Masjid Jamik Jantho Aceh Besar Aceh

Masjid ini terletak di Desa Weu Kemukiman Jantho Kecamatan Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar. Berjarak sekitar 60 km dari Banda Aceh, dan 28 km dari Saree. Informasi dari imam masjid menyebutkan bahwa masjid ini dipindahkan ke lokasi yang sekarang di tahun 1710 M. Sebelumnya masjid ini dibangun di Desa Jantho Lama sekitar tahun 1640 M, di masa pemerintahan Sultan Iskandar Thani (1636-1641 M).

Belum ditemukan data yang akurat tentang tahun pendirian masjid ini. Ada yang mengatakan masjid ini didirikan pada tahun 1710 M, dan ada pula yang mengatakan bahwa 1710 M adalah tahun pemindahannya ke Desa Weu. Jika diasumsikan pendiriannya pada tahun 1710 M, lalu dipindahkan ke Desa Weu setelah 150 tahun, maka pemindahan masjid Jamik Jantho ke Desa Weu dilakukan kira-kira dalam tahun 1860 M. Dengan asumsi ini, berarti pendirian masjid ini dilakukan dalam masa pemerintahan Sultan Jamal al-Alam (1704- 1726 M), dan dipindahkan dalam masa pemerintahan Sultan Ibrahim Mansur Syah (1858-1870 M).

Sebaliknya jika diasumsikan bahwa tahun 1710 M adalah tahun pemindahan masjid ini ke Desa Weu, berarti masjid ini didirikan sekitar tahun 1640 M. Jadi masjid ini didirikan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Thani (1636-1641 M). Mana pun yang benar dari dua kemungkinan ini, tetap tidak menafikan urgennya nilai sejarah yang terekam dari masjid ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mendalam agar fakta sejarah terkuak.

Dari sebuah sumber, diperoleh informassi bahwa dalam masa keberadaan masjid di Desa Weu, jabatan imam di masjid ini dipangku oleh Teungku Nago. Sumber ini mengatakan bahwa Teungku Nago meninggal dunia pada tahun 1720 M, lalu jabatan imam dipegang oleh Teungku Ibrahim Desa Bueng. Selama ia menjadi imam baru, masjid direhab dengan melakukan pemasangan atap rumbia. Rehabilitasi ini dilakukan sekitar tahun 1723, dan beliau memimpin sebagai imam selama lebih kurang 20 tahun. Pada tahun-tahin berikutnya terjadi pergantian imam secara alamiah. Informasi yang diperolah mengemukakan nama-nama berikut sebagai yang telah dapat dicatat:

  • Teungku M. Yusuf (Yah Nek) lebih kurang menjabat sebagai imam sekitar 25 tahun.
  • Teungku Maun Desa Barueh, lebih kurang menjabat selama 10 tahun.
  • Teungku Abdullah Cot Agoh, beliau memimpin selama 3,5 tahun.
  • Teugku Usman Sagop Desa Bueng, lebih kurang memimpin sebagai imam masjid selama 20 tahun.
  • Teungku Ishak Desa Weu, lebih kurang memimpin sebagai imam selama 3,5 tahun.
  • Teungku M. Adam Desa Jalin, mulai menjadi imam pada tanggal 1 Agustus 1969 sampai dengan tahun 1994. Selama Teungku Adam memimpin, mesjid telah direhab, yaitu pemasangan dinding dan sisip puncak, serta pembuatan mimbar.

Sumber:
Buku Mesjid Bersejarah di Nanggroe Aceh, Jilid 1, Departemen Agama Provinsi Aceh (E-book)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Masjid Teungku Chik Kuta Karang Aceh Besar Aceh

Sun Jul 20 , 2014
Masjid Tgk. Chik Kuta Karang terletak di Desa Ulee Susu Kemukiman Kuta Karang, Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Mesjid ini didirikan oleh Teungku Chik Kuta Karang sekitar tahun 1860, dan telah direnovasi pada tahun 1997. Imam masjid ini sekarang dijabat oleh Teungku Muhammad. (https://masdar-unek-unek.blogspot.co.id) Masjid ini berada di lokasi […]