Memilih Pewarna Batik Alami

pewarna-batik-alami-000(https://pusatgrosirsolo.com)

Keindahan sebuah kain batik tidak hanya dinilai dari tingkat kerumitan motif batikannya, tetapi juga dipengaruhi oleh komposisi warna penyusunnya. Penggunaan pewarna batik alami yang diambil dari ekstrak tumbuh-tumbuhan menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk menciptakan warna batik yang klasik dan eksklusif meskipun warna-warna yang dihasilkan tidak selengkap zat pewarna batik sintetis.

pewarna-batik-alami-001(https://www.indonesiakaya.com)

Beberapa jenis tanaman penghasil warna yang biasa dimanfaatkan untuk membuat pewarna batik alami diantaranya berupa kunyit, tanaman indigofera, jalawe, teh, secang, bawang merah, kelapa, serta tanaman tingi, jambal dan tegeran.

Kunyit

pewarna-batik-alami-002(https://kabarinews.com)

Kunyit (Curcuma domestica val) merupakan salah satu tanaman obat sekaligus bumbu kuliner yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna batik. Bagian tanaman yang diambil adalah rimpang dan umbi akar yang menghasilkan warna kuning.

Indigofera

pewarna-batik-alami-003(https://colourmeindigo.wordpress.com)

Indigo (Indigofera tinctoria) merupakan sejenis tanaman perdu yang diambil bagian daun dan rantingnya untuk menghasilkan warna biru.

Jalawe

pewarna-batik-alami-004(https://amiafiyati.blogspot.co.id)

Kulit buah jalawe merupakan salah satu bahan jamu tradisional yang dapat dimanfaatkan sebagai perwarna batik. Warna kain yang dihasilkan dari proses pencelupan rebusan jalawe yaitu berupa warna hijau kecoklatan.

Teh

pewarna-batik-alami-005 (https://www.teh-hitam.com)

Selain dapat dimanfaatkan untuk membuat minuman, bagian daun teh (Camelia sinensis)  yang sudah tua bisa dimanfaatkan untuk zat pewarna alami batik. Bagian daun teh ini jika diolah akan menghasilkan warna cokelat pada kain yang dibatik.

Secang

pewarna-batik-alami-006(https://www.tokopedia.com)

Secang (Caesaslpinia sapapan lin) merupakan sejenis tanaman keras yang diambil bagian kayunya untuk menghasilkan warna merah. Warna merah tersebut diperoleh dari proses oksidasi dalam pencelupan larutan berwarna kuning sebelumnya.

Bawang Merah

pewarna-batik-alami-007(http://bajugrosirjogja.com)

Selain bisa dimanfaatkan sebagai bumbu masak, bawang merah (Allium ascalonicium L) juga dapat digunakan sebagai bahan pewarna batik. Bahan yang diambil adalah bagian kulit yang menghasilkan warna jingga kecoklatan.

Kelapa

pewarna-batik-alami-008(https://www.trubus-online.co.id)

Bagian tanaman kelapa (Cocos nucifera) yang dijadikan bahan pewarna batik adalah kulit buah terluarnya yang berserabut (sabut kelapa). Warna yang dihasilkan yaitu berupa krem kecoklatan.

Tingi, Jambal dan Tegeran

pewarna-batik-alami-009(https://zatwarnaalami.blogspot.co.id)

Tingi (Ceriops condolleana), jambal (Pelthopherum pterocarpum) dan tegeran (Cudrania javanensis), merupakan tiga jenis tumbuhan yang dapat diambil kulit dan kayunya kemudian dicampur menjadi satu untuk menghasilkan warna soga pada kain batik.

pewarna-batik-alami-010(https://zatwarnaalami.blogspot.co.id)

pewarna-batik-alami-011(https://zatwarnaalami.blogspot.co.id)

Karena terbuat dari bahan alami yang ramah lingkungan, pewarna alami batik umumnya cenderung cepat memudar jika dicuci dengan detergen biasa. Oleh karena itulah untuk mempertahankan keaslian warna batik anda bisa mencucinya dengan pembersih alami dari buah lerak yang dapat difungsikan sebagai deterjen tradisional.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Fitinline

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Memilih Pewarna Batik Sintetis

Mon Sep 12 , 2016
(https://nationalbowlgame.org) Seperti kita ketahui dalam proses pembuatan kain batik tulis maupun kain batik cap terdapat banyak sekali perlengkapan yang dibutuhkan. Salah satu diantaranya yaitu berupa zat pewarna batik. Secara garis besar pewarnaan batik bisa dibedakan menjadi dua macam yaitu pewarna alam dan pewarna sintetis. Pewarna batik alam umumnya diperoleh dari […]