Mengenal Teknik Dasar Bordir (Bagian 1)

Teknik Dasar Bordir

Membordir merupakan salah satu teknik menghias kain yang telah ada sejak lama. Walaupun demikian, hiasan dengan teknik bordir masih disukai hingga kini dari zaman ke zaman, bahkan nilainya pun termasuk tinggi.

Dalam pengerjaannya produk kerajian bordir dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik sehingga menghasilkan produk bordir yang berbeda dari yang lain. Di Indonesia bahkan terdapat beberapa daerah yang memiliki ciri khas desain bordir.

1. Pengenalan Alat Bordir

Sebelum belajar membordir, kita perlu mengenal alat-alat yang biasa digunakan untuk membordir. Alat yang paling utama dalam pembuatan bordir ini adalah mesin bordir. Mesin bordir terdiri atas mesin bordir manual dan mesin bordir high speed. Selain itu, kita juga perlu mengenal peralatan lainnya yang biasa digunakan untuk membordir.

A. Mesin Bordir

Mesin bordir adalah mesin khusus untuk membuat bordir. Mesin tersebut proses kerjanya ada yang menggunakan kaki (manual), ada juga yang digerakkan dengan motor (high speed). Mesin bordir merupakan peralatan yang kali pertama harus dipersiapkan karena alat itu langsung digunakan dalam proses membordir.

B. Perlengkapan Membordir

Selain mesin sebagai alat utama dalam membordir, ada juga alat pendukung sebagai berikut.

1. Alat Pengukur

Alat pengukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur bahan atau mengukur letak motif yang akan kita buat pada saat membordir. Alat pengukur tersebut biasa disebut pita ukuran dengan panjang 150 cm atau 60 inci dan lebar 1 cm – 1,5 cm.

2. Alat Pembuat Pola/Penggores

Alat pembuat pola di sini adalah alat yang digunakan untuk membuat gambar/desain. Membuat gambar/desain biasanya dilakukan pada kertas minyak. Peralatan untuk membuat pola di antaranya adalah kertas minyak, penggaris, dan pensil/bolpoin.

3. Alat Pemotong

Alat pemotong adalah peralatan membordir yang digunakan untuk memotong kain/bahan pada saat membordir. Alat pemotong yang digunakan saat ini adalah gunting kertas, gunting bahan, dan gunting bordir. Gunting bordir memiliki ciri khas pada bagian depannya. Bentuknya sedikit melengkung, yang berfungsi menggunting sisa benang pada hasil bordiran agar tidak mengenai bahan utama sehingga hasilnya baik dan rapi.

4. Alat Pemberi Tanda

Alat pemberi tanda adalah semua peralatan bordir yang digunakan untuk memindahkan motif/gambar desain pada kain/bahan. Alatalat untuk memberi tanda tersebut, yaitu kapur jahit, kertas karbon, pensil tumpul/bolpoin kosong, dan plastik bening dengan fungsi yang berbeda.

Kapur jahit ada yang berbentuk segitiga, ada pula yang seperti pensil, yang berfungsi memberi tanda pada bahan.

Kertas karbon dipergunakkan saat motif/gambar pada kertas minyak dipindahkan pada kain/bahan. Warna kertas karbon bermacammacam agar pada saat memindahkan motif warna karbon dapat disesuaikan dengan warna bahan dan setelah selesai membordir, bahannya dalam keadaan bersih.

Pensil tumpul/bolpoin kosong yang tintanya sudah habis dipergunakan pada saat memindahkan motif. Jadi, gambar motif ditekan oleh pensil tumpul/bolpoin kosong di atas plastik bening.

Plastik bening berfungsi sebagai pelindung gambar motif yang ada pada kertas minyak agar tidak bersentuhan langsung dengan pensil/bolpoin kosong sehingga motif tidak mudah rusak.

5. Alat Perlengkapan Membordir

Dalam membordir ada juga yang disebut perlengkapan membordir. Fungsinya agar pekerjaan membordir dapat diselesaikan dengan cepat. Alat perlengkapan membordir, yaitu jarum mesin bordir, jarum pentul, pendedel, raam/pemidangan.

Jarum mesin bordir adalah jarum yang biasa digunakan untuk membordir. Jarum bordir biasanya digunakan nomor 9 atau 11.

Jarum pentul biasanya digunakan untuk menyemat bahan dan motif agar tidak bergerak pada saat memindahkan motif. Bagian kepala jarum ini biasanya berbentuk bulat besar, yang terbuat dari plastik dan bagian ujungnya berbentuk runcing dan tajam yang terbuat dari logam.

Pendedel atau biasa disebut pembuka jahitan digunakan untuk membuka bordiran yang salah. Alat ini terbuat dari logam dengan pegangan plastik.

Raam/pemidangan adalah alat bantu membordir berbentuk bulat dengan lubang di bagian tengah, yang terdiri atas dua bagian dan ukurannya sedikit berbeda sehingga satu sama lain dapat berimpitan. Pemidangan merupakan alat yang digunakan untuk mengencangkan bahan/kain agar kain tidak berkerut dan rata ketika dibordir, serta alat bantu untuk menggerakkan kain dengan cara memegang bagian tepi pemidangan.

6. Alat Pengepres dan Finishing

Alat pengepres merupakan alat yang digunakan untuk memberikan bentuk yang tetap pada bagian-bagian bordir dengan cara disetrika.

Sumber: E-book,  Teknik Dasar Bordir Level 1, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan 2016

 

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Mengenal Teknik Dasar Bordir (Bagian 2)

Wed Apr 7 , 2021
2. Ragam Motif Bordir A. Merancang dan Menerapkan Motif Membuat motif merupakan pekerjaan menyusun, merangkai, memadukan bentuk dasar motif sedemikian rupa sehingga tercipta sebuah gambar atau motif baru yang indah, serasi, bernilai seni dan original yang tidak terlepas dari kaitan kaidah umum dan kaidah khusus (Suhersono, 2004: 19). Kaidah umum […]