Musa Widyatmodjo Buka IFW 2019 Tema Viro Dream dengan Eksotisme Borneo

Musa Widyatmoko bekerjasama dengan perusahaan arsitektural dan interior Viro (https://indonesiafashionweek.id)

Dalam pagelaran hari pertama Indonesia Fashion Week (IFW) 2019, Musa Widyatmoko yang bekerjasama dengan perusahaan arsitektural dan interior Viro, menampilkan 18 koleksi konstum untuk lelaki dan perempuan, serta 33 model tas yang berasal dari bahan eco faux.

Koleksi Musa Widyatmodjo

Koleksi Musa Widyatmodjo

Eco Faux merupakan materinya berupa serat non-natural yang berasal dari bahan high-density polyethylene, dengan look dan feel mirip anyaman rotan, bambu dan alang-alang. Biasanya bahan eco faux dipakai sebagai desain interior dan eksterior ruangan, yang tahan rembetan api, aman dipakai dan dapat didaur ulang hingga 7 kali dalam kurun waktu 20 tahun.

Koleksi Musa Widyatmodjo

Koleksi Musa Widyatmodjo

“Cukup lentur untuk dibuat menjadi bahan kostum, namun juga kokoh untuk menjadi dasar bagi produk aksesoris seperti sandal, tas, dan head piece. Semoga ke depannya, Viro dapat mulai berkiprah di dunie fesyen sehingga kami para perancang busana memiliki lebih banyak alternatif material yang dapat diandalkan dengan sentuhan anyaman yang otentik dan khas Nusantara. Walaupun penggunaan saat ini masih terbatas pada kostum dan aksesoris, dengan penelitian lebih jauh terdapat potensi untuk mengembangkannya menjadi bahan busana,” tambah Musa.

Koleksi Musa Widyatmodjo (https://www.thejakartapost.com)

Koleksi Musa Widyatmodjo (https://www.thejakartapost.com)

Koleksi Musa Widyatmodjo (https://www.thejakartapost.com)

“Sejalan dengan misi dari IFW, Viro yang merupakan perusahaan anak bangsa senantiasa berupaya untuk membantu mempromosikan budaya Tanah Air. Berupaya untuk selalu memadukan seni anyam dalam produk Viro yang biasanya dipasok bagi rancang bangun dan interior ruangan, kami ingin menguji kreativitas dan inovasi bahan eco faux yang kami produksi. Untuk itu, kami melebarkan sayap ke industri fesyen dengan mendukung salah satu pagelaran fesyen dan budaya terbesar di Indonesia ini,” terang Johan Yang, Executive Vice President dari PT Polymindo Permata, perusahaan pemilik merek Viro.

Musa Widyatmodjo (https://www.insertlive.com)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Jejak Leluhur Dayak dalam Hijab Kaenina di IFW 2019

Tue Apr 16 , 2019
Koleksi Kaenina by Rokhmi Fitria Budaya Tanah Borneo menjadi tema besar di gelaran IFW 2019. Setelah dibuka oleh Musa Widyatmodjo, disusul Rokhmi Fitria yang mengisi hari ke tiga pekan mode itu. Berangkat dari label Kaenina, Rokhmi membawa sembilan busana Muslim kontemporer. Koleksi yang disajikan lebih modern tanpa menghapus jejak etnik leluhur. Koleksi […]