Masjid Raya Syahabuddin Kabupaten Siak Riau

Masjid Syahabuddin (https://mytrip.co.id)

Masjid Raya Syahabudin terletak di Jalan Sultan Ismail, Kampung Dalam, kecamatan Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Riau; sekitar 500 m dari lokasi Istana Siak.

Kehadiran mesjid yang dibangun oleh keturunan para Sultan Siak ini telah membawa berkah yang tidak terhingga bagi masyarakat sekitarnya. Masjid bersejarah yang saat ini banyak dikunjungi bukan sekedar untuk beribadah, lebih dari itu masjid ini juga sudah menjadi cagar budaya sebagai tujuan wisata. Nama masjid Syahabudin diambil dari nama suku Syahad dari keturunan Sultan Kerajaan Siak yang berasal dari Arab, mulai dari Sultan ke-2 yaitu Sultan Muhammad Ali. Masjid Syahabudin yang pertama terletak di Jalan Syarif Kasim. Bangunan fisiknya terbuat dari kayu, kemudian di dalamnya terdapat mimbar yang berukir dari Jepang.

Kemudian masjid Syahabudin dipindahkan secara permanen pembangunannya ke Jalan Sultan Ismail di tepi Sungai Siak, berjarak lebih kurang 300 M dari istana As Seraya Hasniliyah Siak. Masjid Syahabudin didirikan oleh Sultan yang ke-12 bernama Sultan Syarif Kasim II, dimulai pada tahun 1927 dan selesai dibangun pada tahun 1935. Dana pembangunan masjid tersebut berasal dari dana kerajaan dan partisipasi masyarakat Siak.

Arsitektur

Masjid Raya Syahabuddin (https://www.skyscrapercity.com)

Arsitektur bangunan masjid raya Syahabuddin berbentuk bercirikan Eropa dan Timur Tengah.

Diskripsi Bangunan

Masjid ini berdenah persegi silang, dengan luas bangunan 399.6m2. Pintu masuk berada di sisi Timur, Utara, dan Selatan. Bangunan utama ditopang tiang bulat silinder dari beton dengan formasi membentuk lingkaran. Pintu dan jendela bagian atas membentuk lengkung kubah. Lengkung kubah di atas pintu dan jendela pada bagian dalam berhias tulisan dari petikan ayat-ayat Al Quran.

Ruang Utama

Di ruang utama, langit-langit berbentuk segi delapan dan ditopang delapan tiang yang mengelilingi pusat ruang.

Mimbar dan Mihrab

Mimbar dan Mihrab (https://bayuwinata.wordpress.com)

Mihrab terbuat dari kayu dengan ukiran krawangan motif suluran. Atap masjid berupa atap sirap yang pada bagian puncaknya berbentuk kuncup teratai. Masjid ini mempunyai mihrab dengan ukuran tinggi 2,4 m, lebar 104 cm, dan panjang 210 cm.

Makam

Makam Sultan Syarif Kasim II dan kerabatnya (https://bayuwinata.wordpress.com)

Disebelah kanan masjid terdapat bangunan berbentuk miniature istana Siak. Di dalam bangunan ini terdapat kuburan dari Sultan Siak terakhir yang bernama Sultan Syarif Kasim II dan kerabatnya.

Pemugaran

Pada tahun 1963, dan pada tahun 2003, pemugaran masjid sebatas menambah teras di kiri dan kanan masjid dan perbaikan ringan masjid.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Masjid – Masjid Kuno di Kepulauan Riau

Wed Jan 6 , 2016
Bangsa Indonesia sangat kaya dengan peninggalan-peninggalan sejarah dan purbakala yang sekarang disebut benda cagar budaya, diantaranya berupa masjid-masjid kuno. Arsitektur masjid-masjid kuno di Indonesia meskipun sederhana, tetapi memiliki ciri khas lokal yang terlihat pada komponen-komponen bangunannya. Benda cagar budaya Masjid-Masjid Kuno di Kepulauan Riau sebagian besar berasal dari peninggalan Kerajaan […]