Mengenal Teknik Dasar Bordir (Bagian 4)

4. Pembuatan Ragam Motif Bordir

A. Membuat Ragam Motif Bordir

Dalam pembuatan ragam motif bordir kita dapat mencari inspirasi melalui bentuk dasar alam, hewan, tumbuhan ataupun geometris. Pada kali ini kita akan memberikan contoh membuat ragam bordir dengan inspirasi bentuk dasar geometris. Untuk mendapatkan bentuk baru kita perlu melakuan hal berikut.

1. Menambahkan Bentuk Dasar

2. Mengurangi Bentuk Dasar

3. Menambah dan Mengurangi Bentuk Dasar

B. Aplikasi Bordir pada Kerajinan

Hiasan bordir memiliki dua fungsi, yaitu sebagai benda pakai dan sebagai benda hias. Berdasarkan fungsinya tentu saja kerajinan bordir banyak disukai oleh semua kalangan. Berikut ini adalah beberapa produk yang dapat diaplikasikan menggunakan teknik hias bordir.

1. Pakaian

Pakaian merupakan bahan tekstil atau serat yang digunakan sebagai penutup tubuh. Dalam teknik menghias kain dengan bordir banyak sekali bagian pakaian yang dapat diaplikasikan sebagai tempat hiasan bordir, misalnya pada bagian kerah, bagian bawah lengan, dan bagian muka.

2. Saputangan

Saputangan atau selampai adalah selembar kain berbentuk persegi yang digunakan untuk kebersihan pribadi, antara lain mengelap tangan, menutup mulut ketika batuk, dan bersin, serta membersihkan bagian luar mulut.

Gambar 5.8 pada Saputangan. Sumber : http:// vi.aliexpress.com

3. Taplak meja

Taplak meja merupakan salah satu lenan rumah tangga yang memiliki fungsi sebagai pelindung meja dari suhu panas yang biasa dihasilkan hidangan. Dengan demikian, meja akan awet sekaligus berpenampilancantik. Desain taplak meja saat ini banyak sekali bentuknya. Untuk mempercantik taplak meja tersebut salah satunya diberi hiasan, antara lain hiasan bordir.

4. Tudung saji

Tudung saji merupakan penutup makanan bagian atas berfungsi melindungi makanan dari hinggapan lalat ataupun serangga lainnya. Dahulu tudung saji dibuat dari anyaman rotan atau pandan. Namun, saat ini tudung saji umumnya dibuat dari plastik. Penampilan tudung saji pun dapa dipercantik dengan kain penutup berhiasan bordir.

5. Tas

Tas adalah wadah tertutup yang dapat dibawa bepergian. Biasanya tas digunakan untuk membawa pakaian, buku, dan lain-lain. Tas yang dapat digendong di punggung disebut ransel, sedangkan tas yang besar untuk memuat pakaian disebut koper. Ada pula tas yang hanya berbentuk kotak yang biasanya dipergunakan oleh kaum wanita untuk wadah alat kecantikan yang lazim disebut tas kecantikan atau beauty case. Materi yang dapat dipergunakan dalam pembuatan tas, antara lain kertas, plastik, dan kulit.

 

6. Kerudung

Kerudung adalah salah satu pelengkap busana yang dikenakan kaum wanita. Fungsinya menutupi bagian kepala dan dada. Bagi wanita Muslim, kerudung digunakan sebagai kewajiban berbusana untuk menutupi aurat. Saat ini banyak sekali macam kerudung yang diproduksi mengikuti mode. Kerudung bordir adalah salah satu kreasi yang juga disukai.

Gambar 5.12 Jilbab Bordir
Sumber : http://azzahrafashion.com

C. Perencanaan Proses Produksi Bodir

Untuk membuat produk kerajinan bordir diperlukan perencanaan yang matang. Perencanaan produk kerajinan pada umumnya lebih menitikberatkan nilai-nilai estetika, keunikan, keterampilan, dan efisiensi. Sistem produksi memiliki komponen struktural dan fugsional. Komponen struktural yang membentuk sistem produksi terdiri atas bahan (material), mesin dan peralatan, tenaga kerja, modal, energi, informasi, dan lain-lain. Komponen fungsional terdiri atas supervisi, perencanaan, pengendalian, koordinasi dan kepemimpinan, yang kesemuanya berkaitan dengan manajemen dan organisasi.

Suatu sistem produksi selalu berada dalam lingkungan sehingga aspek lingkungan seperti perkembangan teknologi, sosial, dan ekonomi, serta kebijakan pemerintah sangat mempengaruhi keberadaan sistem produksi
tersebut.

Produk kerajinan biasanya diproduksi ulang atau diperbanyak dalam skala home industry. Oleh karena itu, dibutuhkan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi dalam proses perencanaannya.

1. Pengelolaan Sumber Daya Usaha

Dalam perencanaan proses produksi diperlukan pengelolaan yang baik untuk mencapai tujuan usaha. Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dapat dikategorikan atas enam tipe sumber daya, yaitu
a. man (manusia);
b. money (uang);
c. material (fisik);
d. machine (mesin);
e. method (metode);
f. market (pasar).

2. Menentukan Fungsi dan Kualitas Produk Kerajinan

Dalam merancang produk kerajinan bordir, pengrajin harus memperhatikan tiga hal berikut.

a. Bentuk

Apa yang dimaksud dengan bentuk pada produk kerjainan bordir adalah wujud fisik. Bentuk ini selalu bergantung pada sentuhan keindahan dan dipengaruhi oleh perkembangan zaman, Karena itu, dalam proses pembuatannya perajin bordir harus menguasai unsur seni, seperti garus, bentuk, warna, tekstur, dan bidang. Selain itu, perajin bordir harus menguasai prinsip desain keseimbangan, irama, kesatuan, harmonisasi, kontras dan lainnya.

b. Fungsi

Dalam pembuatan poduk bordir, para pengrajin bordir harus mampu menghubungkan bentuk dan fungsi sehingga karya yang dihasilkan dapat memenuhi fungsi dan bentuknya tetap indah. Pembuatan produk kerajinan bordir juga harus memperhatikan aspek kenyamanan.

c. Bahan

Pengetahuan, pemahaman, dan penguasaan terhadap bahan harus dimiliki perajin bordir. Dengan adanya pemahaman terhadap bahan, perajin bordir akan menemukan teknik pengolah yang tepat sehingga menghasilkan karya kerajinan secara optimal karena setiap bahan memiliki karakter yang berbeda.

3. Menentukan Segmentasi Pasar

Penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi bordir merupakan faktor menentukan dalam usaha. Agar pasar dapat dikuasai, kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

Faktor pemasaran dapat dikatakan berhasil jika jangkauan pasar makin luas dan masa produksi dapat bertahan dalam waktu yang lama. Untuk itu, hal-hal yang perlu dipertimbangkan meliputi sasaran pasar, selera konsumen, citra produk, saluran distribusi, dan penentuan harga.

4. Menentukan Bahan/Material Produksi

Pada karya kerajian bordir, perajin harus mampu menghubungkan bentuk dan fungsi sehingga karya yang dihasilkan dapat memenuhi fungsi, tetapi bentuknya harus tetap indah. Pemilihan bahan/material dalam pembuatan karya kerajinan bordir sangat terkait dengan sasaran pasar karena material akan terkait dengan harga dan kualitas produk. Bentuk selalu bergantung pada sentuhan keindahan (estetika). Oleh karena itu. dalam penciptaannya perajin harus menguasai unsur dan prinsip desain.

5. Menetukan Teknik Produksi

Untuk mewujudkan sebuah produk bordir haruslah dilakukan dengan cara atau teknik sesuai dengan bahan dasar produk bordir tersebut. Penguasaan teknik dalam berkarya kerajinan akan menentukan kualitas produk kerajinan yang dibuat. Teknik produksi kerajinan bordir disesuaikan dengan bahan, alat dan cara yang digunakan.

Sumber: E-book,  Teknik Dasar Bordir Level 1, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, 2016

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Peta Kain Bordir di Indonesia

Thu Apr 8 , 2021
Kain Kerawang Gayo Bordir dapat artikan sebagai hiasan di atas kain atau bahan lain yang dibuat menggunakan jarum jahit dan benang dalam berbagai variasi warna dengan tujuan untuk mempercantik tampilan bahan itu sendiri. Dalam bahasa Inggris bordir biasa disebut dengan embroidery (im-broide) yang artinya sulaman. Kain Bordir Kudus Sumatera Aceh […]