Masjid Saka Tunggal Pekuncen Sempor Kebumen Jawa Tengah

Masjid Soko Tunggal Pakuncen dengan pintu gerbang

Masjid Saka Tunggal terletak di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Masjid Saka Tunggal tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan islam terdahulu khususnya ialah praktik ritual islam yang berkaitan dengan zikir atau berdoa kepada Tuhan yang digabungkan dengan kidung atau lagu-lagu Jawa dan biasanya dapat di dengarkan pada hari Jumat. Keunikan lainnya ialah Masjid Saka Tunggal ini menggunakan empat muadzin untuk memanggil orang-orang yang akan beribadah salat tanpa menggunakan mikrofon.

Masjid Soko Tunggal Pakuncen tampak depan (https://www.bambangirwantoripto.com)

Masjid Soko Tunggal dibangun oleh Adipati Mangkuprojo sekitar 1719 Masehi. Dia merupakan keluarga Keraton Kartasura, Solo yang gigih melawan penjajah Belanda. Karena terdesak Adipati Mangkuprojo kemudian melarikan diri dan memilih bergerilya di daerah Pekuncen.

Ia pun kemudian membuat pesanggrahan yang bersifat sementara. Selain bergerilya, Adipati Mangkuprojo juga giat melakukan syiar agama Islam. Setelah pengikutnya banyak akhirnya Adipati Mangkuprojo mendirikan masjid Saka Tunggal ini. Awalnya atap masjid menggunakan daun bambu yang dianyam dan dindingnya menggunakan tabak bambu. Dalam perkembangannya atap daun bambu tersebut diganti dengan ijuk, tetapi dindingnya masih menggunakan tabak bambu. Kurang lebih seabad kemudian ijuk tersebut diganti dengan genteng. Tahun 1922 dinding bambu diganti dengan bangunan tembok. Dan pada Juli 2005 lalu direnovasi.

Arsitektur

Atap tumpang dua Masjid Soko Tunggal Pakuncen (https://www.bambangirwantoripto.com)

Masjid Saka Tunggal Pekuncen yang sekarang ini sudah merupakan kombinasi dari bangunan tradisional limasan tumpang dengan gaya masjid Timur Tengah, terlihat dengan adanya kubah, serta lubang-lubang lengkung pada teras.

Bangunan

Ruang Serambi Masjid Soko Tunggal Pakuncen indah (https://www.bambangirwantoripto.com)

Bangunan Masjid Saka Tunggal Pekuncen yang luasnya kurang lebih 18 x 11 meter, terdiri dari Serambi, ruang utama, ruang bedug, ruang kentongan dan bedug serta ruang sepeda motor.

Ruang bedug dan ruang sholat Masjid Soko Tunggal Pakuncen (https://www.bambangirwantoripto.com)

Pada bagian dinding penyekat antara serambi dan ruangan utama terdapat tiga pintu, yang mana pintu tengah lah yang merupakan pintu utama masjid, sedangkan pintu utara hanya dibuka di hari Jumat dan untuk jamaah pria, dan pintu selatan juga hanya dibuka pada hari Jumat tetapi untuk jamaah wanita.

Ruang wudhlu Masjid Soko Tunggal Pakuncen (https://www.bambangirwantoripto.com)

Ruang Utama

Masjid Soko Tunggal Pakuncen dengan soko tunggal yang diukir indah (https://www.bambangirwantoripto.com)

Dibagian tengah ruang utama terdapat soko tunggal yang menopang masjid. Saka ini memiliki dimensi 30 x 30 cm dan tingginya 4 m dan pada ujung saka tersebut terdapat dua buah kayu utama yang melintang yang ditujukan sebagai penyangga utama bangunan Masjid Saka Tunggal dan di tengah saka tersebut terdapat empat danyang (kuda-kuda) atau skur untuk membantu menyangga kayu-kayu yang ada di atasnya. Pada saka tersebut juga terdapat motif ukiran kayu yang masih asli dan belum pernah diubah atau ditambahkan hiasan lainnya. Ukiran ini terdapat di empat danyang  di atas saka tunggal tersebut.

Mihrab dan Mimbar

Mihrab dan Mimbar Masjid Soko Tunggal Pakuncen indah (https://www.bambangirwantoripto.com)

Masjid ini memiliki ruang mihrab berdimensi sekitar 3 x 3 m yang dibagi menjadi dua bagian, bagian utara difungsikan sebagai tempat mimbar untuk khotib berkhutbah, sedangkan bagian selatan digunakan untuk tempat imam memimpin ibadah salat.

Renovasi

Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi secara besar, terutama pada bagian dinding yang awal mulanya menggunakan anyaman bambu dan pada bagian atap yang awal mulanya menggunakan ijuk dan pada tahun 1822 atap masjid diganti menggunakan genteng pathalan, dan sejak saat itu penggantian genteng di masjid ini dilakukan seratus tahun sekali, 1922 masjid ini menggunakan genteng Sokka. Pada bagian serambi juga telah dilakukan renovasi secara menyeluruh yang mengubah tiga pintu masuk menjadi lima pintu masuk pada bagian halaman depan masjid, tetapi masih ada tiga bagian berbeda setelah lima pintu masuk itu yang sepertinya merupakan bekas dari tiga pintu masuk yang lama.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Masjid Jami At Taqwa Gumelem Susukan Banjarnegara Jawa Tengah

Wed Aug 11 , 2021
Masjid Jami At Taqwa Masjid Jami At Taqwa terletak di Desa Gumelem, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, letak masjid ini unik berada diantara Desa Gumelem Wetan dan Gumelem Kulon, bukan sekadar tempat ibadah, namun juga pemersatu dua desa bertetangga. Sejarah Masjid Jami At Taqwa (https://de-de.facebook.com) Masjid itu diyakini […]