Mengenal Bahasa Jamee Aceh

(http://aneukjameeku.blogspot.com)

Bahasa Jamee, terkadang juga disebut bahasa Aneuk Jamee, adalah salah satu dialek bahasa Minangkabau yang umumnya dituturkan oleh sebagian masyarakat di pesisir barat daya dan selatan Aceh. Ada orang Aceh setempat yang menyebutnya dengan Basa Aneuk Jamee atau Basa Baiko.

Bahasa Jamee merupakan bahasa yang digunakan tiga kabupaten, kabupaten Aceh Selatan atau disebelah barat Provinsi Aceh, Aceh Barat atau wilayah Barat Pesisir, dan Kabupaten Singkil atau disebelah Selatan berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara. Salah satu daerah penyebaran bahasa Jamee adalah Kabupaten Aceh Selatan. Bahasa Jamee memiliki perbedaan yang cukup berbeda dengan bahasa Minangkabau Bukittinggi, baik dari segi fonologi, leksikal, morfologi, maupun struktur kalimat. Bahasa ini berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, tetapi tidak seutuhnya bahasa itu sama karena adanya asimilasi daerah, yaitu bahasa Aceh membuat bahasa tersebut tidak lagi menjadi bahasa murni dari bahasa asal. (Abdullah, Marlian, Rohana, &Gade, 1990).

Fonologi bahasa Jamee berbeda dengan bahasa Minangkabau Bukittinggi. Perbedaan ini disebabkan berbagai faktor di antaranya letak geografis, lingkungan, dan percampuran budaya dan bahasa penutur bahasa setempat, yaitu suku Aceh.

1. Sistem Vokal

Perbedaan Fonologi dari segi vokal, baik bahasa Jamee maupun bahasa Minangkabau Bukittinggi dapat dilihat di bawah ini.


Berdasarkan tabel di atas, sistem vokal bahasa Jamee mencakupi:
a. 2 vokal tinggi : /i/ /u/
b. 2 vokal sedang atas : /e/ /o/
c. 2 vokal sedang bawah : /ɛ/ /ɔ/
d. 1 vokal rendah : /a/

Sistem Vokal
Bahasa Minangkabau Bukittinggi


Berdasarkan tabel di atas, sistem vokal bahasa Minangkabau Bukittinggi mencakupi:
a. 2 vokal tinggi : /i/ /u/
b. 2 vokal engah : /e/ /o/
c. 1 vokal rendah : /a/

2. Sistem Konsonan

Perbedaan terletak pada sistem konsonan, baik dari bahasa Jamee maupun bahasa Minangkabau Bukittinggi. Perbedaan tersebut terletak pada konsonan /ɣ/ (R) dan /r/. Konsonan ɣ merupakan konsonan dari bahasa Jamee, sedangkan konsonan r merupakan konsonan dari bahasa Minangkabau Bukittinggi. Jadi, sistem konsonan kedua bahasa memiliki perbedaan.Perbedaan Fonologi dari segi konsonan, baik bahasa Jamee maupun bahasa Minangkabau Bukittinggi dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Berdasarkan tabel di atas, sistem konsonan bahasa Jamee mencakupi:
a. 4 oklusif tak bersuara p t c k
b. 4 oklusif bersuara b d j g
c. 4 sengau m n ɲ ƞ
d. 1 frikatif tak bersuara s
e. 1 frikatif bersuara h
f. 1 frikatif bersuara ɣ (R)
g. 1 sampingan l
h. 2 semivokal w y

Berdasarkan tabel di atas, sistem konsonan bahasa Minangkabau Bukittinggi mencakupi:
a. 4 oklusif tak bersuara p t c k
b. 4 oklusif bersuara b d j g
c. 4 sengau m n ɲ ƞ
d. 1 frikatif tak bersuara s
e. 1 frikatif bersuara h
f. 1 vibran r
g. 1 sampingan l
h. 2 semivokal w y

Dari dua tabel perbedaan fonologi dari segi konsonan, baik dari bahasa Jamee maupun bahasa Minangkabau Bukittinggi memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut terletak pada konsonan ɣ dan r. Konsonan ɣ merupakan konsonan dari bahasa Jamee, sedangkan konsonan r merupakan konsonan dari bahasa Minangkabau Bukittinggi.

3. Perbedaan Pengucapan

Pengucapan bahasa Jamee juga berbeda dengan bahasa Minangkabau Bukittinggi. Perbedaan ini disebabkan berbagai faktor di antaranya letak geografis, lingkungan, percampuran budaya, dan bahasa penutur bahasa setempat, yaitu suku Aceh. Perbedaan itu terletak pada vokal, baik vokal tunggal maupun vokal rangkap. Perbedaan-pebedaan tersebut dapat dilihat antara lain /makɛn/ /makan/, /pansɛn/ /pansan/ /bɔRa/,/bara/ /malɔm/ /malam/.

Kata makɛn, pansɛn, bɔra, malɔm merupakan contoh dari bahasa Jamee, sedangkan kata makan, pansan, bara, malam merupakan contoh dari bahasa Minangkabau Bukittinggi.
Kemudian, vokal rangkap dari kedua bahasa juga memiliki perbedaan tersebut terletak pada vokal rangkap akhir, seperti /giue/, /giua/, /mantue/ /mantua/, /bacukui/, /bacukua/. Kata giue, mantue, bacukui merupakan contoh dari bahasa Jamee, sedangkan kata giua, mantua,bacukua merupakan kata yang berasal dari bahasa Minagkabau Bukittinggi.

Perbedaan juga terjadi pada konsonan kedua bahasa. Perbedaan tersebut, dapat dilihat, seperti kata /saRɛwa/, /sarawa/, /kaRambie/, /karambia/. Dari kedua contoh tersebut, terdapat perbedaan pengucapan konsonan r masing-masing bahasa. Konsonan r dilambangkan R pada bahasa Jamee, sedangkan konsonan r dilambangkan r bahasa Minangkabau Bukittinggi. Huruf konsonan r pada bahasa Jamee vibranya tidak terlalu jelas, tetapi masih terasa getaran di bawah dagu, sedangkan r pada bahasa Minangkabau Bukittinggi vibranya sangat jelas.

1) Vokal tunggal

Vokal tunggal ɛ dan a

Berdasarkan data yang dipaparkan tersebut dapat disimpulkan bahwa [ɛ] dalam bahasa Jamee adalah [a] dalam bahasa Minangkabau Bukittinggi bila bunyi [ɛ] terdapat pada suku kata akhir dan berakhir dengan bunyi [n].

Vokal tungal ɔ dan a

a. Suku Kata Awal

b. Suku Kata Akhir

Berdasarkan data yang dipaparkan tersebut dapat disimpulkan bahwa [ɔ] dalam bahasa Jamee adalah [a] dalam bahasa Minangkabau Bukittinggi bila bunyi [ɔ] terdapat pada suku kata akhir dan bertemu dengan bunyi [m].

2) Vokal Rangkap (Diftong)

Perbedaan diftong ue dan ua

 

Berdasarkan data yang dipaparkan di atas dapat disimpulkan bahwa vokal rangkap akhir masing-masing bahasa berbeda. Vokal rangkap akhir ue merupakan pengucapan bahasa Jamee, sedangkan vokal rangkap akhir ua merupakan pengucapan bahasa Minangkabau Bukittinggi.

Perbedaan diftong ia dan ie

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa vokal rangkap akhir masing-masing bahasa berbeda. Vokal rangkap akhir ie merupakan pengucapan bahasa Jamee, sedangkan vokal rangkap akhir ia merupakan pengucapan bahasa Minangkabau Bukittinggi.

Perbedaan diftong ui dan ua

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa vokal rangkap akhir masing-masing bahasa berbeda. Vokal rangkap akhir ui merupakan pengucapan bahasa Jamee, sedangkan vokal rangkap akhir ua merupakan pengucapan bahasa Minangkabau Bukittinggi.

3) Konsonan R dan r

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa konsonan r masing-masing bahasa berbeda. Konsonan r dilambangkan R pada bahasa Jamee, sedangkan konsonan r dilambangkan r bahasa Minangkabau Bukittinggi. Huruf konsonan r pada bahasa Jamee vibranya tidak terlalu jelas, tetapi masih terasa getaran di bawah dagu, sedangkan r pada bahasa Minangkabau Bukittinggi vibranya sangat jelas.

Sumber: badanbahasa

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Mengenal Bahasa Singkil Aceh

Fri Mar 19 , 2021
Tarian tradisional Singkil (https://blog.ling-go.net) Bahasa Singkil adalah salah satu bahasa yang terdapat di Provinsi Aceh. Bahasa Singkil pun sudah diakui pemerintah Aceh sebagai bahasa daerah Aceh Singkil. Bahasa Singkil atau lazim disebut Basa Kade-Kade merupakan bahasa mayoritas penduduk Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam. Mulai dari Kecamatan Suro, Simpang Kanan, […]