Batik Motif Parang dan Lereng

1

Motif Parang dan Lereng adalah motif yang paling mudah dikenali dan paling sering dijumpai. Konon, motif ini diciptakan oleh Sultan Agung Hanyokro Kusumo dari Mataram saat sedang semedi di pantai Selatan Jawa. Saat dia memandangi ombak yang bergulung-gulung datang menyapu pantai dan merusak karang, kekuatan ombak tersebut yang menjadi inspirasinya untuk membuat motif Parang.Kedua jenis pola ini memliki ratusan variasi yang beberapa nama dan maknanya belum disosialisasikan. Terdapat persamaan dan perbedaan pada kedua jenis pola ini. Persamaannya, keduanya merupakan pola geometris dengan bentuk belah ketupat. Susunan motifnya merupakan garis lurus miring tegas 45 derajat.

Motif Lereng (https://jogjaworldbatikcity.id)

Perbedaan prinsip pola parang dan lereng adalah pada ragam hias penyusunnya, untuk pola parang selalu mengandug ragam hias mlinjon, sedangkan untuk pola lereng tidak ada ragam hias mlinjon.

Motif ini terdiri dari dua gareng (lengkungan) dan juga bentuk mlinjo (belah ketupat yang ada di ujung setiap gareng). Nama Gareng diambil dari tokoh Gareng. Nama Gareng adalah simbol kebijaksanaan dalam pewayangan. Tokoh ini dianggap mampu melihat dunia dari berbagai macam arah yang berbeda-beda sehingga dia selalu dapat menyelesaikan setiap masalah yang ada tanpa berat sebelah dan diterima oleh semua pihak. Sedangkan mlinjo merupakan simbol dari awal kehidupan. Mlinjo merupakan gambaran dan celah-celah di tebing terhempas oleh ombak. Ombak ini perlahan tapi pasti mampu mengikis tebing tersebut dan membentuk celah-celah di antaranya. Dari dalam celah-celah inilah kemudian muncul kehidupan baru. Karena itu, mlinjo dalam motif parang merupakan simbol dari awal sebuah kehidupan.

Motif Parang (https://www.fatinia.com)

Secara umum, pola berstruktur garis miring merupakan simbol pandangan hidup, bahwa perjalanan hidupnya, setiap manusia pasti pernah mendapat cobaan. Untuk merunut jalan Ilahi, manusia harus mendaki jalan berbatu-batu yang tegas menuju ke atas. Perlu iman ketabahan untuk sampai ke tujuan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Batik Motif Sawat

Wed Dec 13 , 2017
Asal pertama daerah motif batik ini tidak diketahui, namun pada perkembanganya motif batik ini berkembang di seluruh jawa dan berkembang pesat di daerah Pekalongan.Batik sawat terdiri dari dua pola atau motif, yang pertama yaitu Motif pohon hayat dikelilingi motif lidah dan motif meru. Kemudian pola yang kedua adalah pohon hikayat […]

You May Like