 dan Fax (021) 392-3185
Email: museumjoangjakarta@yahoo.co.id

Waktu Kunjungan:
Selasa – Minggu : 09.00-15.00
Senin dan hari besar nasional : Tutup

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Kawasan BCB Jetis Yogyakarta

Fri Feb 19 , 2021
Gedung Kodim 0734 Yogyakarta (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id) Jetis merupakan sebuah Kecamatan dengan tiga kelurahan yaitu Bumijo, Cokrodiningratan dan Gowongan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejarah Gedung Kodim 0734 Yogyakarta (https://jogja.mblusuk.com) Kawasan Jetis sebagai Kawasan Bangunan Cagar Budaya (BCB)  adalah pengembangan kawasan pemukiman penduduk dan kantor pemerintahan yang dibangun setelah kawasan Bintaran (dibangun […]