Masjid Jami Al Riyadh Senen Jakarta Pusat

1

Masjid Jami Al Riyadh Kwitang, Senen Jakarta Pusat

Masjid Jami Al Riyadh terletak di Jl. Kembang VI No. 4A, RT 001 RW 02 Kwitang, Senen, Jakarta Pusat yang berada di kawasan pada penduduk. Masjid ini didirikan oleh Habib Ali Al Habsyi bin Habib Abdurrahman Al Habsyi sekitar tahun 1938.

Sejarah

Masjid Al-Riyadh Kwitang sisi selatan (https://www.google.co.id)

Keberadaan Masjid Al-Riyadh Kwitang tidak lepas dari perjuangan dakwah Habib Ali Al Habsyi bin Habib Abdurrahman Al Habsyi di Jakarta. Berawal hanya berupa surau dengan desain rumah panggung, kini Masjid Kwitang menjadi bangunan masjid dua lantai yang berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi.

Di tempat inilah Habib Ali bersama murid-muridnya besama penduduk setempat mendirikan sebuah majelis taklim di rumah pribadinya. Tempat tersebut lantas ia beri nama Baitul Makmur.

Beberapa tahun kemudian majelis itu dia beri nama Unwanul Falakh. Sekitar tahun 1950, majelis tersebut resmi diberi nama Masjid Al Riyadh. Namun masyarakat sekitar lebih mengenalnya dengan nama Masjid Kwitang.

Pada masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, selain digunakan untuk syiar agama Islam, masjid ini dipakai untuk tempat pertemuan tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ini tidak mengagetkan karena Ali Al Habsyi adalah salah satu penasehat dan orang kepercayaan Presiden Soekarno.

Pada masa kemerdekaan hingga saat ini, masjid bersejarah ini tetap berdiri kokoh di tengah menggeliatnya perkembangan kota. Selain digunakan untuk berdakwah dan menjalankan ibadah sehari-hari, oleh pengurus dan pengelola, masjid ini dijadikan tempat belajar secara formal.

Sebuah sekolah dasar Islam bernama Madrasah Diniyyah Al Riyadh didirikan sekitar tahun 1975.

Arsitektur

Arsitektur Masjid Al-Riyadh Kwitang seperti rumah mewah, berlantai dua, yang tidak mempunyai kubah masjid, jelas membedakannya disebelah kanan dari pintu masuk Masjid terdapat menara masjid.

Bangunan

Sisi selatan dari Mihrab dan Mimbar

Luas Tanah dan bangunan, dari data Simas, sebesar 2.236 m2 dapat menampung 150 – 200 jemaah. Lantai pertama masjid tesebut biasanya digunakan untuk shalat berjamaah seperti biasa, sedangkan lantai dua digunakan untuk tempat belajar Madrasah Diniyyah.

Mihrab dan Mimbar

Mihrab tersebut tidak digunakan sebagai ruangan khusus Imam Sholat, namun terletak dibelakang mihrabnya. Mimbarnya berjenjang atau bertangga dan ada tempat duduknya serta atapnya berupa kubah terbuat dari kayu-kayu pilihan yang masih awet hingga kini.

Sisi utara dari Mihrab dan Mimbar

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Gurilaps Travel Marketplace

Sat Dec 1 , 2018
Gurilaps Gurilaps merupakan sebuah platform pemesanan berbasis online yang mudah di mana Kamu bisa dengan cepat memilih dan memesan kegiatan dan pengalaman berwisata di Jawa Barat dengan paket yang paling lengkap dan harga paling kompetitif yang tersedia saat ini. Untuk sementara, sebanyak 26 objek wisata ditawarkan dalam aplikasi tersebut. Adapun […]