Masjid Asyuro Pangatikan Garut Jawa Barat

Masjid Asyuro (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Masjid Asyuro atau Masjid Cipari terletak di lingkungan Pondok Pesantren Cipari di Kampung Cipari, Desa Sukarasa, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Pendiri Pondok Pesantren Cipari adalah Kyai Haji Abdul Kudus dan Kyai Haji Yusuf Tauziri.

Masjid Asyuro dan Pondok Pesantren Cipari memang mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan perkumpulan Sarekat Islam. Berdasarkan keterangan dari Bapak Faros (60 tahun), selaku sesepuh di Pondok Pesantren Cipari, wilayah Garut Timur merupakan salah satu basis perkumpulan Sarekat Islam yang cukup pesat perkembangannya, sehingga banyak aktivis SI yang berkumpul di wilayah ini, terutama di Pondok Pesantren Cipari.

Sejarah

Masjid Asyuro (https://koran.tempo.co)

Masjid ini dibangun pada kurun waktu 1933 – 1936, dimana arsiteknya bernama Abikusno Cokrosuryo, adik dari tokoh Sarekat Islam, Tjokroaminoto, juga seorang aktivis Sarekat Islam pada masa itu. Masjid ini berdiri di atas tanah wakaf milik Haji Harmayn dan Kyai Haji Bustomi, yang kemudian dilimpahkan kepada pendiri pesantren.

Denah Masjid

Denah Masjid Asyuro

Arsitektur

Masjid Asyuro bergaya arsitektur art deco, sebagaimana dicirikan dengan bentuk geometris, terlihat jelas pada pengolahan fasadnya, pola dekorasi geometris yang berulang di atas material batu kali, garis horizontal yang halus pada sisi samping kanan dan kiri bangunan, serta bentuk menara dan atapnya yang menyerupai kubah dengan beberapa elemen dekorasi pada bagian samping maupun puncaknya. Arsitekturnya berbeda dengan masjid-masjid di Indonesia pada umumnya. Yang menandakan bahwa bangunan ini berupa masjid adalah di bagian atap terdapat menara dengan puncak berbentuk kubah berwarna emas.

Bangunan

Bentuk bangunan induk ini berbeda dengan bentuk masjid pada umumnya. Bangunan ini menyerupai sebuah benteng pertahanan yang memanjang dari Barat ke Timur.

Masjid berdenah empat persegi panjang berukuran 30 m x 10 m dengan lantai ditinggikan ± 1 m. Memiliki atap genteng dengan dinding tembok beton; 3 pintu kaca dan kayu bagian bawahnya berukuran 2 m x 1 m; 5 anak tangga menuju pintu masuk; 40 jendela kaca berkuran 120 cm x 60 cm (bawah) dan 100 cm x 60 cm (atas) dalam façade bagunan berjejer di samping kiri-kanannya dengan ventilasi beton; menara beton di atas atap; dan tangga menuju menara berada dalam 2 ruangan di bagian belakang bangunan (kiri dan kanan).

Pintu dan Menara

Menara Masjid Asyuro (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Bangunan masjid dilengkapi dengan pintu masuk yang terdapat di sisi utara, selatan, dan timur. Saat ini pintu masuk masjid berupa pintu geser dari kayu yang merupakan penambahan baru. Kemungkinan dahulu daun pintu asli dibuat dengan sistem bukaan. Di kanan dan kiri pintu masuk utama, yakni di sisi timur, terdapat dua ruangan yang dipergunakan sebagai gudang dan pintu menara. Tangga menara dari kayu dimana sebagian kayunya telah diganti dengan kayu baru karena sudah lapuk.

Ruang Utama

Ruang utama, Mihrab dan Mimbar (https://www.kontraktorkubahmasjid.com)

Ruang utama atau ruang yang dipakai buat shalat, sebuah mimbar yang letaknya berada pada bagian barat masjid yang menjorok keluar. Ruang shalat, memiliki bentuk yang memanjang tanpa sekat atau pawestern sebagai pembatas antara ruang shalat pria dan wanita.

Mihrab dan Mimbar

Mihrab pada bangunan masjid ini hanya berukuran 3 x 1,5m dengan ketinggian 3m. Pada bagian tengah dinding mihrab terdapat sebuah ventilasi kecil. Di bagian kiri mihrab terdapat mimbar berupa bangku dan meja yang terbuat dari kayu yang dapat dipindah sewaktu-waktu. Pada bagian bagian kanan dan kiri mihrab tidak terdapat ruangan yang biasanya digunakan sebagai tempat pengurus masjid beristirahat.

Tempat Wudhu

Tempat wudhu terletak di sisi utara yang sudah mengalami perubahan. Semula tempat wudhu berupa kolam dimana sumber airnya berasal dari mata air Cikoneng.

Sumber: Unsur-unsur Arsitektur Kolonial pada Masjid Cipari Garut, Oleh Tawalinuddin Haris, M.S. dan Dimas Seno Bismoko S.Hum, Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, Kampus UI, Depok 16424

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Masjid Laweyan Surakarta Jawa Tengah

Sun Dec 13 , 2020
Masjid Laweyan (https://limakaki.com) Masjid Laweyan atau sering dikenal dengan Masjid Ki Ageng Henis terletak di Jl. Liris No. 1, Belukan, Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta 57146, Provinsi Jawa Tengah. Sejarah Masjid Laweyan (https://www.google.com) Masjid Ki Ageng Henis berdiri sejak tahun 1546 lalu, Masjid Laweyan menjadi salah satu bangunan tertua di […]