Masjid Syekh Ja’far Shidiq Cibiuk Garut Jawa Barat

1

Masjid Syekh Ja’far Shidiq (https://www.mediaadvokasi.com)

Masjid Syekh Ja’far Shidiq terletak di Jalan Pesantren Tengah, Desa Cibiuk Tengah, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Warga sekitar menyebutnya dengan nama Masjid Agung Syekh Ja’far Shidiq atau Masjid Karamat, Sebagian orang juga mengenalnya dengan nama Masjid Mbah Wali.

Sejarah

Masjid Syekh Ja’far Shidiq (http://garutnews.com)

Syekh Ja’far Sidiq ini bersahabat baik dengan Syekh Abdul Muhyi Pamijahan, Tasikmalaya dan Syekh Maulana Mansur Pandeglang, Banten.

Syekh Jafar Shidiq dan Syekh Maulana Mansyur yang memprakarsai pembangunan masjid ini. Arsiteknya didatangkan dari Pandeglang, Banten, dan membangunnya dengan bentuk yang sama seperti masjid-masjid di Banten. Masjid ini dibangun pada abad ke-16.

Syekh Ja’far Shidiq tidak henti-hentinya mendorong umat untuk terus menggali serta mengembangkan ilmu dan kemajuan ekonomi, termasuk keahlian membuat makanan. Salah satu warisan dari Syekh Ja’far Shidiq yang hingga saat ini terus dikenal, yaitu “Sambal cibiuk” yang dikembangkan putrinya, Nyimas Ayu Fatimah. Sambal cibiuk bahkan sudah menjadi trade mark di sejumlah restoran di beberapa kota besar seperti Bandung dan Jakarta.

Masjid ini menjadi tempat perlindungan masyarakat yang setia kepada NKRI dari kekejaman DI/TII. Terlebih, kawasan Cibiuk dan Haruman terkenal sebagai salah satu basis terkuat pemberontak DI/TII.

Arsitektur

Masjid Syekh Ja’far Shidiq memiliki gaya arsitektur khas Jawa, yakni memiliki atap berbentuk limas yang bertingkat dua. Masih mempertahankan keasliannya sejak dibangun, masjid ini berdinding kayu dan anyaman bambu. Lantainya masih berupa papan panggung. Masjid ini tidak memiliki jendela pada dinding dasarnya. Cahaya yang masuk ke ruangan ini datang dari dinding atap atau celah-celah dinding anyaman bambu.

Bangunan

Bangunan Masjid Syaikh Ja’far Shidiq yang berbentuk bujur sangkar berukuran 6 x 6 meter ini masih berdiri kokoh dan konstruksi bangunan yang didominasi oleh kayu jati tersebut berbentuk panggung.

Seluruh komponen bangunan masjid disatukan tanpa menggunakan paku besi. Kayu-kayu diukir sedemikian mungkin sehingga saling mengikat antara yang satu dengan lainnya. Bagian kayu lainnya diikat menggunakan tali serabut. Masjid tanpa jendela ini memberikan efek keteduhan.

Atap

Atap masjid ini khas, berbentuk kerucut yang disangga empat tiang kokoh dari kayu jati. Meski sudah berkali-kali direnovasi, tapi bentuk asli atap kerucut ini masih bisa dilihat. Pada bagian atas atapnya dipasang sebuah benda berukir terbuat dari batu yang disebut masyarakat setempat sebagai “pataka” atau Memolo atau Mustaka.

Ruang utama

Mihrab dan Mimbar Masjid Syekh Ja’far Shidiq (http://garutnews.com)

Ruang utama diperluas dengan cara disambungkan dengan bangunan permanen di belakangnya berukuran 11 x13 meter dan sudah menggunakan lantai keramik. Perluasan bangunan dilakukan seiring bertambahnya jumlah penduduk didaerah setempat dengan penambahan bangunan yang memuat lebih dari 200 jemaah.

Pintu masuk ke ruang utama lama (http://garutnews.com)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Batik Kabupaten Magelang Jawa Tengah

Mon Aug 10 , 2020
Batik Ngluwar motif Ikan Koi Batik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya bangsa Indonesia. Hampir di setiap daerah memiliki beragam motif dan corak yang menunjukkan ciri khas daerah tersebut. Termasuk batik khas Magelang, Jawa Tengah, yang tidak kalah unik dari jenis batik dari daerah lainnya.Produk batik khas Magelang mencakup […]