Masjid Baiturrahmah Sindang Indramayu Jawa Barat

Masjid  Baiturrahmah (https://kerisnews.com)

Masjid  Baiturrahmah terletak di Desa Dermayu Kecamatan Sindang Kabupaten  Indramay, Jawa Barat. Masjid  ini  merupakan  masjid  tertua kedua yang  ada  di  Indramayu  karena pendiriannya sama  dengan  berdirinya  Kabupaten Indramayu,  yaitu  pada tahun  938  Hijriah  atau  tahun  1449  Saka  bertepatan  dengan 1527  Masehi.

Pemugaran masjid secara besar-besaran yang terjadi pada tahun 1986 hingga terjadinya perubahan total dari bentuk aslinya, oh sayang sekali..

Sejarah

Masjid  Baiturrahmah pada masa kolonial Belanda (https://kerisnews.com)

Dibangun oleh Raden Aria Wiralodra yang merupakan penduduk pertama  di Indramayu, merupakan utusan dari Kerajaan Demak yang ditugaskan  untuk menguasai pelabuhan-pelabuhan yang ada di  daerah  pesisir  utara Jawa,  guna  memutus  kerjasama  yang  dilakukan  antara  Kerajaan  Pajajaran  yang berada  di  pedalaman  Jawa  Barat  dengan  Bangsa  Portugis,  selain  itu  juga  untuk proses Islamisasi  pada daerah  tersebut.

Bangunan

Bentuk   dasar   masjid   pada  awal  perkembangannya  di  Indonesia, khususnya Pulau Jawa, memiliki  bentuk  dasar berupa bujur sangkar dengan  adanya penonjolan disatu  sisi  yang  digunakan  sebagai mihrab (penunjuk  arah  kiblat). Menggunakan  atap  tumpang  dengan  kelipatan  ganjil.  Ada  juga  atap  yang  bersusun dua   pada saat   itu,   akan   tetapi   atap   bersusun   dua   digolongkan   menjadi   atap bertumpang  satu.  Atap  itu  ditopang  oleh  empat  tiang  utama  yang  biasa  disebut dengan soko   guru dan   biasanya   dibagian   paling   atas   atap   terdapat   sebuah mustaka,  untuk  menggantikan  lambang  bulan  bintang  yang  biasanya  terdapat  pada kubah  aliran  Arab. Mustaka yang  pada  masa  Kerajaan  Hindu  merupakan  Mahkota Raja.

Ragam  hias  yang  terdapat  pada  masjid  Baiturrahmah  terletak  pada  mahkota tiang  yang  berbentuk  segi delapan bisa  disebut  juga Ganjah  Mayangsara.  Bentuk mahkota   segi delapan   itu   menjadi   seperti   piramida   terbalik, mengecil di bagian bawah dan melebar dibagian atasnya. Kondisi bagian bawah yang kecil digunakan    untuk menopang  seluruh beban atap bangunan, pada umumnya tumpuan  yang  baik  adalah  jika  bagian bawahnya  yang  lebar,  sedangkan  di  masjid ini  dibuat  terbalik.  Konstruksi  ini  merupakan  ciri  dari  arsitektur  Cirebon,  karena Indramayu berdekatan dengan Cirebon sehingga dalam arsitekturnya mendapatkan  pengaruh  dari  Cirebon. Ragam  hias  juga  terdapat  juga  pada candrasengkala,  dimana  terdapat  ukiran seperti lung-lunganyang   berupa   hiasan   berbentuk   sulur   menyerupai   huruf S. Ukiran  tersebut  berupa  jenis  tumbuhan  merambat  dimana  terdapat  daun,  batang, dan    bunga,    dalam candra sengkala juga   terdapan   sebuah   kaligrafi   berisikan tentang    riwayat    pemugaran    masjid    yang    ditulis    dalam   bahasa   Arab   dengan menggunakan  kaligrafi  aliran riq’ah.

Pemugaran

Pemugaran masjid secara besar-besaran yang terjadi pada tahun 1986 sebenarnya  merusak,  karena  banyak  bagian  masjid  yang  diubah  sehingga  berubah total. Masjid bersejarah seharusnya  dilestarikan  dengan  menjadikannya  bangunan cagar  budaya,  akan  tetapi hal  tersebut  tidak  dapat  dilakukan, disebabkan  sudah berubahnya bangunan masjid. Pemugaran yang terjadi pada saat itu tidak mengikuti aturan-aturan yang terdapat    dalam Undang-Undang Dasar   Negara Republik  Indonesia  tahun  1945  yang  tertera  pada  pasal  32  ayat  (1) mengenai cagar  budaya yang  harus  dilestarikan.

Sumber: Analisis Visual Masjid Baiturrahmah (Dermayu) Desa Dermayu Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu, Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan oleh Yogi Ade Triana 0901276, Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia, 2014.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Masjid Syekh Ja'far Shidiq Cibiuk Garut Jawa Barat

Sat Aug 8 , 2020
Masjid Syekh Ja’far Shidiq (https://www.mediaadvokasi.com) Masjid Syekh Ja’far Shidiq terletak di Jalan Pesantren Tengah, Desa Cibiuk Tengah, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Warga sekitar menyebutnya dengan nama Masjid Agung Syekh Ja’far Shidiq atau Masjid Karamat, Sebagian orang juga mengenalnya dengan nama Masjid Mbah Wali. Sejarah Masjid Syekh Ja’far Shidiq […]