Mengenal Bahasa Abui NTT

1

Suku Abui (https://phinemo.com)

Bahasa Abui digunakan di Pulau Alor yang merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Jumlah penutur Bahasa Abui berkisar 16.000 jiwa (Gordon 2005). Dari pandangan ilmu bahasa, Abui merupakan salah satu dari rumpun bahasa Trans New Guinea.

Bahasa Abui digunakan dalam lima kecamatan di kabupaten Alor, yaitu (i) Kecamatan Alor Selatan (ibu kota: Kelaisi), (ii) Kecamatan Alor Barat Daya (ibu kota: Moru), (iii) Kecamatan Teluk Mutiara (ibu kota: Kalabahi), (iv) Kecamatan Lembur (ibu kota: Alemba), dan (v) Kecamatan Alor Tengah Utara (ibu kota: Mebung). Bahasa Abui merupakan salah satu bahasa yang memiliki ragam dialek. Dialeknya memang berbeda tetapi dapat saling dimengerti. Walaupun berbeda dalam dialeknya, suku Abui menyadari bahwa mereka satu kelompok etnis.

Suku Abui (https://www.harianproperty.com)

Sistem bunyi dan Cara penulisan (ortografi)

Bahasa Abui merupakan sebuah bahasa dengan sistem bunyi yang relatif sederhana. Bunyi konsonannya (seperti p, b, d, k dll.) hanya terdiri atas bunyi yang asli, ditambah dengan tiga konsonan pinjaman dari bahasa Melayu {j, c, g}. Sistem konsonan bisa dilihat dalam tabel di bawah ini.Terdapat perbedaan di antara cara pengucapan (ditulis dengan huruf fonetik) dan cara penulisan (ditulis dengan huruf biasa). Contohnya: bunyi [ŋ] ditulis dengan huruf (ng):

Selain dari konsonan tiap bahasa juga memiliki bunyi vokal (huruf hidup, vowel). Bahasa Abui mempunyai lima bunyi vokal pendek, dan lima vokalpanjang. Pengucapan bunyi vokal panjang ditandai dengan ː, dalamortografi, digunakan pendobelan huruf. Contohnya: bunyi [aː] dalam kata [bɑtaː] ‘pohon, kayu’ ditulis dengan dua huruf: bataa.

Perbedaan di antara vokal panjang dan pendek ditemukan di banyak kata.Di bawah ini adalah berberapa perbedaan tersebut:

Selain vokal pendek dan panjang, rangkaian vokal sering digunakan dalamBahasa Abui. Contohnya, kata [ˈfu wɔkuŋ] meliputi rangaian vokal [u] dengan [o]. Walaupun dalam pengucapannya bunyi [w] membagi dua vokal itu, dalam ortografi tidak ditulis, tetapi hanya dua vokal ditulis seperti satu suku kata fuokung. Beberapa contoh lain bisa dilihat di bawah ini:

Selain vokal pendek dan panjang, dan rangkaian vokal, Bahasa Abui jugamemiliki perbedaan nilai suara (tone). Contohnya, kata [hɑtɑŋ]  ‘melepaskannya, memberikan kepadanya’ diucapkan dengan suara rendah,dan ditulis dengan huruf a yang biasa, seperti dihatang. Kata [hɑtɑ́ŋ]  ‘tangannya’ diucapkan dengan suara tinggi di vokal kedua dan ditandaidalam ortografi dengan ′, seperti di kata hatáng.

Selanjutnya dapat dibaca, disini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Upaya Pelindungan Bahasa Adang dengan Revitalisasi Bahasa di NTT

Sat Jul 4 , 2020
Revitalisasi Bahasa Berbasis Komunitas Bahasa Adang NTT (https://www.lekontt.com) Bahasa Adang adalah bahasa yang dituturkan di wilayah kepala burung pulau Alor di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Saat ini bahasa Adang berpotensi terancam punah karena penuturnya yang tinggal di beberapa desa, seperti Adang Buom, Aimoli, Oamate, Alaang, dan sekitar Kalabahi […]