Masjid Jami’ Al-Ikhsaniyah Kota Jambi Jambi

Masjid Jami’ Al-Ikhsaniyah sebelum di pugar total (https://id.wikipedia.org)

Masjid Jami’ Al-Ikhsaniyah terletak di Jalan KH. Ibrahim, RT 05, Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, Propinsi Jambi. Masjid Ikhsaniyyah atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Batu adalah masjid tertua di kota Jambi, provinsi Jambi.

Masjid ini didirikan pada tahun 1880 oleh Sayyid Idrus bin Hasan Al-Jufri. Sayyid Idrus, seorang tokoh penyebar Islam di Jambi dengan gelar Pangeran Wiro Kusumo, beliau merupakan seorang ulama keturunan Yaman. Masjid Batu ini didirikan Sayyid Idrus untuk memenuhi fungsi tempat ibadah bagi masyarakat seberang kota Jambi. Masyarakat kota Jambi waktu itu yang sudah fanatik keislamannya memanfaatkannya sebagai tempat ibadah dan kegiatan sosial lainnya.

Dipugar Belanda

Masjid Jami’ Al-Ikhsaniyah setelah di pugar total (https://sindonews.com)

Pada tahun-tahun awal abad ke-20, perkembangan Islam di Jambi maju pesat. Hal ini seiring dengan majunya pendidikan keislaman di Jambi yang ditandai dengan berdirinya empat pesantren utama, yaitu Pesantren Nurul Iman, Pesantren Saadad Daarain, Pesantren Jauharain, dan Pesantren Nurul Islam. Keadaan ini membuat kesadaran keislaman penduduk semakin mengkristal dan menjadikan kawasan seberang kota Jambi banyak didatangi orang dari berbagai daerah untuk belajar.

Keadaan ini tentu saja berpengaruh bagi Masjid Batu. Makin lama jamaah masjid itu semakin penuh hingga akhirnya tak lagi mampu menampung jamaah yang terus membludak, terlebih pada Salat Jumat. Maka tokoh-tokoh masyarakat lalu menggelar musyawarah dan bermufakat untuk memperbaharui masjid. Disepakati dana pembangunan masjid dikumpulkan dari sedekah dan infaq masyarakat sampai akhirnya terkumpul dana yang cukup untuk memugar masjid. Saat itu tahun menunjukkan angka 1935.

Papan nama Masjid Jami’ Al-Ikhsaniyah (https://bujangmasjid.blogspot.co.id)

Karena berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda. para tokoh masyarakat meminta izin kepada Belanda. lalu masuklah permohonan pemugaran masjid ke pemerintah Belanda yang ada di Jambi dengan menceritakan latar belakang dan sejarah berdirinya masjid.

Tahulah Belanda bahwa Masjid Batu tersebut merupakan peninggalan Sayyid Idrus yang merupakan salah seorang sultan Jambi yang bergelar Pangeran Wiro Kusumo. Karena menganggap bahwa masjid tersebut bernilai sejarah sebagai masjid sultan, tahun 1937 pihak kolonial mengambil alih pembangunan masjid. Dana pun turun dari pihak kolonial dan pembangunan sepenuhnya berada dalam pengendalian Belanda. Padahal awalnya para tokoh masyarakat hanya perlu izin karena dana sudah tersedia. Jadilah dana dari masyarakat itu tidak terpakai yang akhirnya digunakan untuk membuat pagar mengelilingi masjid.

Bangunan

Mihrab dan mimbar (https://bujangmasjid.blogspot.co.id)

Bangunan dalam masjid dipenuhi dengan hiasan kaligrafi berbagai rupa. Mimbar asli berdiri anggun di sisi kanan mihrab. Sementara beduk peninggalan terdahulu berada di bagian belakang ruang salat. Ciri mencolok dari masjid ini adalah banyaknya jendela. Jendela-jendela yang dipasang berpasangan itu mengelilingi masjid. Hanya tembok mihrab yang tak berjendela.

Bedug (https://bujangmasjid.blogspot.co.id)

Tempat wudhu (https://bujangmasjid.blogspot.co.id)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Masjid – Masjid Kuno di Bengkulu

Mon Jul 25 , 2016
Masjid adalah tempat umat Islam beribadah. Dalam perkembangan kemudian, kata masjid mempunyai pengertian tertentu, yaitu suatu bangunan atau gedung digunakan sebagai tempat menunaikan shalat, baik shalat lima waktu, maupun shalat Jum’at atau shalat hari raya. Pengertian masjid sebagai bangunan atau kompleks bangunan merupakan wujud dari aspek fisik dalam kubudayaan Islam. […]