Masjid Saka Tunggal Darussalam Pakuncen Banyumas Jawa Tengah

Masjid Saka Tunggal Darussalam (https://banyumasmaya.wordpress.com)

Masjid Saka Tunggal Darussalam terletak di Dusun Legok, Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

Masjid yang berada di jalur alternatif Pekuncen-Purwokerto dan berjarak sekitar 750 meter dari jalan penghubung jalur pantura dan jalur selatan Jawa Tengah bisa dijadikan sebagai destinasi wisata religi.

Mimbar masih asli, hanya ditambah dinding dari papan di bagian kiri, kanan, dan belakang. Lantai masjid disemen warna merah, diduga masih asli. Serambi berbentuk segi lima dengan lima buah tiang, sedangkan bangunan induk bertiang tunggal yang dibuat dari semen berbentuk segi delapan.

Sejarah

Soko tunggal atau tiang satu

Masjid ini dibangun pada tahun 1846 tahun Jawa atau 1334 Hijriah atau tahun 1913 Masehi. Dibangun oleh Mohamad Nurman atas perintah Adipati Aryo Cokronegoro. Jika dihitung dari tahun sekarang (2021) maka masjid ini sudah berdiri sejak 108 tahun yang lalu. Data mengenai pembangunan Masjid Saka Tunggal Darussalam ini didapat berdasarkan inskripsi berhuruf Arab yang terdapat pada ambang atas pintu ruang masuk utama, yang berbunyi:

“6 Sura 1846, pangadega masjid 16-11-12 Legog, Kranggan Ajibarang Hijriah 1334 yasa dalem Kanjeng Bendara hadi Mas Tumenggung Hadipati Cokronegoroingkang jumeneng adipati ing negari PurwokertoBanyumas, Penghulu Hakim Muhammad Hadireja Purwokerto”

Latar belakang keberadaan Masjid di daerah Pekuncen berkaitan dengan pemindahan ibu kota Kecamatan Kranggan ke Desa Legog pada tahun 1915. Ini bersamaan dengan dibukanya jalur kereta api yang melewti Pekuncen dengan stasiun Legog.

Arsitektur

Atap dua tingkat (https://banyumasmaya.wordpress.com)

Arsitektur bangunan Masjid Saka Tunggal Darussalam tergolong unik dan jarang dijumpai di Jawa Tengah karena bentuk atapnya tumpang dua tingkat yang ditopang oleh satu saka berbentuk segi delapan (hektagonal) di bangunan utama masjid.

Bangunan

Masjid Saka Tunggal Darussalam dibangun di atas tanah seluas 20 m x 13 m dengan tinggi bangunan 3,25 m dan memiliki bentuk segi 8 (delapan), terdiri atas 5 sisi di bagian serambi depan dan 3 sisi bangunan utama masjid.

Masjid Saka Tunggal Darussalam Pakuncen merupakan salah satu bangunan cagar budaya berupa masjid yang mempertahankan unsur-unsur budaya lokal tetapi juga mengadopsi budaya dari luar. Hal ini terlihat dari bangunan masjid yang berbentuk seperti bangunan masjid tradisional Jawa. Sedangkan beberapa elemen masjid ada yang terpengaruh budaya Eropa seperti bentuk tiang utamanya yang berbentuk persegi delapan (oktagonal). Salah satu keunikan masjid ini yaitu hanya disangga oleh satu tiang atau sesuai dengan namanya saka tunggal. Sedangkan masjid umumnya biasanya ditopang oleh empat saka sebagai penyangga utama bangunan.

Bangunan Masjid Saka Tunggal Darussalam Pakuncen terdiri dari Bangunan Utama dan Bangunan lain.

Bangunan utama

Mihrab dan Mimbar (http://syariatwali.blogspot.com)

Bangunan utama atau bangunan induk Masjid Saka Tunggal Darussalam terbagi menjadi ruang utama atau induk masjid, serambi, dan tempat wudhu. Bangunan induk ini berbentuk persegi panjang yang terdiri dari beberapa ruangan yaitu ruang utama, ruang samping atau emperan, ruang pengimanan (mihrab), dan gudang.

Bangunan lain

Selain bangunan utama masjid di lingkungan Masjid Saka Tunggal Darussalam Pekuncen terdapat beberapa bangunan lain seperti Kantor Urusan Agama (KUA), Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, TPA Darussalam, dan Sendang Wareh.

Pemugaran

Atapnya sudah dipugar dengan gaya Timur Tengah atau bentuk kubah, juga plafon yang sebelumnya menggunakan bilik bambu diganti dengan tripleks, sedangkan atapnya yang semula menggunakan seng diganti dengan genting.

Sumber: kebudayaan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Langgar Dhuwur Pesengkongan Tegal Barat Kota Tegal Jawa Tengah

Tue Aug 10 , 2021
Langgar atau Mushola Duwur atau Mushola Istiqomah (http://adigunaku.blogspot.com) Langgar atau Mushola Duwur merupakan salah satu tempat bersejarah di Kota Tegal. Pasalnya musala yang yang berada di Kampung Pesengkongan, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah ini berdiri pada tahun 1821. Gang Pesengkongan tempat Langgar Dhuwur berada Langgar […]