... (several lines of code) ... https://optimize.google.com/optimize/home/#/accounts/175585813/

Manusia Modern Pertama Diketemukan di Gua Lidah Ajer Limapuluh Kota Sumatera Barat

Gua Lidah Ajer (https://batampos.co.id)

Gua Lidah Ajer (Lidah Air) secara administarif berada di kawasan Perbukitan Kojai, dengan ketinggian 700 mdpl, Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Sekitar 20 kilometer dari arah selatan Kota Payakumbuh.

Gua Lidah Air berada pada lereng Bukit Sidayu. Sebelah utara berbatasan dengan Bukit Sidayu, sebelah selatan dengan Bukit Patopang, sebelah barat dengan Bukit Sidayu, dan sebelah timutnya berbatasan dengan Puncak Itiak.

Kondisi Gua

Peta Lokasi Gua Lidah Air

Berdasarkan proses terbentuknya, Gua Lidah Air tergolong pada kategori Gua Kapur (Limenstone) yakni gua yang terjadi di dalam daerah batuan kapur/limenstone, akibat dari pengikisan air terhadap batuan kapur di dalam tanah.

Dari segi bentuk gua, Lidah Air tergolong pada Gua Horisontal yaitu Gua yang bentukan lorongnya relative mendatar, dalam artian dapat ditelusuri dengan teknik horizontal cave. Ornamen pada Gua Lidah Air ini cukup banyak diantaranya Stalaktit, Stalakmit, Column (pilar), Drapery/korden, Flowstone, Gourdam (kolam kecil), Helektite, Boulder, dan sebagainya.

Peta Lokasi Gua Lidah Air

Gua Lidah Air gua yang dari keaktifannya termasuk pada gua semi-aktif. Kondisi dalam gua sedikit lembab, dengan kondisi tanah yang sedikit kering. Mulut gua menghadap ke arah timur, yang secara teknis dapat memberikan akses cahaya matahari ke area dalam gua. Mulut Gua dengan lebar 3,8 M dan memiliki ketinggian 2,5 M dari permukaan tanah.

Gua ini memiliki 2 ruangan utama yang sangat luas. Bagian dalam goa memiliki panjang 7,7 m dan lebar 9 m dengan ketinggian kurang lebih 8 m. Jalan masuk menuju ruangan kedua sudah di pasang pintu teralis besi yang cukup kecil. Ruangan kedua ini lebih luas dari ruangan pertama dan juga terdapat banyak stalaktit dan stalagmit serta banyak kelelawar didalamnya.

Lukisan di Gua

Arkeolog dari BPCB Sumatera Barat, Dodi Chandra S. Hum, kepada Harianhaluan.com mengatakan, pada saat mulai melakukan obervasi di mulut gua, terlihat pada dinding utara lukisan gua (gambar cadas) berwarna putih berbentuk manusia dengan gaya kangkang. Lukisan yang terlihat di dinding utara tersebut secara tidak langsung mengisyaratkan adanya lukisan lainnya di bagian ruangan gua. Setelah dilakukan pengecekkan terhadap seluruh bagian dalam gua ternyata benar adanya. Lukisan berwarna putih tersebut ternyata tersebar di semuan dinding gua, baik dinding utara, dinding selatan dan dinding barat.

Di bagian sebelah utara dinding goa ditemukan kurang lebih 53 buah lukisan yang berwarna putih dan berbentuk manusia kangkang, ada yang berbentuk sedang berlari, bentuk mengangkang dengan tangan ke bawah dan ada juga yang berbentuk mengangkang dengan posisi tangan sejajar dengan bahu, di dekat dinding sebelah utara ada pertemuan antara stalaktit dan stalakmit yang menyatu dan membentuk seperti sebuah pilar.

Kemudian di dinding sebelah selatan ditemukann kurang lebih 14 buah lukisan yang berwarna putih dan berbentuk manusia kangkang. Selain itu, ditemukan pula lukisan gua yang berwarna hitam. Secara kronologi warna hitam memiliki umur yang lebih tua bila dibandingkan dengan warna putih. Lukisan yang berwarna hitam yang masih terlihat berjumlah 5 buah, yang salah satu bentuk yang cukup unik berbentuk manusia yang sedang menunggangi hewan.

Temuan lukisan gua warna hitam memang sangat jarang, karena selama ini temuan lebih pada lukisan yang berwarna putih seperti yang sebelumnya telah ditemukan di Ngalau Tompok (Situmbuk), dan juga Batu Basurek (Lintau Buo).

Sejarah

Lokasi temuan berbagai fosil gigi di dalam gua

Perhatian dunia terhadap manusia purba Indonesia dimulai ketika ahli paleo-anthropologist Belanda Eugene Dubois menemukan “manusia Jawa” yang mengguncang dunia ilmu antropologi saat itu.

Saat itu di era tahun 1800 an Eugene Dubois sebenarnya juga melakukan serangkaian ekspedisi penelitian di berbagai gua di wilayah Sumatera.  Hasilnya  Eugene Dubois ternyata menemukan potongan gigi manusia purba yang membuat dirinya sangat tertarik.  Namun tampaknya di era tersebut tidak ada ahli antropologi purbakala yang serius menekuni penemuan Eugene Dubois ini.

Lebih dari seratus tahun kemudian gabungan tim peneliti ini berhasil menemukan kembali gua tempat Eugene Dubois menemukan potongan gigi ini.  Gua ini lokasinya berada di Sumatera Barat yang dinamakan gua Lida Ajer.

Anggapan Baru

Lokasi temuan berbagai fosil gigi di dalam gua

Sampai saat ini memang para ahli purbakala dunia menyepakati bahwa manusia modern dalam perjalanannya dari Afrika menuju  Australia sampai di wilayah Asia Tenggara khususnya Indonesia sekitar 60.000-65.000 tahun yang lalu.

Namun tampaknya hipothesis ini berubah total setelah adanya analisa terbaru terhadap potongan gigi manusia purba yang ditemukan di gua di Sumatera Barat baru baru ini oleh tim peneliti dari the Macquarie University dan University of Queensland yang dipublikasikan di jurnal imiah bergengsi dunia Nature.

Perbandingan anatomi dari tengkorak manusia modern (kiri) dan Homo neanderthalensis (kanan), dari Cleveland Museum of Natural History (https://padangkita.com)

Dari hasil analisa kembali temuan gigi yang ada digua ini disimpulkan bahwa gigi temuan ini berasal dari manusia modern Homo sapiens yang hidup sekitar 73.000 tahun yang lalu.  Berarti temuan ini berhasil membuktikan bahwa manusia modern yang tiba di Indonesia sekitar 20.000 tahun lebih awal dari perkiraan semula yang selama ini disepakati.

Dalam dunia antropologi dan manusia purba wilayah Asia Tenggara khususnya Indonesia memang merupakan wilayah yang penting dan berperan dalam penyebaran manusia purba dari Afrika menuju Australia dan kini Sumatera Barat menjadi perhatian dunia ilmu pengetahuan sebagai salah satu wilayah yang menentukan sejarah manusia.

Sumber: kompasiana | kebudayaan

Share and Enjoy !

1Shares
1

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Gua Harimau Sebagai Tempat Hunian Manusia Purba OKU Sumatera Selatan

Sat Jan 2 , 2021
Gua Harimau (https://republika.co.id/) Gua Harimau merupakan satu dari lima gua yang terdapat di Bukit Karang Sialang, Kars Bukitbarisan, di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan. Gua lainnya yaitu, Gua Putri, Selabe 1, Akar dan Karang Pelaluan. Gua yang paling besar yakni Gua Putri, […]